Tangkapan layar Anaconda hijau sebagai spesies baru. (Instagram/freekvonk)
INDOZONE.ID - Seorang ahli biologi Belanda, Prof. dr. Freek Vonk yang memiliki spesialisasi dalam herpetology dengan minat khusus pada bisa ular telah menemukan spesiaes baru. Dalam perjalanannya bersama dengan 14 ilmuwan lainnya dari sembilan negara, mereka menemukan spesies ular terbesar di dunia yaitu anaconda hijau.
Anaconda hijau yang mereka temukan berada di bagian rentang utara Amazon, Amerika Selatan, ternyata spesies yang sama sekali berbeda dari anaconda yang selama ini ada.
Salah satunya dari mata. Meskipun terlihat hampir identik dengan mata anaconda lainnya, perbedaan genetik di anaconda hijau sebesar 5,5% dan ukuran mata yang lebih besar.
Baca Juga: Sejarah Maret 2002: Invasi Amerika Serikat ke Afghanistan Melalui Operasi Anaconda
Tangkapan layar Anaconda hijau sebagai spesies baru. (Instagram/freekvonk)
Spesies baru mendapatkan nama latin Eunectes Akayima, “Anakonda Hijau Utara”. Kata “Akayima” berasal dari beberapa bahasa pribumi di Amerika Selatan utara yang memiliki arti “ular besar”.
Menurut Prof. dr. Freek Vonk, Anaconda tersebut merupakan anaconda terbesar yang pernah ia lihat.
Tebalnya seperti ban mobil, panjangnya delapan meter dan beratnya lebih dari 200 kg dengan kepala sebesar dirinya. Tentunya lebih besar dari manusia biasa.
Baca Juga: Jadi Sungai Terpanjang, Mengapa Tak Ada Jembatan di Atas Sungai Amazon?
Sang professor memang dieknal sering menemukan spesies baru sebelumnya, salah satunya ular kecil dari Australia.
Namun kali ini yang ia temukan adalah hewan mitos dan legendaris yang bisa ia sorot 4 kali dalam karir ilmiahnya dan juga ular yang ditemukan di Amazon tempat yang terasa rumah bagi Prof. dr. Freek Vonk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@freekvonk