Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 16:45 WIB

Veteran Forensik Ini Tak Yakin Kurt Cobain Bunuh Diri, Sebut TKP 32 Tahun Lalu Sudah Direkayasa

Author

Kurt Cobain dan forensik Bryan Burnett (Instagram, The Sun)

INDOZONE.ID - Kontroversi kematian Kurt Cobain masih terus diangkat mesti sudah lebih dari 30 tahun berlalu. Bahkan seorang pakar forensik veteran mempertanyakan keputusan bunuh diri yang dikeluarkan pada 1994 silam.

Hal ini pun  memicu kembali perdebatan yang dianggap sudah lama selesai dan hanya berupa teori konspirasi penggila true crime. 

Mengutip akun Metaladdict, seorang ilmuwan forensik berusia 80 tahun, Bryan Burnett, yang sudah menyelidiki tiga ribu kasus investigasi menguak kembali kasus tersebut.

Burnett, yang keahliannya meliputi analisis pola noda darah, pengujian residu tembakan, dan rekonstruksi TKP, kini mengklaim bahwa bukti fisik seputar kematian Cobain tidak sesuai dengan penentuan awal dan malah menunjukkan bahwa TKP sengaja direkayasa.

Baca juga: 10 Fakta Penting Terkait Kematian Kurt Cobain 27 Tahun Lalu, Bunuh Diri atau Dibunuh?

Penyelidik terlalu cepat mengambil kesimpulan

Alih-alih berfokus pada motif atau spekulasi, argumen Burnett bertumpu pada prosedur — atau, seperti yang ia lihat, kurangnya prosedur. Ia berpendapat bahwa langkah-langkah forensik tidak pernah dilakukan ketika TKP pertama kali diperiksa, sehingga para penyelidik terlalu cepat mengambil kesimpulan. 

Dalam sebuah wawancara dengan The Sun, Burnett mengatakan bahwa tidak ada analis pola noda darah yang berkualifikasi hadir pada saat itu, sebuah keputusan yang menurutnya memiliki konsekuensi jangka panjang bagi kasus tersebut.

Bukti darah di pakaian Cobain

Menurut Burnett, bukti darah yang ditemukan pada pakaian Cobain menimbulkan tanda tanya besar. Ia berpendapat bahwa letak dan sifat noda tersebut tidak sesuai dengan keterangan resmi dan hanya bisa ditumpahkan oleh orang lain setelah cedera fatal terjadi. 

Dalam penilaiannya, detail ini saja sudah merusak narasi bahwa tempat kejadian perkara secara akurat mencerminkan apa yang terjadi.

Penemuan mayat Kurt Cobain di rumahnya. (Istimewa)

TKP di rumah kaca telah diubah?

Burnett juga mempertanyakan apakah lokasi penemuan mayat Cobain secara akurat mewakili posisi asli tubuhnya. Ia mengklaim bahwa TKP di dalam rumah kaca telah diubah, dengan alasan bahwa Cobain dipindahkan dan kemudian diposisikan ulang sedemikian rupa sehingga mendukung kesimpulan yang telah ditentukan sebelumnya. 

Baca juga: Rahasia Mengerikan Tentang Kematian Kurt Cobain 30 Tahun Lalu: FBI Buka Berkas dan Penolakan Penyelidikan Ulang

Jika benar, kata Burnett , hal ini akan secara fundamental mengkompromikan integritas penyelidikan.

Temuan toksikologi dan tingkat morfin

Laporan forensik toksikologi merupakan landasan lain dari analisisnya. Tingkat morfin yang dilaporkan ditemukan dalam tubuh Cobain telah lama menjadi subjek perdebatan, dan Burnett berpihak pada mereka yang berpendapat bahwa konsentrasi tersebut akan menyebabkan gangguan fisik yang ekstrem. 

Dari sudut pandang forensik, ia percaya hal ini menimbulkan keraguan apakah Cobain dapat bertindak sendirian di saat-saat terakhir menjelang kematiannya.

Foto-foto TKP meragukan

Kekhawatiran juga muncul mengenai kualitas foto-foto tempat kejadian perkara. Burnett mengkritik dokumentasi asli tersebut, menyatakan bahwa gambar-gambar itu sangat gelap sehingga detail-detail penting menjadi kabur dan kemudian memerlukan peningkatan digital agar terlihat. 

Menurutnya, hal ini semakin mempersulit upaya untuk menarik kesimpulan definitif dari bukti sebagaimana adanya.

Foto TKP Kurt Cobain (The Sun)

Untuk mendukung posisinya, Burnett merujuk pada investigasi masa lalu yang pernah ia tangani terkait kematian yang awalnya dinyatakan dengan satu cara tetapi kemudian dipastikan telah direkayasa. 

Di antaranya adalah kasus Kolonel Marinir James Sabow tahun 1991, yang menurut Burnett memiliki kesamaan forensik yang mencolok dengan kematian Cobain .

Baca juga: Pulung Gantung: Mitos Lokal Bunuh Diri pada Masyarakat Gunungkidul

Kelompok investigasi Who Killed Kurt

Temuan Burnett dikumpulkan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas oleh kelompok investigasi Who Killed Kurt, yang dipimpin oleh Michelle Wilkins . Pada November 2025, kelompok tersebut secara resmi menyerahkan laporan forensik Burnett kepada Kepala Kepolisian Seattle, Shon Barnes, bersama dengan materi terkait balistik yang diberikan kepada Pemeriksa Medis King County.

Yang perlu diperhatikan, kelompok tersebut tidak meminta pihak berwenang untuk segera mengklasifikasikan kembali kematian Cobain sebagai pembunuhan. 

Sebaliknya, mereka meminta agar putusan diubah menjadi "tidak ditentukan" dan kasus tersebut dibuka kembali untuk peninjauan lebih lanjut, sehingga standar forensik modern dapat diterapkan pada bukti-bukti yang ada.

Sampai saat tulisan ini dibuat, pihak berwenang Seattle belum memberikan komentar publik terkait pengajuan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Metaladdict, The Sun

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU