INDOZONE.ID - Sebuah kasus ganjil terjadi di Tehran Iran beberpa waktu lalu ketika seorang pria nekat merampok bank setelah diyakinkan bahwa dirinya tidak terlihat. Ia sebelumnya membayar 5 juta rial atau US$500 kepada seorang “dukun” yang mengaku bisa membuatnya menghilang dari pandangan manusia.
Menurut laporan media lokal yang dikutip sejumlah situs internasional, pria tersebut datang ke bank dengan keyakinan penuh bahwa dirinya telah menjadi tak kasat mata. Namun, alih-alih berjalan mulus, aksinya justru berakhir cepat. Ia terlihat jelas oleh para nasabah saat mulai mengambil uang secara terang-terangan.
Para pengunjung bank langsung menghentikannya sebelum polisi datang. Dalam persidangan, pria itu mengaku bahwa dirinya telah ditipu. Ia percaya jimat dan mantra yang diberikan sang “penyihir” akan membuatnya kebal dari penglihatan orang lain.
Baca juga: Kasus Perampokan Terbesar Sepanjang Sejarah Inggris dengan Fakta Gokil dan Plot Twist
Siapa Pelakunya? Identitas yang Disembunyikan
Menariknya, hingga kini identitas pria tersebut tidak pernah dipublikasikan secara resmi. Media hanya menyebutnya sebagai “pria Iran” tanpa nama.
Pihak kepolisian lebih fokus pada pencarian sosok di balik penipuan tersebut—seorang dukun palsu yang memanfaatkan kepercayaan korban. Dalam beberapa laporan, pelaku penipuan ini digambarkan sebagai “holy man” atau figur spiritual yang menjanjikan kekayaan instan melalui cara gaib.
Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku utama yang tertangkap justru bukan dalang utamanya, melainkan korban manipulasi. Polisi bahkan menyatakan sedang memburu si penipu, yang saat itu masih buron.
Pola Penipuan Berbasis Kepercayaan Mistis
Kasus ini bukan peristiwa tunggal. Dalam konteks sosial Iran dan sejumlah wilayah lain, kepercayaan terhadap hal gaib seperti jin dan sihir masih cukup kuat di sebagian masyarakat. Hal ini sering dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan penipuan.
Modusnya relatif serupa: pelaku menawarkan solusi instan—kekayaan, kekuatan, atau kemampuan supranatural—dengan imbalan uang. Dalam kasus ini, korban dijanjikan “kekuatan tak terlihat” untuk melakukan kejahatan tanpa risiko.
Baca juga: Fakta-fakta tentang Black Annis: Hantu Nenek Penyihir asal Inggris yang Suka Makan Anak Kecil
Namun realitasnya, kepercayaan tersebut justru menjerumuskan korban ke tindakan kriminal yang nyata dan berujung hukuman.
Mengaku tertipu di persidangan
Dari sudut pandang investigatif, kasus ini memperlihatkan kombinasi berbahaya antara kepercayaan buta dan ambisi ekonomi. Pria tersebut bukan hanya korban penipuan, tetapi juga pelaku kejahatan yang dilakukan dengan kesadaran—meski dilandasi keyakinan keliru.
Ia sendiri mengakui kesalahannya di pengadilan dengan mengatakan bahwa ia “ditipu” dan baru menyadari setelah kejadian berlangsung.
Kasus ini juga menyoroti celah dalam pengawasan terhadap praktik-praktik pseudo-spiritual yang kerap tidak tersentuh hukum hingga menimbulkan dampak nyata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram, News24