Kamis, 20 JUNI 2024 • 07:32 WIB

Kisah Veteran Perang Dunia Asal Jerman yang Bantai Satu Sekolah Pakai Penyemprot Api dan Tombak

Author

Pelaku dan Ilustrasi Senjata yang digunakannya

INDOZONE.ID - Koln, Jerman, 11 Juni 1964 pukul 09:00 waktu setempat di sebuah sekolah dasar Katolik, seorang pria berumur 42 tahun bernama Willi Walter Seifert datang ke sekolah tersebut untuk melakukan sebuah tindakan yang di luar nalar. Bagaimana tidak? Ia datang membawa flamethrower, tombak dan cokmar layaknya prajurit abad pertengahan.

Walter sempat dikira sebagai petugas perbaikan gedung oleh para satpam sekolah. Mereka melihat Walter sedang mengunci gerbang sekolah yang secara kebetulan, kuncinya sedang rusak. Saat Walter ditanya oleh salah satu satpam, Ia mengacuhkannya dan pergi ke lapangan sekolah.

Sesampainya di lapangan, seorang Guru Olahraga yang bernama Anna Langohr menghampiri Walter. Kebetulan, Anna memang mengenal Walter. Saat Anna menanyakan maksud kedatangan Walter, tiba-tiba Walter menyalakan flamethrower miliknya dan membakar tubuh Anna.

Baca Juga: Menelusuri Challenger Deep: Dasar Palung Mariana, Sisi Terdalam Samudra yang Misterius

Suasana sekolah pun mulai panik, sejumlah Guru dan murid yang mendengar jeritan Anna pun langsung berlari menyelamatkan diri. Namun, usaha mereka tak mudah, karena Walter tak henti-hentinya menyalakan flamethrower-nya kepada siapapun yang mencoba untuk kabur.

Tidak hanya di lapangan sekolah, Walter juga mengarah para murid dan Guru yang ada di dalam gedung sekolah. Menggunakan cokmar miliknya, Walter berhasil merusak jendela dan pintu ruang kelas. Setelah itu, dengan sisa bahan bakar yang masih ada, Walter kembali membakar para Guru dan murid yang ada di depan matanya.

Setelah bahan bakar flamethrower-nya habis, Walter mulai membunuh siapapun yang mencoba untuk menghalanginya. Ada 2 orang Guru yang mati ditusuk tombak oleh Walter, mereka adalah Gertrud Bollenrath dan Ursula Kuhr.

Dokumentasi kejadian

Baca Juga: Kekejaman Elizabeth Wettlaufer, Suster Psikopat Asal Kanada yang Tega Menghabisi Nyawa Para Lansia

Kemudian, Walter berlari ke area belakang sekolah untuk mengakhiri nyawanya sendiri dengan cara memakan insektisida. Tapi sayangnya, upayanya ini digagalkan oleh Polisi. Walter berusaha kabur dari kejaran Polisi, namun Ia terkena tembakan di kakinya.

Walter sempat dibawa ke University Hospital di Lindenthal, Koln untuk menjalani pengobatan. Sayangnya, Ia mati saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Dari insiden ini, sebanyak 10 orang meninggal dan 28 orang lainnya mengalami luka bakar yang cukup serius. Dari 28 orang korban terluka, salah satunya adalah Anna Langohr. Beruntung, Anna masih selamat walaupun mengalami luka yang sangat serius. Sebagai bentuk penghargaan kepadanya, Anna mendapat sejumlah medali penghargaan, mulai dari pemerintah Jerman sampai Paus Paul VI.

Plakat penghormatan untuk para korban

Makam Ursula Kuhr

Tentang Si Pelaku

Willi Walter Seifert

Willi Walter Seifert lahir di Bickendorf, Koln pada 19 Juni 1921. Menariknya, Walter ini adalah seorang lulusan sekolah Katolik. Ia mengenyam pendidikan di kota Ehrenfeld pada periode 1927-1935, kemudian Ia bekerja magang sebagai tukang pandai besi di sebuah pabrik mesin pada tahun 1939.

Barulah di tahun 1941, Walter menjadi anggota militer Jerman pada masa Perang Dunia ke-2. Pangkat terakhirnya sebagai militer Jerman adalah Sersan. Ia juga sempat menjadi tahanan perang selama beberapa bulan sebelum akhirnya dibebaskan.

Setelah berkarier sebagai tentara, Walter sempat bekerja di sebuah perusahaan otomotif di kota Koln. Kemudian pada 14 November 1945, Walter banting setir menjadi seorang Polisi. Perjalanan karier Walter di bidang kepolisian hanya berjalan beberapa bulan saja, usai dirinya diketahui mengidap tubercolosis saat menjalani pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: 3 Kapal Berhantu Terkenal di Indonesia yang Hilang Tanpa Jejak, Ada yang Sampai Pernah Difilmkan

Dari sini, Walter mulai mengalami depresi. Ia merasa kalau dirinya seakan dicurangi oleh pemerintah. Menurut Walter, mereka lupa dengan pengabdiannya sebagai tentara Jerman di masa Perang Dunia ke-2 silam.

Dari depresi, muncullah kebencian di hati Walter usai melakukan pemeriksaan kesehatan pada tahun 1953. Dari hasil pemeriksaannya, kondisi penyakit TBC yang Ia alami sudah membaik, tentunya itu adalah sebuah berita yang baik. Tapi, menurut pandangannya Walter, itu adalah berita buruk. Ia menganggap kalau semua dokter di muka Bumi adalah penipu. Kalau saja mereka memberitahukan itu saat Walter masih menjadi Polisi, Ia tidak mungkin mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Semenjak itu, Walter sering mengirimkan surat keluhan ke beberapa instansi publik yang menyebutkan kalau semua dokter di dunia ini adalah penipu ulung. Hal ini terus Walter lakukan hingga menjelang hari penyerangannya ke sekolah.

Baca Juga: 4 Museum Berhantu di Jakarta: Banyak Korban Disiksa hingga Ada Topeng yang Punya Kekuatan Magis

Karena dinilai meresahkan, sejumlah dokter pun berkunjung ke rumahnya Walter untuk melakukan pemeriksaan. Kondisi fisik Walter memang sudah membaik, tapi tidak dengan kondisi mentalnya. Menurut para dokter, Walter memang sudah seharusnya dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa. Namun, Walter menolaknya.

Walter sebetulnya sempat menikah dengan seorang wanita bernama Renata Urzula pada 7 Oktober 1955. Naasnya, Renata harus meninggal dunia saat menjalani proses persalinan prematur pada 11 Februari 1961. Dengan kematian sang Istri, kondisi mental Walter menjadi semakin tidak stabil. Inilah yang menjadi penyebab utama dari aksi kejinya di sekolah.

Soal darimana Walter bisa mendapatkan senjatanya, semuanya adalah senjata rakitan. Rasanya cukup jenius bagi seorang veteran Perang Dunia ke-2 dengan kelainan kejiwaan bisa membuat senjata rakitan yang sangat mematikan seperti itu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Listverse, Dday-overlord.com, Gallowmere.fandom.com, Medievalarmoury.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU