Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 17:51 WIB

Cerita Oey Tambahsia: Playboy Elite Tionghoa di Batavia Abad 19: Digantung di Museum Fatahilah

Author

Oey Tambahsia (Istimewa)

INDOZONE.ID - Abad 19, Batavia. Ada sebuah kisah kelam tentang seorang sudagar besar dari kelas elite Batavia yang ternyata penjahat kelamin, playboy arogan, dan simbol kebejatan moral di masa kolonial. 

Namanya menjadi momok bagi para gadis dan istri orang pada era tersebut. Saking menyebalkan, orang tua sampai menyembunyikan anak daranya, takut jika wajah cantik putrinya tertangkap mata Tambahsia atau kaki tangannya. 

Kekuasaan uang membuatnya nyaris tak tersentuh—hingga pada akhirnya, hukum kolonial menjatuhkan vonis paling kejam: mati di tiang gantungan.

Beriku beberapa fakta menarik seperti yang dikutip dari akun Bumi Psutakan di Facebook.

Pria Tionghoa yang suka flexing kekayaan orang tua.

Oey Tambahsia lahir dari keluarga Tionghoa kaya di Batavia. Sejak muda ia telah Menerima warisan besar dari ayahnya, hidup berlimpah tanpa harus bekerja keras, Tumbuh dengan watak arogan, pamer, dan sewenang-wenang. 

Baca juga: Cerita Horor di Gunung Slamet: Banyak Orang Hilang dan Tersesat, Termasuk Mahasiswa Asal Magelang

Alih-alih menggunakan kekayaan untuk usaha atau kehormatan keluarga, Tambahsia menjadikannya alat pemuas nafsu. Bahkan ketika usianya masih terbilang remaja, ia sudah dikenal luas sebagai lelaki hidung belang.

Bintang Mas: Sarang Kenikmatan di Ancol

Tambahsia memiliki sebuah rumah peristirahatan di kawasan Ancol, yang diberinya nama Bintang Mas. Tempat ini bukan sekadar vila, tapi menjadi lokasi pesta dan hiburan pribadi Tempat menyimpan wanita-wanita hasil bujukan kaki tangannya.

Wanita-wanita itu didapat dengan berbagai cara: Dirayu dengan uang dan dijanjikan kehidupan mewah. Bahkan dijebak oleh mak comblang yang dibayar. 

Bintang Mas menjadi ruang tertutup yang tak tersentuh hukum, tempat kehormatan perempuan kerap direnggut tanpa daya.

Baca juga: Misteri Asal Kuntilanak: Dari Cerita Sang Sultan hingga Mitosnya di Negara Tetangga

Skandal Istri Tukang Kelontong

Salah satu kisah paling tragis adalah skandal dengan istri seorang tukang kelontong di daerah Tongkangan. Seorang kaki tangan Tambahsia melihat wanita cantik itu. Meski sudah bersuami, Tambahsia tetap mengincarnya. 

Dengan bantuan seorang mak comblang wanita muda miskin istri tukang kelontong itu berhasil dipikat.

Modusnya rapi: Saat suaminya berkeliling berdagang, sang istri diam-diam naik kereta ke Bintang Mas. Perselingkuhan berlangsung berulang.

Akhirnya, suami korban mencium gelagat tak beres. Pertengkaran hebat terjadi, dan sang istri diam-diam kabur dari rumah, lalu menetap di Ancol sebagai simpanan Tambahsia.

Suami Malang yang Hilang Misterius

Suami yang putus asa mencari istrinya ke mana-mana, hingga mendapat kabar bahwa sang istri “disimpan” di Bintang Mas. Ia datang sendiri, berteriak-teriak memanggil nama istrinya di depan pesanggrahan. 

Namun ia dihalangi penjaga Diusir, tetapi menolak pergi, bertingkah seperti orang kalap. Di dalam rumah, Tambahsia dan wanita itu mendengar keributan. Merasa situasi berbahaya, Tambahsia memerintahkan kereta disiapkan. Kereta kuda melaju kencang menuju Pasar Ikan. 

Suami malang itu mengejar dengan nekat, hingga kehabisan tenagaIa Jatuh terduduk di jalan, menghilang selamanya. 

Ia tak pernah pulang. Rumahnya terkunci rapat. Desas-desus menyebut ia bunuh diri dengan menceburkan diri ke laut, namun jasadnya tak pernah ditemukan.

Wanita Simpanan Favorit dan Pernikahan Formal

Sejak itu, janda tukang kelontong tersebut menjadi simpanan favorit Tambahsia. Hal ini membuat ibunya, Nyonya Oey, khawatir takut anaknya menjadikan wanita itu istri sah, takut nama keluarga tercemar

Ia membujuk Tambahsia untuk menikah secara terhormat, berharap pernikahan bisa meredam kebinalannya sebuah harapan umum orang tua zaman itu. Tambahsia setuju, dengan satu syarat: Ia sendiri yang memilih calon istri. 

Namun, harapan itu sia-sia.  

Setelah menikah, Tambahsia tak berubah. Salah satu simpanannya yang paling terkenal adalah Raden Ayu Gunjing, seorang sinden yang dikenalnya saat berkunjung ke Pekalongan. Meski sudah memiliki istri sah, sudah memelihara RA Gunjing, Tambahsia tetap menganggap janda tukang kelontong sebagai wanita favoritnya.

Akhir Kejahatan: Tiang Gantungan Batavia

Segala kesombongan dan kebejatan itu akhirnya berujung petaka. Oey Tambahsia terjerat kasus pembunuhan, kejahatan yang tak lagi bisa ditutup uang atau pengaruh.

Pemerintah kolonial menjatuhkan vonis terberat. 

Hukuman mati dengan tiang gantungan. Eksekusi dilakukan di bangunan yang kini dikenal sebagai Museum Fatahillah. Tempat wisata itu dahulu menjadi saksi akhir hidup seorang predator sosial Batavia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Facebook

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU