Ilustrasi Bangsa Viking. (freepik)
INDOZONE.ID - Kalau kamu berencana liburan ke Norway, jangan cuma fokus ke fjord dan aurora aja. Ada satu hal yang bikin negara ini makin menarik: jejak sejarah bangsa Viking yang legendaris.
Tapi tunggu dulu — Viking ternyata nggak sesederhana yang sering digambarkan di film. Banyak fakta unik yang justru bikin kamu kaget!
Yuk, kenalan lebih dekat dengan kehidupan asli Viking yang jauh lebih kompleks dari sekadar perang dan penjarahan.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Wanita Dalam Bahasa Inggris yang Estetik dan Bikin Glow Up Medsosmu!
Awalnya, kata “Viking” bukan merujuk ke orang, tapi ke aktivitas — yaitu ekspedisi atau penyerbuan lewat laut. Seiring waktu, istilah ini dipakai untuk menyebut para pelakunya.
Bangsa Viking berasal dari wilayah Skandinavia seperti Norwegia, Swedia, dan Denmark.
Mereka berlayar jauh, bukan cuma untuk merampok, tapi juga mencari tempat tinggal baru dan peluang hidup yang lebih baik.
Baca juga: Coba Ikut Tren Prank Isi Bensin Rp2 Juta, Pria Ini Kaget dengan Respons Petugas SPBNggak Cuma Jago Perang, Tapi Jago Dagang Juga
Selama ini Viking dikenal sebagai prajurit ganas. Padahal, mereka juga pedagang ulung. Dengan kemampuan navigasi laut yang luar biasa, mereka menjelajah hingga ke wilayah seperti Constantinople dan Baghdad.
Mereka menukar barang seperti bulu hewan, amber, dan besi dengan rempah-rempah, kain sutra, hingga logam mulia. Jadi, Viking itu sebenarnya pebisnis global di zamannya!
Bayangan Viking yang kotor dan brutal ternyata nggak sepenuhnya benar. Para arkeolog menemukan alat kebersihan seperti sisir, pinset, dan pisau cukur dari tulang hewan.
Bahkan, catatan sejarah menyebut mereka rutin mandi setidaknya seminggu sekali — yang tergolong rajin untuk standar zaman dulu.
Citra Viking dengan helm bertanduk itu ternyata cuma hasil imajinasi seniman abad ke-19. Faktanya, helm Viking asli yang pernah ditemukan justru nggak punya tanduk sama sekali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hurtigruten.com