René Descartes, bapak filsafat modern (gertitashkomd.com)
INDOZONE.ID - Ketika membahas filsafat modern Eropa, satu nama hampir selalu muncul di urutan pertama: René Descartes. Ia dijuluki sebagai “Bapak Filsafat Modern” karena berhasil mengubah cara manusia mencari kebenaran.
Jika filsafat abad pertengahan sangat bergantung pada otoritas agama dan tradisi, Descartes justru mengajarkan bahwa manusia harus berani meragukan segalanya.
Dari proses keraguan inilah lahir kalimat paling terkenal dalam sejarah filsafat:
“Cogito, ergo sum”
“Aku berpikir, maka aku ada.”
Kalimat sederhana ini bukan sekadar slogan intelektual. Ia menjadi fondasi besar bagi filsafat modern, ilmu pengetahuan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri.
Baca juga: Mengenal Al Kindi: Bapak Filsafat Arab dan Ilmuwan Muslim Pemersatu Sains dan Agama
Mengutip Britannica Encyclopedia, pada abad ke-17, Eropa sedang mengalami perubahan besar. Banyak pengetahuan lama mulai dipertanyakan. Ilmu pengetahuan berkembang, tetapi masyarakat masih terikat pada dogma dan tradisi lama.
Di tengah situasi itu, René Descartes bertanya:
“Bagaimana jika banyak hal yang selama ini kita yakini ternyata salah?”
Ia lalu mengembangkan metode yang dikenal sebagai methodic doubt atau “keraguan metodis” — sebuah cara berpikir dengan meragukan semua hal sampai ditemukan sesuatu yang benar-benar tidak bisa disangkal.
Descartes mulai meragukan:
Baca juga: Memahami Humanisme dan Etika Lingkungan dalam Filsafat Konfusianisme dan Taoisme di Tiongkok
Bahkan matematika pun ia ragukan lewat gagasan tentang “iblis penipu” (evil demon) — makhluk hipotetis yang mungkin membuat manusia salah memahami realitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica