Ilustrasi kulminasi matahari atau hari tanpa bayangan (Freepik)
INDOZONE.ID - Setiap tahunnya selalu ada waktu-waktu dimana posisi matahari berada di atas kepala pengamat yang biasa disebut juga hari tanpa bayangan. Nah, bagaimana dengan kulminasi matahri di tahun 2026?
Mengutip situs BMKG, kulminasi atau transit atau istiwa' adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.
Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat "menghilang", karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan.
Baca juga: Hari Tanpa Bayangan, Saat Matahari Berada di Titik Zenit
Peneliti Sains Antariksa BRIN, La Ode Muhammad Musafar menyebutkan fenomena kulminasi ini sebenarnya sebagai momentum untuk mengingat bahwa hal tersebut tidak hanya berhubungan dengan sains astronomi tetapi juga sains antariksa atau cuaca antariksa.
"Kulminasi adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri," ujar Musafar seperti yang dikutip dari BRIN.
Menurut BMKG, hal itu disebabkan oleh bidang ekuator Bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi Bumi.
Hal ini menyebabkan posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari.
Beberapa karateristik kulminasi matahari bia dilihat dengan penjelasan di bawah ini. Mulai dari posisi matahari, bayangan, waktu terjadi dan lokasi.
Posisi Matahari tepat di atas kepala pengamat (zenit) atau sangat mendekati zenit. Bayangan kita menjadi sangat pendek atau hilang sama sekali, terutama saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat (Kulminasi Utama).
Baca juga: Indonesia Bakal Dilanda Hari Tanpa Bayangan, Fenomena Unik Matahari Tepat di Atas Kamu!
Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.
Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut.
Waktu terjadi biasanya terjadi ua kali setahun, mengikuti pergerakan Matahari antara Garis Balik Utara (23,5° LU) dan Garis Balik Selatan (23,5° LS). Wilayah yang paling terasa adalah wilayah khatulistiwa dan tropis, seperti Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BMKG