Kisah Aileen Wuornos: Wanita yang Trauma hingga Jadi Pembunuh Berantai yang Mengguncang Amerika
INDOZONE.ID - Sejarah kejahatan Amerika dipenuhi dengan pembunuh berantai terkenal seperti Ted Bundy dan Jeffrey Dahmer yang telah menjadi legenda.
Secara tradisional, dunia pembunuhan berantai didominasi oleh pelaku laki-laki. Pembunuh berantai perempuan adalah jenis yang langka, namun ketika kisah mereka muncul, mereka memikat dan membuat kita penasaran.
Salah satu pembunuh berantai wanita yang terkenal adalah Aileen Wuornos yang telah membunuh 7 orang pria di akhir tahun 80-an.
Kisah Tragis dari Seorang Pembunuh Berantai
Aileen Carol Wuornos adalah seorang pembunuh berantai Amerika yang terkenal karena membunuh tujuh pria di Florida pada tahun 1989 dan 1990.
Baca Juga: Tepat Hari Ini: Polisi Tangkap Andrei Chikatilo, Pembunuh Berantai Uni Soviet Paling Kejam
Kasusnya telah menjadi subjek dari banyak film dan buku, dan dia telah digambarkan sebagai seorang korban kekerasan seksual dan pelecehan, serta seorang pembunuh berdarah dingin yang kejam.
Masa Kecil yang Suram
Aileen Carol Pittman lahir pada 29 Februari 1956, di Rochester, Michigan. Ayahnya, Leo Pittman, seorang alkoholik yang sering kasar, meninggalkan keluarga saat Aileen masih bayi.
Ibunya, Diane, berjuang membesarkan Aileen dan adiknya Keith sendirian, sering berpindah-pindah dan bergantung pada bantuan sosial.
Aileen mengalami pelecehan seksual oleh seorang teman keluarga sejak usia kecil, trauma yang berdampak besar pada kepribadiannya.
Kehidupan sekolah Aileen juga tidak mudah. Dia berprestasi di bawah rata-rata, sering bolos, dan akhirnya dikeluarkan pada usia 15 tahun.
Masa Remaja yang Sulit
Setelah keluar sekolah, Aileen dan ibunya terus berpindah-pindah, dengan Aileen sering mengambil berbagai pekerjaan kecil untuk membantu keuangan keluarga.
Ketidakstabilan dan kurangnya dukungan membuat Aileen rentan terhadap eksploitasi.Pada usia 17 tahun, Aileen menikah dengan Lewis Gratz Fell, seorang pria yang jauh lebih tua.
Namun, pernikahan ini hanya bertahan beberapa minggu karena kekerasan fisik dan emosional dari Lewis.Setelah perceraiannya, Aileen mulai hidup di jalanan dan terlibat dalam prostitusi untuk bertahan hidup.
Dia pindah ke Florida pada tahun 1986, di mana dia akan menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya.
Kehidupan sebagai Pelacur
Wuornos bekerja sebagai pekerja seks komersial di Florida. Dia bekerja di sepanjang rute Interstate 75 di Florida selama tahun 1980-an dan 1990-an Dia sering diserang dan dianiaya oleh kliennya.
Kehidupan sebagai pekerja seks komersial sangatlah sulit. Aileen Wuornos sering mengalami kekerasan dan pelecehan dari pelanggannya. Dia juga sering diancam dan diperlakukan dengan tidak hormat.
Aileen Wuornos pernah ditembak oleh seorang pelanggan, dan dia pernah dipukuli sampai babak belur oleh pelanggan lain. Dia juga pernah diperkosa oleh pelanggannya.
Kekerasan dan pelecehan yang dialami Aileen Wuornos telah membuatnya menjadi sosok yang kasar dan agresif. Dia sering minum alkohol dan menggunakan narkoba untuk mengatasi trauma yang dialaminya.
Pada tahun 1986, dia bertemu dengan seorang wanita bernama Tyria Moore, yang menjadi kekasihnya.
Aileen Wuornos dan Tyria Moore bertemu pada tahun 1986 di sebuah bar gay di Daytona Beach, Florida. Mereka langsung jatuh cinta dan mulai berkencan.
Aileen saat itu berusia 30 tahun dan bekerja sebagai pekerja seks. Tyria berusia 24 tahun dan bekerja sebagai pelayan. Keduanya berasal dari latar belakang yang sulit, dan mereka menemukan kenyamanan satu sama lain.
Aileen dan Tyria mulai hidup bersama, dan mereka saling mendukung satu sama lain. Tyria membantu Aileen untuk mengatasi trauma masa kecilnya, dan Aileen membantu Tyria untuk menjadi lebih mandiri.
Namun, hubungan mereka juga tidak selalu berjalan mulus. Aileen sering mengalami kecemburuan dan kecurigaan, dan Tyria sering merasa tertekan oleh perilaku Aileen.
Pembunuhan-pembunuhan
Pada tahun 1990, Wuornos mulai membunuh kliennya. Aileen Wuornos membunuh tujuh pria dalam periode satu tahun, dari Desember 1989 hingga September 1990.
Berikut adalah daftar korbannya, dengan tahun dan bulan pembunuhannya:
- Richard Mallory, 51, dibunuh pada Desember 1989.
- David Spears, 43, dibunuh pada Februari 1990.
- Charles Carskaddon, 40, dibunuh pada Maret 1990.
- Peter Siems, 65, dibunuh pada April 1990.
- Troy Burress, 56, dibunuh pada Mei 1990.
- Charles Humphreys, 54, dibunuh pada Juli 1990.
- Walter Jeno Antonio, 62, dibunuh pada September 1990.
Semua korban adalah pelanggan Aileen Wuornos. Dia mengatakan bahwa dia membunuh mereka untuk membela diri, karena mereka akan menyerangnya atau mencoba memperkosanya.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Aileen Wuornos adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang membunuh pelanggannya hanya untuk uang.
Aileen Wuornos ditangkap pada November 1990. Dia mengaku membunuh semua korbannya.
Jalan Persidangan dan Eksekusi
Persidangan Aileen Wuornos dimulai pada tanggal 30 Maret 1992 di Pengadilan Tinggi Negara Bagian Florida di Daytona Beach. Dia didakwa dengan tujuh pembunuhan, dan dia menghadapi hukuman mati.
Jaksa penuntut menuntut Aileen dengan pembunuhan tingkat satu yang ancaman hukumannya adalah hukuman mati tetapi pebgacara Aileen berargumen bahwa Aileen Wuornos membunuh korbannya untuk membela diri, karena mereka akan menyerangnya atau mencoba memperkosanya.
Jaksa menghadirkan bukti bahwa Wuornos telah membunuh korbannya dengan kejam dan tanpa ampun. Mereka menunjukkan kepada juri bukti fisik, seperti peluru dan darah, dan mereka juga memanggil saksi yang melihat Wuornos dengan korbannya.
Pengacara menghadirkan bukti bahwa Wuornos mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual. Dia juga memanggil saksi yang mengatakan bahwa Wuornos pernah diserang oleh pelanggannya.
Juri memutuskan bahwa Wuornos bersalah atas enam pembunuhan, dan dia dijatuhi hukuman mati. Dia dihukum mati pada tanggal 9 Oktober 2002 di Florida State Prison, dengan cara disuntik.
Persidangan Aileen Wuornos adalah salah satu persidangan paling kontroversial dalam sejarah Amerika.
Banyak orang percaya bahwa Wuornos adalah korban kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual, dan mereka berpendapat bahwa dia harus dihukum dengan hukuman yang lebih ringan daripada hukuman mati.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Wuornos adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang pantas dihukum mati. Mereka berpendapat bahwa dia telah membunuh korbannya dengan kejam dan tanpa ampun, dan bahwa dia tidak layak untuk hidup.
Kasus Aileen Wuornos telah menjadi subjek dari banyak perdebatan. Beberapa orang percaya bahwa dia adalah seorang korban kekerasan seksual dan pelecehan yang didorong oleh rasa takut dan kemarahan. Orang lain percaya bahwa dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang kejam.
Baca Juga: Kisah Rainbow Maniac, Pembunuh Berantai Pengincar Pria Gay di Brazil yang Tak Terpecahkan
Terlepas dari pendapat Anda tentang Aileen Wuornos, ada satu hal yang pasti: dia adalah seorang wanita yang memiliki kehidupan yang sulit dan tragis.
Writer: Victor Median
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BuzzFeed, Wikimedia.or.id