INDOZONE.ID - Penelitian terbaru dari Universitas Manchester menemukan fakta menarik bahwa burung dapat berkomunikasi.
Rupanya, burung juga cenderung menggunakan kata atau bunyi yang pendek untuk digunakan, serupa dengan manusia yang lebih menyukai menggunakan kata-kata yang pendek agar komunikasi lebih cepat dan efisien.
Kicauan burung sejak dulu selalu mempesona manusia dan kicauannya dianggap sebagai “bahasa burung”.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Tucker Gilman, ahli biologi matematika, menemukan bahwa bagian otak dan gen yang mengontrol pembelajaran kicauan burung memiliki kemiripan dengan yang dimiliki oleh manusia.
Baca juga: Missing Lynx, Proyek Ambisius Mengembalikan Fauna Simbol Kebangkitan Hutan Inggris di Northumberland
Para peneliti ingin mengetahui apakah prinsip mengenai hukum zipf, yakni “usaha paling sedikit adalah hasil yang terbaik” diterapkan dalam bahasa burung.
Hukum zipf menyatakan bahwa kata-kata yang paling sering digunakan cenderung lebih pendek, seperti ‘and’, ‘the’, atau ‘to’ dalam bahasa Inggris.
Selain itu, kata-kata panjang yang sering dipakai biasanya disingkat, misalnya ’ad’ sebagai singkatan dari ‘advertisement’.
Namun, mempelajari pola komunikasi pada burung memang lebih sulit karena mereka memiliki berbagai macam suara yang bervariasi. Burung memiliki dialek atau logat yang berbeda-beda, serupa dengan variasi aksen pada manusia.
Baca juga: Di Balik Fenomena Burung Camar "Mabuk" yang Ganggu Penerbangan di Inggris
Menariknya, burung dapat belajar untuk menyesuaikan dialek baru ketika pindah ke lingkungan baru, seperti manusia yang juga dapat menyesuaikan dialek di daerah baru.
Dengan ini, peneliti menggunakan alat komputer canggih yang dinamai ZLAvian untuk menganalisis lebih dari 600 kicauan dari tujuh jenis burung.
Hasil yang didapat adalah frasa atau pola kicauan burung memang terdengar lebih pendek, hal ini serupa dengan prinsip efisiensi yang digunakan oleh manusia.
Penemuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana hewan berkomunikasi. Temuan ini juga menunjukkan penggunaan bahasa yang singkat dan jelas dapat menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi secara universal.
Baca juga: Temuan di Situs Calio, Sulawesi Selatan: Pengubah Sejarah Migrasi Manusia Purba di Asia Tenggara
Salah satu peneliti, Dr. Rebecca Lewis, memiliki harapan besar terhadap penggunaan teknologi ZLAvian untuk membantu para ilmuwan menyelidiki bagaimana pola komunikasi yang lebih jauh, bukan hanya pada burung, melainkan pada hewan lain di masa depan.
Dapat dikatakan, baik burung maupun manusia lebih memilih kata-kata yang singkat, namun bermakna agar pesan sampai dengan cepat dan efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discoverwildlife.com