Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 26 JANUARI 2026 • 19:20 WIB

Bukan Mitos, Ini Penjelasan Ilmiah tentang Hewan Bermata Empat

Bukan Mitos, Ini Penjelasan Ilmiah tentang Hewan Bermata EmpatIlustrasi hewan bermata empat. (California Academy of Sciences)

INDOZONE.ID - Penelitian ilmiah mengungkap fakta unik bahwa beberapa spesies hewan dianugerahi struktur penglihatan yang sering dijuluki sebagai 'empat mata'. 

Namun, istilah ini bukan merujuk pada jumlah bola mata fisik, melainkan pada kemampuan visual luar biasa yang memungkinkan mereka memantau dua arah atau lingkungan yang berbeda seperti permukaan dan kedalaman air secara bersamaan.

Alam memberikan solusi pertahanan yang unik pada ikan Anableps anableps. Dengan hidup di permukaan air, ikan ini berevolusi memiliki mata yang terbagi dua oleh sekat jaringan. 

Baca juga: Mengenal Gurita Hewan Paling Cerdas di Laut, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Adaptasi ini memberikan keuntungan taktis yakni ia bisa 'setengah menyelam' sambil tetap mengamati situasi di atas dan di bawah air secara serentak. 

Ini adalah contoh luar biasa dari efisiensi biologis untuk mendeteksi bahaya dan peluang secara bersamaan.

Menurut riset yang dimuat dalam Journal of Experimental Biology, sistem penglihatan ganda Anableps menjadikannya lebih unggul secara visual dibanding spesies lain di wilayah yang sama. 

Hal ini dimungkinkan karena retina ikan tersebut memiliki distribusi sel fotoreseptor yang berbeda pada tiap sisinya, guna mengoptimalkan tangkapan cahaya baik di permukaan maupun di bawah air.

Fenomena “empat mata” juga ditemukan pada beberapa jenis laba-laba lompat. Laba-laba ini umumnya memiliki delapan mata, tetapi empat di antaranya menjadi mata utama yang memiliki resolusi tinggi. 

Keempat mata tersebut berkolaborasi secara sinkron untuk memantau pergerakan, mengukur jarak, serta menangkap detail visual dengan tingkat presisi yang luar biasa. 

Berdasarkan studi dari Smithsonian National Museum of Natural History, ketajaman visual inilah yang memungkinkan laba-laba lompat berburu secara aktif tanpa mengandalkan jaring, sekaligus melakukan serangan presisi melalui lompatan akurat ke arah mangsanya.

Spesies reptil tertentu, seperti tuatara, juga memiliki keunikan berupa organ parietal yang sering dijuluki sebagai 'mata ketiga'. 

Walaupun organ ini tidak memiliki kemampuan untuk memproses citra visual secara utuh, fungsinya sangat krusial dalam meregulasi ritme sirkadian serta merespons fluktuasi intensitas cahaya di sekitar. 

Sinergi antara organ sensorik ini dengan sepasang mata utamanya menciptakan sistem navigasi cahaya yang kompleks, serupa dengan mekanisme penglihatan ganda pada hewan bermata empat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Journal Of Experimental Biology

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Mitos, Ini Penjelasan Ilmiah tentang Hewan Bermata Empat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!