Bocah 11 Tahun di Pennsylvania Tembak Mati Ayah Angkatnya (X/@MarioNawfal)
INDOZONE.ID - Bocah 11 tahun di Pennsylvania menembak Ayah angkatnya dalam sebuah insiden tragis yang mengguncang publik Amerika Serikat.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah keluarga mereka di Duncannon, Pennsylvania, dan kini memasuki proses hukum yang cukup kompleks karena pelaku masih berusia anak-anak.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena tersangka didakwa sebagai orang dewasa atas tuduhan pembunuhan terhadap ayah angkatnya sendiri.
Baca juga: Sosok Karen Julieta Ojeda Rodriguez: Wanita Cantik yang Ternyata Pembunuh Bayaran asal Kolombia
🇺🇸 An 11-year-old shot his adoptive father to death because his Nintendo was taken away.
— Mario Nawfal (@MarioNawfal) February 20, 2026
Clayton Dietz's parents told him to go to bed after midnight. He "got mad," and went looking for his Nintendo Switch in the gun safe.
Found the keys instead, and found a revolver next.… pic.twitter.com/aBxfGDJDkF
Bocah 11 tahun itu diketahui bernama Clayton Dietz.. Ia diduga menembak ayah angkatnya, Douglas Dietz, 42 tahun, pada 13 Januari dini hari.
Berdasarkan laman FOX KTVU, Sabtu (28/02/2026) pihak kepolisian Pennsylvania menerima panggilan darurat sekitar pukul 03.00 pagi. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan Douglas tergeletak di tempat tidur dengan luka tembak di kepala dan dinyatakan meninggal dunia.
Istri korban sekaligus ibu dari Clayton, Jillian Dietz, mengaku bahwa malam itu mereka sempat merayakan ulang tahun sang anak sebelum akhirnya tidur. Ia terbangun karena suara keras dan mendapati suaminya sudah tidak responsif dengan darah di tempat tidur.
Baca juga: Fakta Kasus Edmund Kemper: Pembunuh Berantai Bertubuh Besar dengan IQ Tinggi yang Mengecoh Psikiater
Berdasarkan dokumen pengadilan, Clayton mengaku sedang mencari konsol game Nintendo Switch miliknya yang sebelumnya disita.
Saat mencari, ia menemukan kunci brankas senjata keluarga dan membukanya dengan dugaan bahwa konsol tersebut mungkin berada di dalamnya.
Di dalam brankas, ia menemukan revolver. Dalam pemeriksaan, bocah tersebut disebut mengaku kesal karena diminta tidur dan dalam kondisi marah mengambil senjata, mengisinya, lalu menembakkan ke arah ayahnya yang sedang tertidur.
Saat ditanya penyidik mengenai konsekuensi perbuatannya, Clayton disebut mengatakan bahwa ia bertindak karena emosi dan tidak memikirkan dampaknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FOX KTVU