Rabu, 17 JUNI 2026 • 15:47 WIB

Tes DNA Modern Buktikan Remaja Utah yang Tewas saat Halloween 1974 adalah Korban Ted Bundy

Author

Korban pembunuh berantai Ted Bundy (Istimewa)

INDOZONE.ID - Lebih dari lima dekade setelah kasusnya mengguncang Amerika Serikat, identitas pembunuh remaja bernama Laura Ann Aime akhirnya dipastikan. Hasil pengujian DNA terbaru mengonfirmasi bahwa pelaku di balik kematian gadis 17 tahun tersebut adalah Ted Bundy, salah satu pembunuh berantai paling terkenal dalam sejarah kriminal Amerika.

Laura menghilang pada malam Halloween tahun 1974 setelah meninggalkan sebuah pesta sendirian di Utah. Sekitar sebulan kemudian, jasadnya ditemukan di tepi jalan kawasan American Fork Canyon.

Sejak awal, penyidik mencurigai Bundy terlibat dalam kasus tersebut. Bahkan sebelum dieksekusi pada 1989, Bundy sempat mengakui perbuatannya meski tidak pernah memberikan rincian kejadian.

Namun, tanpa bukti forensik yang kuat, kasus itu tetap terbuka selama puluhan tahun.

Baca juga: CIA Dituduh Cari Keturunan Alien Lewat Tes DNA

Kepastian baru muncul berkat perkembangan teknologi DNA. Menurut otoritas Utah, sejumlah barang bukti yang disimpan sejak 1974 berhasil dianalisis kembali menggunakan teknologi laboratorium terbaru yang mampu mengekstraksi DNA dari sampel yang sangat kecil dan telah mengalami degradasi karena usia.

Hasilnya mengarah pada satu profil DNA laki-laki yang kemudian dicocokkan dengan basis data nasional penegak hukum. Profil tersebut terbukti identik dengan DNA Ted Bundy.

Bagi keluarga korban, pengumuman ini menjadi jawaban yang telah mereka tunggu selama bertahun-tahun. Michelle Impala, adik Laura, mengaku terharu karena kasus kakaknya akhirnya menemukan titik terang setelah lebih dari 50 tahun.

Saat Laura meninggal, Michelle baru berusia 12 tahun. Meski terpaut lima tahun usia, keduanya sangat dekat. Mereka tumbuh bersama di sebuah peternakan keluarga di Utah dan sering menghabiskan waktu menunggang kuda. Dalam konferensi pers, Michelle mengenang salah satu kuda milik kakaknya yang gemar diberi camilan licorice merah.

"Setelah Laura meninggal, kuda itu tidak pernah mau memakannya lagi," kenangnya.

Baca juga: Benarkah Ted Bundy Pernah Membantu Polisi Menangkap Pembunuh Berantai saat Masih di Penjara?

Ted Bundy sendiri diketahui bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 30 perempuan dan anak perempuan di berbagai negara bagian Amerika Serikat sepanjang 1970-an. Sosoknya menjadi perhatian publik karena berbeda dari gambaran pelaku kejahatan pada umumnya. 

Banyak orang menilai Bundy berpenampilan menarik, cerdas, dan karismatik, sehingga sulit dipercaya bahwa ia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.

Pada 1974, saat Laura dibunuh, Bundy sedang menempuh pendidikan hukum di University of Utah. Setahun kemudian, ia ditangkap setelah polisi menemukan sejumlah barang mencurigakan di mobilnya, termasuk tali, borgol, dan topeng ski.

Bundy kemudian divonis bersalah dalam kasus penculikan dan penyerangan terhadap seorang remaja yang berhasil melarikan diri. Saat menjalani hukuman penjara, ia kembali didakwa atas kasus pembunuhan lainnya.

Pada 1977, Bundy sempat dua kali melarikan diri dari tahanan. Setelah kabur untuk kedua kalinya, ia melarikan diri ke Florida dan kembali melakukan serangkaian kejahatan yang membuat namanya semakin dikenal.

Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada Januari 1978 ketika ia menyerang asrama mahasiswi Chi Omega di Florida State University. Beberapa perempuan menjadi korban dalam insiden tersebut. Kurang dari sebulan kemudian, Bundy menculik dan membunuh Kimberly Leach, gadis berusia 12 tahun yang diyakini sebagai korban terakhirnya.

Setelah kembali ditangkap, Bundy akhirnya dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi menggunakan kursi listrik pada 1989.

Baca juga: Motif Ted Bundy Psikopat Ganteng Incar Wanita, Balas Dendam Mantan Pacar atau Ibu?

Kini, dengan terungkapnya kasus Laura Ann Aime melalui teknologi DNA modern, satu lagi misteri yang selama puluhan tahun menghantui keluarga korban akhirnya menemukan jawaban. Pihak berwenang juga berharap profil DNA tersebut dapat membantu mengungkap kemungkinan korban lain yang hingga kini masih belum terpecahkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: AP

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU