INDOZONE.ID - Di suatu akhir pekan pada Febraru 2003, lima orang pria menjalani operasi pencurian berlian terbesar di dunia, tepatnya di Antwerp, Belgia.
Operasi pencurian ini dipimpin oleh Leonardo Notarbartolo, melibatkan kelompok pencuri yang dijuluki School of Turin. Mereka menjalankan aksinya di tanggal 15 Februari di Antwerp dan berhasil membawa berlian senilai 100 juta dolar AS.
Walaupun sudah lewat puluhan tahun lamanya, sebagian berlian yang dicuri tak pernah ditemukan. Satu hal yang bikin tercengan adalah mereka berhasil melewati berbagai sistem keamanan super ketat yang pernah ada di dunia.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Naik Gunung Menurut Islam, Berdoalah Agar Terhindar dari Ujian Hidup
Siapa yang Terlibat Operasi?
Notarbartolo melakukan aksinya bersama empat orang lain bernama, Speedy, the Monster, the Genius, dan the King of Keys.
Speedy atau Peitro Tavano merupakan kawan lama dari Notarbartolo, yang tugasnya adalah memberikan update perkembangan operasi dan memastikan pelarian bisa berjalan cepat dan lancar.
Selanjutnya ada the Monster atau Ferdinando Finotto, seorang ahli pembuka kunci, teknisi listrik, dan pengemudi yang dikenal punya kekuatan fisik besar.
Lalu the Genius atau Elio D’Onorio yang dikenal karena keahliannya di bidang elektronik, khususnya pada sistem alarm. Terakhir, ada the King of Keys, seorang master kunci terbaik di dunia. Identitas asli dari the King of Keys ini masih jadi misteri.
Namun, Notarbartolo mengungkapkan bahwa mereka bukanlah otak utama, melainkan orang yang disewa untuk melakukan aksinya.
Ia didekati oleh seorang pedagang berlian beberapa tahun sebelumnya, ditawari uang senilai 100.000 Euro untuk melakukan aksi perampokan tersebut. Otoritas Italia sempat mencurigai Benedetto Capizzi, anggota mafia Sisilia. Tapi Notarbartolo membantah keterlibatannya.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Rambut Botak Menurut Primbon Jawa yang Ternyata Jadi Pertanda Buruk!
Proses Pembobolan dan Pencurian
Brankas Antwerp Diamond Center memiliki sistem keamanan berlapis, bahkan mencapai 10 lapisan. Namun, sistem itu sepenuhnya berhasil ditembus oleh Notarbartolo dan tim.
Beberapa tahun sebelumnya, Notarbartolo telah menyewa kantor di Diamond Center. Ia mengaku mempelajari dan mengamati sejak lama semua hal di kawasan tersebut.
Ia juga mempelajari brankas tiruan, cara melewati sistem keamanan, hingga kunci magnetis dan detektor getaran, cahaya, panas, & gerak.
Seminggu sebelum operasi, Notarbartolo datang ke gedung dan seakan-akan ingin mengecek berliannya di dalam brankas. Karena ia menyewa di dalam gedung tersebut, penjaga pun tidak merasa curiga.
Saat di dalam, ia memasang sebuah kamera misi dan tersembunyi, dan di set-up untuk melihat orang ketika memasukan kode brankas. Diketahui, kombinasi kode pada brankas tersebut mencapai 100 juta kombinasi.
Baca juga: Kisah Kasim, Dikebiri sejak Kecil hingga Menguasai Kekaisaran Tiongkok
Sehari sebelum operasi, Notarbartolo kembali datang ke brankas dengan gaya jas mewahnya. Ia bilang kepada petugas gedung bahwa dirinya ingin menaruh berlian ke brankas. Tapi tak disangka, ia menyemprotkan handspray kepada sensor yang ada. Sehingga sensor tersebut lumpuh dan tidak terde
Notarbartolo dan tim masuk ke dalam dari gedung yang sudah reot, lalu tersambung ke sebuah taman di belakang Diamond Center, lalu the Genius naik menggunakan tangga untuk ke lantai 2.
The Genius menggunakan tameng polyester untuk menipu sensor supaya tidak menangkap panas tubuh. Ia juga menonaktifkan sensor alarm di salah satu jendela balkon. Akan tetapi, polisi yakin bahwa mereka masuk lewat garasi dengan sebuah kunci palsu.
Selain itu, the Genius menggunakan lempengan aluminium khusus agar bisa menggeser sensor magnet dari pintu, sedangkan sensor cahaya ditutup dengan selotip.
Begitu mereka sampai di ruang utama, mereka langsung membuka dengan kunci utama yang ternyata ada di ruang utilitas.
Setelah berhasil masuk brankas, mereka sukses membuka 109 dari 189 kotak deposit, lalu mengambil berlian dan uang tunainya. Mereka kabur menuju apartemen Notarbartolo, hingga akhirnya melanjutkan pelarian ke Italia.
Baca juga: 5 Zodiak Cewek yang Paling Kaku dan Tegas, Salah Satunya Kamu?
Bagaimana Bisa Tertangkap?
Pada awalnya, operasi ini terlihat berhasil sampai ada sebuah bukti yang ternyata ada di dalam kantong sampah yang dibuat di pinggir jalan di Brussels.
Berdasarkan pengakuan Notarbartolo di WIRED, ia dan Speedy membuat kantor sampah penuh barang bukti di jalan tol E19. Saat itu, Speedy panik dan langsung membuat barang bukti begitu saja di tepi jalan. Padahal, rencana awal yaitu membakarnya.
Ternyata, tempat mereka meninggalkan sampah tersebut dimiliki oleh August Van Camp, ia pun langsung melapor ke polisi.
Di dalamnya terdapat sebuah faktur, polisi pun datang ke toko yang tercantum dan meminta untuk mengecek CCTV, dan mengenali sosok Ferdinando Finotto atau the Monster. Ia memang dicurigai atas perampokan lain, karena memiliki rekam jejak serupa.
Selain itu, polisi juga menemukan surat yang menyebutkan D’Onorio atau the Genius. Dalam surat tersebut tercantum bahwa D’Onorio mendapatkan izin untuk melakukan pekerjaan sistem keamanan dari Notarbartolo.
Polisi juga mulai menemukan bukti lain yaitu faktur pembelian tentang sistem keamanan pengawasan yang dibeli atas nama Notarbartolo. Dan yang paling jelas yaitu adanya sisa sandwich di tumpukan sampah tersebut, ketika dicek DNA nya ternyata punya Notarbartolo.
Dari sinilah, kepolisian Belgia mencari tahu lebih dalam dan bekerja sama dengan kepolisian Italia untuk mengungkapkan kasus tersebut.
Sementara itu, aksi Notarbartolo sebelum pencurian sudah dicurigai oleh manajemen gedung. Polisi Belgia dan Italia melakukan penggerebekan di rumah Notarbartolo di Turin, serta menemukan berbagai barang bukti terkait persiapan perampokan.
Notarbartolo pun diinterogasi, hingga akhirnya terpetakan jaringan tim nya yang terlibat. Saat ditanya tentang sisa berlian, Notarbartolo membeberkan bahwa berlian ini bukan sepenuhnya milikinya, tapi mereka hanya disewa.
Kalimat ini memunculkan asumsi baru, bahwa perampokan ini melibatkan orang besar, termasuk orang dalam di Diamond Center. Sebab itu, Notarbartolo dan timnya hanya sebagai pion.
Baca juga: 5 Arti Mimpi Dikejar Ular Menurut Islam, Pertanda Buruk atau Baik?
Hukuman Penjara
Walaupun sebagian besar barang curian tidak ditemukan, Notarbartolo dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dengan bukti tidak langsung. Ia langsung ditangkap beberapa hari setelah operasi dijalankan.
Sementara itu, the Monster ditangkap pada tahun 2007 di Italia, lalu dihukum 5 tahun penjara. Demikian dengan D’Onoria yang diekstradisi ke Belgia tahun 2007 dan dapat hukuman yang sama.
Untuk Speedy juga dihukum selama 5 tahun di Italia, sedangkan the King of Keys sampai saat ini belum terungkap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: People.com