Billy Chemirmir Pembunuh Berantai yang Habisi 20 Lansia Demi Perhiasan, Tewas Dibantai di Penjara
INDOZONE.ID - Pembunuh berantai Billy Chemirmir dikabarkan telah tewas dibunuh di penjara di dalam penjara Unit Coffield, Tennessee, Texas pada Selasa (19/9/2023).
Dia dibantai oleh sesama teman di unitnya, saat sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup karena kasus pembunuhan terhadap dua perempuan lansia.
Meski menjalani hukuman untuk dua pembunuhan, namun dia diyakini telah membunuh lebih dari 20 lansia lainnya. Billy Chemirmir telah melakukan aksi kejinya itu dari antara 2016 hingga 2018.
Awalnya, aksi kejinya enggak diketahui. Beberapa kematian lansia dianggap sebagai kematian yang wajar dan normal.
Baca Juga: Fakta Nama Jatinegara, Simbol Perlawanan Terhadap Belanda dan Kisah Rawa Bangke Bikin Merinding
Namun suatu hari, seorang korban berusia 91 tahun yang masih hidup, melaporkan aksi kejahatan yang telah dilakukan Chemirmir.
Ini dia kisah mengerikan Billy Chemirmir, si pembunuh berantai yang diduga telah membunuh lebih dari 20 lansia demi sebuah perhiasan.
Berasal dari Kenya
Billy Chemirmir lahir pada tahun 1972 dan dibesarkan di sebuah peternakan di Kenya, tepatnya antara Eldoret dan Nakuru.
Ayah Chemirmir memiliki tiga istri. Chemirmir mengaku bahwa dia memiliki 28 saudara kandung.
Pada 2003, dia meninggalkan Kenya dan pindah ke Amerika Serikat untuk bekerja sebagai pengasuh, di samping pekerjaannya lainnya menjual mobil.
Lalu pada 2004, dia menikah, namun dia digugat cerai oleh istrinya dua tahun kemudian.
Beberapa tahun kemudian, dia ditangkap dua kali oleh polisi karena mengemudi sambil mabuk pada 2010 dan 2011.
Dari sejak tahun ini, Billy Chemirmir mulai melakukan berbagai aksi kekerasan.
Menyerang perempuan lansia
Aksi kejahatan yang dilakukan Billy Chemirmir dimulai pada 2016. Dia manargetkan perempuan-perempuan lansia yang tinggal di panti jompo dan rumah pribadi.
Polisi yakin bahwa Billy Chemirmir menggunakan pengetahuannya tentang sistem layanan kesehatan, untuk memaksa masuk ke apartemen di mana para lansia tinggal.
Dia menyamar sebagai petugas layanan kesehatan atau pemeliharaan agar mendapatkan akses ke rumah-rumah para lansia.
Pada awalnya, sejumlah kematian pada lansia dalam beberapa waktu dianggap sebuah kewajaran dan enggak ada yang curiga.
Namun polisi baru merasa ada yang enggak beres dengan kematian lansia tersebut, ketika lansia bernama Diane Delahunty yang berusia 79 tahun ditemukan tewas di apartemennya pada 2017.
Putri lansia tersebut menemukan ibunya sudah tergeletak di lantai dan keluarga berasumsi bahwa dia terjatuh dari tempat tidur.
Akan tetapi, muncul hal yang janggal, yaitu hilangnya cincin di jari tangan lansia tersebut.
Pada 2018, lansia bernama Mary Bartel berusia 91 tahun melapor ke polisi bahwa dia menjadi korban perampokan oleh seorang pria.
Mary Bartel mengaku dibekap dengan bantal, lalu perhiasannya dicuri.
Karena kejadian ini mirip dengan meninggalnya seorang lansia setahun sebelumnya, polisi pun menangkap Billy Chemirmir.
Saat ditangkap di tempat parkir di depan kompleks apartemennya, dia sedang memegang perhiasan dan sejumlah uang tunai.
Dokumen perhiasan tersebut atas nama Lu Thir Harris, seorang lansia berusia 81 tahun. Lantas polisi pun mendatangi kediaman Harris, dan menemukan lansia tersebut telah tewas.
Membunuh 22 lansia perempuan
Polisi meyakini bahwa Billy Chemirmir telah membunuh 22 lansia perempuan dari antara tahun 2016 hingga 2018.
Pada 2022, pengadilan menyatakan bahwa dia terbukti bersalah telah membunuh dua lansia bernama Harris dan Marry Brooks.
Namun kepada hakim, dia tetap mengaku enggak bersalah. Oleh hakim, dia tetap dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup.
Pada 19 September 2023, dia diserang oleh teman satu selnya dan dibunuh hingga tewas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber