Perbedaan astronomi antara Meteor, Asteroid, hingga Komet. (Photo/Ilustrasi/Newsweek)
INDOZONE.ID - Dunia astronomi tengah diramaikan oleh sebuah penelitian kontroversial yang menyebut objek antarbintang misterius bernama 3I/ATLAS mungkin bukan sekadar benda langit, melainkan pesawat luar angkasa milik alien dengan potensi ancaman bagi Bumi.
Studi tersebut bahkan menyebut kemungkinan objek itu bisa menyerang pada November atau awal Desember 2025.
Menurut laporan Unilad, 3I/ATLAS pertama kali teramati pada 1 Juli 2025 lewat teleskop ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) di Río Hurtado, Chili.
Baca juga: 7 Mitos Bunga Sedap Malam: Antara Mistis, Harum, dan Energi Gaib
Saat itu, objek berada sekitar 4,5 AU dari Bumi-Matahari dan langsung menjadi sorotan astronom karena kecepatannya yang luar biasa, mencapai sekitar 210.000 km/jam.
Dalam sebuah makalah yang dipublikasikan di situs arXiv pada 16 Juli 2025, tim peneliti yang dipimpin astrofisikawan Harvard, Avi Loeb, melontarkan hipotesis berani bahwa 3I/ATLAS kemungkinan bukan komet alami, melainkan teknologi buatan alien yang menyamar sebagai objek luar angkasa biasa.
Bekerja sama dengan peneliti dari Initiative for Interstellar Studies di London, Loeb menyoroti sejumlah kejanggalan, termasuk kecepatan 3I/ATLAS yang jauh lebih tinggi dibandingkan dua objek antarbintang sebelumnya Oumuamua (2017) dan komet Borisov (2019), serta lintasan hiperboliknya yang dianggap tidak wajar.
3I/ATLAS diprediksi mencapai perihelion (titik terdekat dengan Matahari) pada 29 Oktober 2025. Menariknya, posisi ini berada di sisi berlawanan dari Bumi, sehingga tidak bisa diamati secara langsung oleh teleskop optik berbasis darat.
Loeb menduga bahwa ini bukan kebetulan. "Objek ini bisa saja menyembunyikan aktivitasnya saat berada paling terang, dan mungkin menjadi titik peluncuran gadget atau pesawat mini ke arah Bumi," tulisnya.
Loeb menambahkan, kecepatan ekstrem 3I/ATLAS membuatnya mustahil dikejar dengan teknologi roket yang ada saat ini. Ia juga menyoroti lintasan objek tersebut yang melintasi dekat Jupiter, Mars, dan Venus, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai titik penyebaran perangkat pengintai canggih.
Meski demikian, pandangannya menuai perdebatan, karena sebagian besar astronom berpendapat bahwa 3I/ATLAS hanyalah komet biasa yang berasal dari luar Tata Surya.
"Semua ciri yang kami lihat sejauh ini menunjukkan bahwa ini hanyalah komet antarbintang," kata Samantha Lawler, astronom dari Universitas Regina, Kanada. "Tidak ada bukti kuat bahwa ini adalah pesawat luar angkasa tersembunyi."
Bahkan Loeb sendiri mengungkapkan bahwa kemungkinan terbesar 3I/ATLAS adalah benda alami. "Kita harus terbuka pada kemungkinan, tapi harus tetap menuntut bukti luar biasa untuk klaim luar biasa," ujarnya dalam blog pribadinya.
Objek yang juga dikenal sebagai C/2025 N1 (ATLAS) ini merupakan pengunjung antarbintang ketiga yang berhasil dikonfirmasi, setelah Oumuamua dan Borisov. Jalur hiperboliknya menunjukkan bahwa ia tidak terikat oleh gravitasi Matahari dan kemungkinan berasal dari sistem bintang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unilad