INDOZONE.ID - Naiknya Kim Jong Un jadi pemimpin tertinggi Korea Utara tahun 2011 ternyata jadi awal cerita sedih untuk satu orang: kakaknya sendiri, Kim Jong Nam.
Dunia baru ngeh siapa target sebenarnya saat sebuah kejadian aneh menggemparkan Bandara Kuala Lumpur tahun 2017.
Insiden Aneh di Bandara
Tanggal 13 Februari 2017 pagi, seorang pria yang memakai paspor atas nama Kim Chol lagi nunggu penerbangan ke Makau.
Rekaman CCTV memperlihatkan dua perempuan (satu asal Vietnam, satu Indonesia) mendekatinya dan secepat kilat mengusap sesuatu ke wajah pria itu.
Baca juga: Fenomena Aneh tapi Nyata: Kriminal yang Punya Banyak Fans
Cuma hitungan menit, pria itu langsung mengeluh pusing, linglung, dan akhirnya jatuh pingsan.
Dia dilarikan ke klinik bandara, tapi kondisinya makin drop dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
Belakangan terungkap, "Kim Chol" itu sebenarnya adalah Kim Jong Nam, anak sulung dari pemimpin sebelumnya, Kim Jong Il, sekaligus kakak tiri Kim Jong Un.
Profil Sang Kakak yang Terasingkan
Kim Jong Nam lahir tahun 1971 dari hubungan rahasia Kim Jong Il dengan seorang aktris, Song Hye Rim.
Karena hubungannya nggak direstui keluarga, masa kecilnya diwarnai kesepian dan keterasingan.
Dia sempat dikirim sekolah ke luar negeri dan di sanalah pemikirannya banyak terbuka.
Baca juga: Tragedi Kota Libby: Ketika Satu Kota di Amerika Keracunan Debu Asbes Selama 100 Tahun
Begitu balik ke Pyongyang, Jong Nam berubah jadi pribadi yang kritis dan sering mempertanyakan sistem negaranya sendiri.
Sikapnya ini bikin hubungannya dengan sang ayah merenggang. Setelah menikah dan punya anak, dia akhirnya diizinkan tinggal di luar Korea Utara.
Masalah besar timbul tahun 2001, ketika dia ketahuan pakai paspor palsu buat liburan ke Disneyland Tokyo.
Kejadian memalukan ini bikin dia benar-benar diusir dan menetap di Makau.
Di sana, dia hidup lebih bebas, tapi selalu pakai nama samaran dan merasa dirinya seperti "target berjalan".
Baca juga: Penemuan Paling Mengerikan Saat Renovasi Rumah: Dari Misteri hingga Tragedi
Bentrok dengan Sang Adik
Walaupun udah diasingkan, Jong Nam sesekali berkomentar ke media tentang politik Korea Utara.
Pernyataannya yang menentang sistem kepemimpinan turun-temurun di keluarganya dianggap sebagai ancaman serius.
Sejak saat itulah, banyak yang yakin Kim Jong Un mulai mengincar nyawanya.
Autopsi, Ricuh Diplomatik, dan Racun Mematikan
Pihak Malaysia bersikukuh mau melakukan autopsi, meski Korea Utara ngotot menolak dan minta jenazahnya langsung diserahkan.
Hasil autopsi bikin bulu kuduk merinding: Kim Jong Nam tewas karena racun saraf VX—salah satu zat paling mematikan di dunia yang dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal.
Baca juga: Pencurian Ekstrem di Museum Louvre: Aksi 8 Menit yang Menggemparkan Dunia
Suasana makin memanas ketika Malaysia dan Korea Utara saling sandera warga negara masing-masing.
Untungnya, krisis diplomatik ini akhirnya mereda setelah negosiasi alot.
Plot Twist: Dua Perempuan yang Dikirim Nge-Prank
Yang paling bikin heboh dari kasus ini adalah pengakuan dua perempuan pelakunya: Siti Aisyah (Indonesia) dan Doan Thi Huong (Vietnam).
Mereka berdua ngaku dikira lagi ikut acara "prank" atau lawakan.
Mereka direkrut sama beberapa pria yang ngaku-ngaku sebagai produser acara hidden camera, dan dibayar buat mengusap cairan (yang dikira minyak atau baby oil) ke wajah orang asing.
Siti dan Doan percaya banget itu cuma kerjaan iseng buat konten lawakan. Mereka dibayar tiap kali beraksi, yang makin bikin mereka yakin.
Sayangnya, di hari naas itu, cairan yang mereka usap ke wajah Kim Jong Nam bukan lagi baby oil, tapi racun VX mematikan.
Mereka Tahu atau Cuma Dijadikan Pion?
Dalam penyelidikan, polisi nemuin beberapa tingkah mencurigakan dari Siti dan Doan.
Baca juga: Nasib Tragis Wanita Korea yang Baru Nikah Tewas di Tangan Suami karena Tolak Hubungan Saat Haid
Tapi, bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa mereka berdua benar-benar nggak tahu soal rencana pembunuhan ini.
Jejak racun VX di baju mereka membuktikan bahwa merekalah yang mengoleskan racunnya—tapi semua dugaan mengarah bahwa mereka cuma pion yang dimanfaatkan dalam operasi intelijen yang sangat rapi.
Para pria misterius yang merekrut mereka (dikenal dengan nama samaran "James" dan "Chang") sampai sekarang hilang bagai ditelan bumi.
Banyak spekulasi yang menyebut mereka adalah agen Korea Utara.
Kematian Kim Jong Nam ini bukan cuma sekadar kasus kriminal biasa.
Baca juga: Fakta Kasus Pria di New Mexico Dituduh Membunuh 2 Orang, Mengaku Disuruh Seekor Kecoa
Ini adalah cerita rumit tentang perebutan kekuasaan, dendam keluarga, politik internasional, dan operasi rahasia yang melibatkan banyak pihak.
Dan yang paling tragis, dua perempuan dari keluarga biasa ini terjebak dalam permainan politik tingkat tinggi, tanpa sadar bahwa mereka jadi pelaku dalam sebuah pembunuhan yang mengguncang dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Nessie Judge