Ilustrasi Patung Buddha Candi Borobudur, Magelang.
INDOZONE.ID - Agama Hindu dan Buddha merupakan agama yang paling awal dikenal masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Hal ini dibuktikan dengan berbagai peninggalan bercorak Hindu Buddha yang tersebar luas di Indonesia.
Tetapi, masih banyak yang tidak tahu mengenai perbedaan dari agama Hindu dan Buddha. Berikut adalah 5 perbedaan agama Hindu dan Buddha yang perlu kamu ketahui!
Agama Hindu memiliki keyakinan pada Brahman sebagai sumber dari segala hal di dunia ini. Hindu juga mengenal banyak dewa seperti Brahma (pencipta), Wisnu (pelindung), dan Shiwa (penghancur). Semua dewa tersebut merupakan perwujudan dari Braman.
Dilain sisi, agama Buddha tidak mengenal konsep dewa seperti pada agama Hindu. Ajaran Buddha lebih berfokus pada pengembangan individu untuk mencapai Nirvana, yaitu kebebasan dari siklus penderitaan dan kelahiran kembali.
Baca Juga: Ominugui, Acara Pembersihan Patung Buddha Agung di Kuil Todaiji
Upacara odalan untuk merayakan hari lahirnya sebuah tempat suci umat Hindu. (foto: wikipedia)
Pada ajaran agama Hindu terdapat sistem kasta, yaitu tingkatan masyarakat berdasarkan karma (pekerjaan) dan dharma (tugas). Kasta dalam ajaran Hindu dibagi menjadi 4 yaitu: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.
Sementara pada ajaran Buddha tidak terdapat sistem kasta. Buddha percaya bahwa semua orang memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama untuk mencapai pencerahan.
Agama Hindu memiliki berbagai macam upacara yang dilakukan untuk mengharapkan berkah dari dewa. Umat Hindu seringkali melakukan upacara, persembahan, dan festival keagamaan pada hari-hari tertenu.
Lain halnya agama Buddha yang tidak memiliki berbagai upacara dan penghormatan kepada dewa seperti pada agama Hindu. Praktik keagamaan Buddha lebih terfokus pada pengembangan diri, peningkatan moral, dan meditasi.
Pandangan dari kedua agama ini juga berbeda. Pada ajaran Hindu, dunia dianggap sebagai tempat untuk menjalankan kehidupan sesuai Dharma (kewajiban) dan Karma (konsekuensi).
Dalam ajaran Buddha, dunia dianggap sebagai penderitaan yang dihasilkan dari keinginan akan material duniawi. Untuk mencapai pencerahan, Buddha mengajarkan untuk meninggalkan segala hal duniawi dengan merenung, memahami penderitaan, dan mengatasi berbagai rintangan.
Perbedaan yang terakhir adalah kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian. Dalam kepercayaan Hindu, setiap jiwa akan terus lahir hingga mencapai moksha, atau pembebasan. Moksha adalah pencapaian tertinggi ketika jiwa bersatu dengan Brahman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal Studi Agama