INDOZONE.ID - Samuel Little dianggap pembunuh berantai paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.
Meski hanya dihukum atas tiga kasus, ia mengaku membunuh 93 orang selama puluhan tahun.
Saat mendengar istilah pembunuh berantai, banyak orang langsung teringat Ted Bundy atau John Wayne Gacy.
Namun dalam catatan kriminal Amerika, nama Samuel Little berada di posisi teratas.
Sosoknya tidak flamboyan. Tidak banyak disorot media saat beraksi.
Tapi dari jumlah korban yang terkonfirmasi, Samuel Little dianggap sebagai pembunuh berantai paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.
Little hanya divonis atas tiga pembunuhan. Namun di balik jeruji besi, ia mengaku telah membunuh 93 orang antara tahun 1970 hingga 2005.
Baca juga: Kisah 'Spring-Heeled Jack': Teror Misterius di London Sebelum Era Jack the Ripper
Hingga 2020, penyelidik berhasil memverifikasi sedikitnya 50 kasus di berbagai negara bagian.
Predator Licin
Samuel Little lahir dengan nama Samuel McDowell pada 7 Juni 1940 di Georgia. Masa kecilnya jauh dari kata stabil.
Ia dibesarkan oleh neneknya, putus sekolah, dan sejak muda akrab dengan dunia kriminal.
Sepanjang hidupnya, Little berpindah-pindah kota.
Ia hidup sebagai pengembara, mantan petinju, dan pelaku kejahatan kecil. Catatan kriminalnya mencakup pencurian, perampokan, narkoba, hingga kekerasan.
Gaya hidup nomaden inilah yang membuatnya sulit dilacak.
Ia nyaris tak meninggalkan jejak, lalu menghilang sebelum kecurigaan muncul.
Korban yang Tak Dipedulikan Masyarakat
Sebagian besar korban Samuel Little adalah perempuan di pinggiran masyarakat. Pengguna narkoba, pekerja seks, dan tunawisma menjadi target utamanya.
Little secara terbuka mengakui motif ini. Ia memilih orang-orang yang, menurutnya, “tidak akan dirindukan”.
Mereka yang hidupnya jarang mendapat perhatian, apalagi perlindungan.
Pilihan korban ini menjadi alasan utama mengapa kejahatannya bertahan begitu lama tanpa terungkap.
Modus Operandi Samuel Little yang Sulit Dideteksi
Sebagai mantan petinju, Samuel Little mengandalkan kekuatan fisik. Ia memukul korban hingga tak sadarkan diri, lalu mencekik mereka sampai meninggal.
Ia tidak menggunakan pisau atau senjata api. Akibatnya, banyak jasad korban tidak menunjukkan tanda kekerasan yang jelas.
Dalam banyak kasus, kematian korban diklasifikasikan sebagai overdosis, kecelakaan, atau sebab alami.
Kasus pun ditutup sebelum penyelidikan mendalam dilakukan.
Mengapa Banyak Pengakuan Tak Berujung Vonis?
Meski mengaku hampir seratus pembunuhan, hanya sebagian kecil yang bisa diproses hukum. Banyak kasus sudah terlalu lama, bukti fisik hilang, dan saksi meninggal dunia.
Tidak ada DNA, tidak ada TKP yang terjaga, dan sering kali tidak ada keluarga yang melapor. Waktu menjadi musuh utama para penyelidik.
Hingga 2020, lebih dari 50 pengakuan Samuel Little berhasil diverifikasi.
Sisanya masih menjadi misteri, tersimpan dalam arsip kasus dingin di berbagai negara bagian.
Pengakuan
Di penjara, Little membantu penyelidik dengan cara yang tak biasa. Ia menggambar sketsa wajah para korban dan menjelaskan detail lokasi serta waktu kejadian.
Upaya ini membuka kembali banyak kasus lama. Aparat terus meminta bantuan publik agar keluarga korban muncul dan identitas “Jane Doe” bisa dipulihkan.
Harapannya agar dia memberi nama, cerita, dan penutupan bagi para korban yang selama ini terlupakan.
Samuel Little tidak mengklaim pengakuannya sebagai bentuk kebanggaan. Ia menyebut dirinya membantu sistem hukum, bahkan menyelamatkan orang-orang yang mungkin salah dihukum.
“Jika saya bisa membantu membebaskan seseorang dari penjara,” katanya kepada pewawancara.
“Maka Tuhan mungkin akan lebih tersenyum kepada saya,” lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crime+Investigation