Aksi Biadab Ahmad Suradji Bunuh 49 Wanita Secara Brutal Demi Kesaktian: Dikubur Hidup-hidup hingga Gunakan Air Liur Korban
INDOZONE.ID- Ahmad Suradji seperti tak ada rasa manusiawi karena tega membunuh sebanyak 42 wanita hanya demi kesaktian ilmu. Bagaimana pria ini bisa melakukan perbuatan brutal tersebut seorang diri.
Awalnya Ahmad Suradji membantah mengenai perkara tersebut ketika berhadapan dengan pihak Kepolisian. Bahkan, ketika ia diinterograsi sebanyak puluhan wanita itu ia masih bergeming. Seorang wanita bernama Tumini yang entah siapa Ahmad Suraji juga membantah hal ini.
Namun, pihak hakim tak lantas percaya begitu saja kepada pernyataan Ahmad Suradji yang seolah menutupi perbuatan bejatnya dan langsung memutuskan untuk menjatuhkan hukuman pada 27 April 1998 dan langsung menghukum mati saat itu juga, setelah disidang di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Sumatra Utara pada 22 Desember 1997.
Baca Juga: Kisah Marianne Bachmeier, Ibu di Jerman yang Tembak Pembunuh Anaknya hingga Tewas di Hadapan Hakim
Sementara itu, Tumini yang menutupi aksi bejat Ahmad Suradji juga divonis penjara seumur hidup dan harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tanjung Gusta, Medan. Sebenarnya, Suradji sempat mengajukan permohonan grasi ke Presiden Megawati Soekarno Putri pada Agustus 2004, tapi setelah masa jabatannya habis dan digantikan SBY permohonan itu ditolak mentah – mentah oleh Presiden ke 5 itu pada 22 November 2007.
Suradji hanya meminta agar bisa bertemu dengan istrinya dan keluarganya. Permohonan itu sudah terkabul sebelum nyawanya dicabut secara paksa. Dan pada malam hari tepat pukul 22.00 suara letusan senapan api terdengr dari Perkebunan Karet di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Dimana Suradji ditembak oleh pihak eksekutor personel satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumatra Utara.
Diketahui, dari 12 senaapn yang dipegang oleh sekitar 12 eksekutor hanya ada sekitar 3 peluru yang menghantam dengan tajam ke tubuh Ahmad Suradji dan membuatnya tewas. 3 butir peluru melesat mengenai target berjarak 10m dengan kecepatan 900 meter perdetik, dan menembus langsung dada pria itu yang matanya tertutup kain dan kaki serta tangan diikat di pohon.
Kronologi Kebrutalan Ahmad Suradji Membunuh 49 Wanita
Dilansir dari channel Youtube HISTORY Indonesia. Ahmad Suradji merupakan warga Desai Sei, Semayang, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang berusia sekitar 59 taun. Pada umur renta itu tak membuatnya untuk bertaubat, tapi justru mempersiapkan diri untuk jadi penghun neraka.
Ia secara brutal membantai 42 wanita dari tahun 1986 hingga 1997. Ia berprofesi sebagai dukun dan bodohnya puluhan wanita itu percaya dengan makhluk hina satu ini. Ahmad Suradji mengaku membunuh para wanita itu hanya untuk menambah kekebalan dan kesaktian. Para tetangganya sering memanggilnya dengan sebutan Nasib Klewang karena sering membawa golok saat bertani.
Semua perempuan yang datang ke rumah Suradji hanya berharap agar bisa mendapatkan ilmu pengasihan atau penglaris. Ia meminta setiap klien agar datang ke rumahnya itu membawa kembang telon, kemenyan putih, kemenyan Arab, dan jeruk perut.
Baca Juga: Kisah Eugen Weidmann, Sang Napi Terakhir di Perancis yang Dihukum Pancung depan Publik
Para wanita itu juga harus diikat dan dikubur setengah badan pada tempat yang sunyi pada malam hari. Entah bodoh atau bagaimana, para wanita itu menyanggupi dan berakhir tragis. Pasien itu juga tidak memberitahukan ritual itu ke orang lain. Korban pertama Ahmad Suradji diketahui bernama Tukiyem atau Iyem yang datang ke rumahnya pada Desember 1986 tepat pada pukul 16.00 WIB.
Iyem waktu itu mendatangi Ahmad Suradji karena ingin sukses. Tapi, setelah mengutarakan apa tujuannya, si dukun brutal itu mengajaknya ke area perkebunan tebu Sei Semayang berjarak sekitar 1 km dari rumahnya. Dan terlihat Suradji membawa cangkul, tali, dan karung seolah memang berniat membunuh Iyem.
Setelah menemukan lokasi yang dirasa tepat, Suradji lantas meminta Iyem untuk memegang senter miliknya untuk memberikan cahaya ke tempat yang digali sedalam 1 meter dan lebar 70cm. Kemudian Suradji langsung gesit melakukan akal bulus ke Iyem dengan memasukkan ke lubang galian. Kedua kaki dan tangan Iyem langsung diikat menggunakan tali. Suradji kemudian langsung menggali lubang lagi dengan tanah. Tubuh Iyem langsung lunglai dan terkubur.
Ahmad Suradji menyandarkan kepala Tukiyem diatas paha kakinya, tangan kiri Suradji langsung membekap mulut dan hidung Iyem. Sedangkan, tangan kanannya langsung mencekik lehernya. Korban tak kuasa berontak, tapi percuma saja nyawanya sudah diujung tanduk dan meninggal seketika.
Baca Juga: 5 Pembunuh Berantai Kejam yang Menggemparkan Jepang
Ahmad Suradji juga menggunakan air liur korban yang sudah mati untuk tujuan memberikannya kesaktian. Tubuh korban diangkat dan dibuka ikatan talinya. Kemudian membuka seluruh pakaiannya hingga telanjang dan mengubur korban itu ditempatnya.
Disisi lain ada korban lain bernama Yusniar atau Niar yang dibunuh pada Maret 1987, korban ketiga bernama Tomblok pada tahun 1988, korban keempat bernama Rusmiana atau Popi (Agustus 1989), Diduk dan Rusmiani atau Anis Korban (Juni 1992), Sulianti atau Yanti (Juni 1992), Irdayanti (28 Oktober 1992), Sadiem (17 Desember 1992),dan Kunyil (Januari 1993), dan korban terakhir bernama Sri Kemala Dewi (23 April 1997),serta wanita lainnya.
Ditangkapnya Ahmad Suradji Karena Korban Terakhir Berseteru dengan Suami
Pembunuhannya ini ditemukan justru selang 4 hari ketika warga menemukan ada wanita tanpa busana di ladang tebu, mereka menemukan jenazah Dewi waktu itu yang dikabarkan telang hilang selama 3 hari.
Awal mulanya, Dewi memang sempat bertengkar dengan suaminya. Sehingga, sempat menjadi teka – teki. Sampai ada warga bernama Andreas yang mengaku mengantarkan Dewi ke rumah Ahmad Suradji untuk berkonsultasi.
Tak menunggu waktu lama, polisi lantas langsung mendatangi rumah Ahmad Suradji. Dan, tak ditutupi Suradji memang mengaku Dewi pernah ke rumahnya. Tapi, selang waktu Maghrib langsung pulang ke rumah. Sehingga, tak ada cukup bukti. Namun, investigasi tak menyerah begitu saja kaena polisi langsung mendalami sejumlah kasus orang hilang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Kisah Diogo Alves: Pembunuh Berantai dari Portugal yang Kepalanya Diteliti Oleh Ilmuwan
Dari sekian banyaknya wanita hilang, Ahmad Suradji tertangkap karena korban terakhir. Polisi menaruh curiga dan menggeledah rumah Suradji dan ditemukan beberapa helai pakaian dan perhiasan wanita, salah satunya dicurigai itu milik Dewi. Suradji beserta ketiga istrinya itu ditangkap yakni bernama Tumini, Tuminah, dan Ngatiyah.
Kisah Suradji ini diketahui telah ditulis dalam buku "The Bastard Legacy: Warisan Legendaris Para Bedebah" pada 2015, majalah Intisari edisi Juli 2017 dengan judul "Demi Ilmu Sakti, Suradji Membunuh 42 Wanita di Ladang Tebu."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube