Ilustrasi Petir Jupiter (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Fenomena cuaca di luar angkasa kembali menarik perhatian ilmuwan. Kali ini, penelitian terbaru mengungkap bahwa petir di Jupiter memiliki kekuatan yang jauh melampaui kilat yang biasa terjadi di Bumi.
Melansir laman SciTechDaily, Sabtu (25/04/2026) studi dari peneliti University of California Berkeley menemukan bahwa kilatan petir di Jupiter bisa mencapai hingga ratusan kali lebih kuat dibandingkan petir di Bumi. Bahkan, dalam beberapa kasus, intensitasnya diperkirakan jauh lebih besar.
Temuan ini didasarkan pada pengamatan dari wahana antariksa Juno milik NASA yang telah mengorbit Jupiter sejak 2016.
Baca juga: Jupiter Bukan yang Terbesar, Ini Fakta Planet Raksasa di Alam Semesta
Juno menggunakan radiometer gelombang mikro untuk mendeteksi sinyal radio yang dihasilkan oleh petir. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan “melihat” aktivitas badai meski tertutup awan tebal, sesuatu yang sulit dilakukan dengan pengamatan biasa.
Dari pengamatan tersebut, ilmuwan mencatat aktivitas petir yang sangat intens, bahkan mencapai rata-rata tiga kilatan per detik dalam satu periode pengamatan.
Kekuatan petir di Jupiter tidak lepas dari kondisi atmosfernya yang berbeda dengan Bumi. Jika di Bumi udara didominasi nitrogen, maka atmosfer Jupiter didominasi hidrogen.
Perbedaan ini memengaruhi proses konveksi atau perpindahan panas di atmosfer. Di Jupiter, udara lembap justru lebih berat sehingga membutuhkan energi lebih besar untuk naik ke atas.
Ketika energi tersebut akhirnya dilepaskan, hasilnya adalah badai yang jauh lebih kuat, lengkap dengan petir yang intens dan angin kencang.
Baca juga: Europa Clipper Menuju Salah Satu Bulan dari Planet Jupiter yang Diyakini Ada Kehidupan
Dalam penelitian tersebut, ilmuwan memperkirakan satu sambaran petir di Jupiter dapat menghasilkan energi antara 500 hingga 10.000 kali lebih besar dibandingkan petir di Bumi.
Sebagai perbandingan, satu sambaran petir di Bumi biasanya menghasilkan sekitar 1 gigaJoule energi, cukup untuk memasok listrik bagi ratusan rumah selama satu jam.
Artinya, petir di Jupiter memiliki potensi energi yang sangat besar, menjadikannya salah satu fenomena cuaca paling ekstrem di tata surya.
Baca juga: Malam Ini Mars dan Jupiter akan terlihat berdampingan dari Bumi
Penelitian ini juga menemukan adanya badai unik yang disebut sebagai “badai siluman.” Badai ini tidak selalu terlihat jelas karena puncak awannya tidak setinggi badai besar lainnya.
Namun, aktivitas di dalamnya sangat intens dan mampu menghasilkan petir kuat. Dengan bantuan data dari Hubble Space Telescope dan pengamatan lainnya, ilmuwan berhasil melacak badai ini dengan lebih akurat.
Meski begitu, masih banyak hal yang belum terjawab. Para ilmuwan masih terus meneliti apakah perbedaan kekuatan petir ini sepenuhnya dipengaruhi oleh komposisi atmosfer atau faktor lain seperti tinggi badai dan energi yang tersimpan.
Berdasarkan laman SciTechDaily, penelitian ini menunjukkan bahwa Jupiter bukan hanya planet terbesar di tata surya, tetapi juga rumah bagi fenomena cuaca yang jauh lebih ekstrem dibandingkan yang ada di Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SciTechDaily