Kamis, 31 OKTOBER 2024 • 20:05 WIB

Elaine Parent, Si Bunglon yang Jadi Buronan Internasional dengan Mencuri Identitas Korbannya

Author

Kasus Elaine Parent

INDOZONE.ID - Ini adalah kisah dari Elaine Antoinette Parent, wanita asal kota Bronx, New York kelahiran tahun 1942. Tidak diketahui soal masa lalu dan juga keluarganya, tapi yang pasti ia adalah seorang agen real estate.

Bagi sejumlah orang, menjadi seorang agen real estate merupakan sebuah profesi yang sangat menguntungkan, tapi pada kasusnya Elaine, menjadi seorang agen saja tidak cukup. Selain menjadi seorang agen, Elaine ternyata adalah seorang kriminal yang ulung.

Sekitar era 70-an, Elaine dilaporkan atas kasus pencurian di wilayah Florida. Lalu di tahun 1985, Elaine kembali dilaporkan atas kasus serupa usai mencuri di sebuah toko perhiasan hingga menimbulkan kerugian sebesar $40.000 (sekitar $117.212 menurut kurs 2024 setara Rp1.841.916).

Baca Juga: Menelusuri Kehidupan Masyarakat Korowai di Papua: Hidup di Rumah Pohon dan Impian yang Tertunda

Elaine pun melarikan diri ke Inggris. Sesampainya di sana, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Sylvia Ann Hodgkinson.

Tanpa Sylvia sadari, pertemanannya dengan Elaine hanyalah pertemanan palsu, pasalnya Elaine tidak hanya mengambil harta bendanya Sylvia, tapi juga nyawa dan identitasnya.

Dengan identitas barunya, Elaine yang menyamar sebagai Sylvia mampu mengelabui aparat berwajib dan melarikan diri ke Florida, AS.

Baca Juga: Amaterasu, sang Dewi Matahari yang Keturunannya Bentuk Kekaisaran Jepang

Ketika di Florida, Elaine lagi-lagi kembali beraksi dengan menjadikan seorang wanita bernama Charlotte Rae Cowan sebagai korbannya.

Pada kasusnya Charlotte, Elaine memperkenalkan dirinya sebagai ahli numerologi asal Inggris. Ia meminta akomodasi di tempat tinggalnya Charlotte untuk ikut mengerjakan studinya.

Layaknya dihipnotis, Charlotte pun luluh dan mau memberikan izin menginap bagi Elaine. Bukan cuma itu, Elaine juga berhasil membuat Charlotte memberikan nomor rekening beserta pin ATM miliknya kepada Elaine dengan ikhlas.

Baca Juga: Tradisi Wiwitan: Merawat Kearifan Lokal dalam Upacara Syukur Panen di Jawa

Lebih gilanya lagi, Charlotte juga ikhlas memberikan semua identitasnya kepada Elaine, mulai dari KTP sampai akte kelahiran.

Setelah mencuri harta dan identitasnya Charlotte, Elaine pun pergi dan menghilang tanpa jejak. Beruntung, ia tidak sampai menghabisi nyawanya Charlotte.

Beverly McGowan

Sampai di tahun 1990, lewat sebuah iklan di koran yang dibuat oleh seorang pegawai Bank bernama Beverly McGowan, Elaine kembali beraksi.

Pada kasus kali ini, Elaine menyamar sebagai seorang pegawai perusahaan teknologi bernama Alice. Ia menjawab iklannya Beverly yang kebetulan sedang mencari teman sekamar untuk tinggal bersamanya di sebuah kondominium di kawasan Fort Lauderdale, Florida.

Beverly sangat senang dengan kedatangan Alice, saking senangnya aa sampai mengabari keluarganya. Tanpa keluarganya sadari, bahwa itulah saat terakhir mereka mendengar kabar dari Beverly.

Baca Juga: Wanita Besi Yakuza, Kisah Hidup Nishimura Mako yang Mengguncang Dunia Kriminal Jepang

Usai kehilangan kabarnya Beverly, pihak keluarganya menyusul Beverly ke kondominiumnya. Namun, mereka tidak menemukan keberadaan Beverly maupun Alice. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, tidak ditemukan dokumen pribadi milik Beverly.

Sampai di tanggal 19 Juli 1990, seorang nelayan yang sedang memancing di Kanal St. Lucie County, Florida, menemukan mayat seorang wanita dengan kondisi tanpa kepala dan tangan, kemudian bagian perutnya terpotong sebagian.

Satu bagian dari tubuh korban yang jadi ciri khasnya adalah tato yang dimilikinya. Kepolisian pun melakukan autopsi, hasilnya jasad tersebut adalah jasadnya Beverly McGowen.

Baca Juga: Fakta Menarik Laba-Laba Merak: Tampilkan Ritual Tarian Unik Demi Memikat Pasangan yang Bikin Gemes

Sontak Polisi dan keluarganya Beverly pun menaruh kecurigaan kepada Alice alias Elaine Parent. Pasalnya, dialah orang yang terakhir kali berinteraksi dengan Beverly.

Pencarian terhadap Alice alias Elaine pun digelar selama beberapa tahun lamanya.

Beberapa petunjuk yang bisa ditemukan oleh Polisi adalah adanya catatan transaksi menggunakan kartu kredit milik Beverly yang terdeteksi di kota London, Inggris. Kemudian, Polisi menemukan mobil pribadi milik Beverly tengah terparkir di Bandara Internasional Miami.

Baca Juga: Kisah Teror Santet Segoro Pitu: Keluarga Hancur karena Persaingan Dagang di Pasar!

Saat bekerja sama dengan kepolisian Inggris, Kepolisian Florida baru menemukan adanya kesamaan dengan kasusnya Sylvia Hodgkinson. Dengan adanya kesamaan itu, polisi berkesimpulan bahwa Elaine mungkin saja menggunakan identitas samaran untuk melarikan diri dari hukum.

Di tahun 1998, pihak kepolisian sempat menerima sebuah catatan dari seorang pelaku dengan nama samaran "Chameleon" yang artinya "Bunglon". Isinya hanya berupa salam hormat dari si pelaku, yang setelah ditelusuri adalah tulisan tangannya Elaine.

Berita tentang kematian Elaine

Setelah berkeliling dunia selama 12 tahun sejak penemuan jasadnya Beverly, polisi akhirnya menemukan Elaine berada di sebuah apartemen di Panama City, Florida pada 6 April 2002.

Sesampainya di depan pintu kamarnya, Polisi meminta Elaine untuk keluar, namun Elaine meminta para polisi untuk menunggu di luar karena Ia sedang tidak menggunakan pakaian. Tiba-tiba, terdengar suara tembakan senjata di dalam kamar yang membuat polisi terpaksa harus mendobrak pintu kamar Elaine.

Ternyata, polisi menemukan Elaine Parent sudah tidak bernyawa. Dengan tewasnya Elaine, sampai saat ini tidak pernah terungkap apa motif dari tindakan kriminal Elaine. Walau begitu, ia akan tetap dikenang sebagai "Chameleon Killer" dalam catatan sejarah kriminal dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Allthatsinteresting.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU