Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 MEI 2025 • 16:06 WIB

5 Fakta Sidik Jari di Anak Kembar, Apakah Benar-benar Sama atau Berbeda?

5 Fakta Sidik Jari di Anak Kembar, Apakah Benar-benar Sama atau Berbeda?Ilustrasi bayi kembar (Nakita)

INDOZONE.ID - Pernahkan terlintas dalam pikiran apakah anak kembar, terutama kembar identik yang memiliki DNA hampir sama, juga memiliki sidik jari yang sama?

Meskipun kembar identik berbagi materi genetik yang sama, ternyata struktur sidik jari mereka tetap berbeda. Hal ini menyentuh percampuran antara genetika dan faktor lingkungan, serta menunjukkan betapa kompleksnya pembentukan identitas manusia sejak dalam kandungan.

Ada beberapa fakta menarik terkait sidik jari pada kembar identik yang menjawab banyak pertanyaan orang dan membantu untuk berbagai hal, seperti yang dikutip dari science.org.

1. Sidik jari anak kembar berbeda!

Meski anak kembar identik memiliki DNA yang hampir sama, sidik jari mereka tetap unik dan berbeda satu sama lain. Hal ini telah lama menjadi pertanyaan menarik di dunia sains, dan kini sebuah studi terbaru memberikan petunjuk penting.

Baca Juga: Temuan Sidik Jari Berusia 3.000 Tahun, Tercetak di Batu Bata Ungkap Konstruksi Zaman Kuno

5 Fakta Sidik Jari di Anak Kembar, Apakah Benar-benar Sama atau Berbeda?Ilustrasi sidik jari. (Freepik/@balintselby).

Penelitian ini menunjukkan bahwa pola unik sidik jari dibentuk oleh interaksi kompleks antara tiga jenis sinyal kimia dalam tubuh—WNT, BMP, dan EDAR—yang memengaruhi pertumbuhan kulit di ujung jari janin selama masa kehamilan.

2. Proses pembentukan di trismester kehamilan

Proses pembentukan sidik jari dimulai sekitar minggu ke-13 kehamilan, ketika tonjolan kecil yang disebut "primary ridges" mulai terbentuk di permukaan jari.

Ridges ini nantinya berkembang menjadi pola khas seperti whorls (pusaran), loops (lengkung), atau arches (busur). Meski gen memainkan peran dalam menentukan jenis pola, faktor lain seperti bentuk anatomi jari dan waktu pertumbuhan kulit juga sangat memengaruhi hasil akhirnya.

3. Bentuk dan pola sidik jari dirangsang oleh sinya WNT

Melalui analisis RNA pada sel ujung jari janin manusia, peneliti menemukan bahwa sinyal WNT merangsang pertumbuhan tonjolan, BMP justru menghambatnya untuk membentuk celah, dan EDAR membantu mengatur jarak serta ukuran pola.

Dalam eksperimen pada tikus, perubahan terhadap jalur sinyal ini menghasilkan pola ridges yang sangat berbeda—bahkan bisa berubah menjadi bintik-bintik jika EDAR dimatikan.

Baca Juga: Kisah Petani India yang Hidup Bersama Saudara Kembar di Dalam Tubuhnya Selama 36 Tahun

Uniknya, mekanisme ini mengikuti prinsip "pola Turing"—konsep matematis yang menjelaskan bagaimana interaksi kimia dapat menghasilkan pola kompleks seperti garis-garis pada harimau atau bintik pada ikan tropis.

Meskipun struktur makro sidik jari—apakah berupa pusaran, lengkung, atau busur—ditentukan oleh bentuk dan tekanan bantalan jari janin, elemen-elemen mikroskopisnya, seperti ridges yang bercabang atau berhenti mendadak, tercipta dari variasi sangat kecil dalam proses perkembangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Science.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

5 Fakta Sidik Jari di Anak Kembar, Apakah Benar-benar Sama atau Berbeda?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!