Sabtu, 27 NOVEMBER 2021 • 08:47 WIB

Lempar Rubah, Olahraga Berbahaya Bangsawan Eropa Masa Dulu yang Kini Musnah

Author

Ilustrasi Olahraga Lempar Rubah. (alamy.com)

Zaman dahulu memang memiliki cerita masing-masing dalam melakukan aktivitas. Salah satunya aktivitas berolahraga yang menggunakan hewan sebagai objeknya.

Salah satu olahraga yang cukup aneh dan menggunakan hewan sebagai objeknya ialah lempar rubah. Olahraga ini sempat populer di abad ke-17 hingga abad ke -18 di kalangan bangsawan Eropa.

Dalam olahraga lempar rubah ini, beberapa orang akan berdiri secara berpasang-pasangan sambil memegang selendang panjang yang menyentuh tanah. Nantinya akan ada puluhan rubah yang dimasukkan ke lapangan arena olahraga.

Baca Juga: Dokter Sebut Olahraga Pakai Jaket Tidak Dianjurkan, Ini Alasannya

Permainan dimulai ketika rubah-rubah dilepaskan ke dalam arena permainan. Tugas para pemain adalah melontarkan rubah tersebut setinggi-tingginya ke udara saat rubah melintasi selendang yang menyentuh tanah tadi.

Untuk pemenangnya sendiri, dinilai dari seberapa tinggi lemparan rubah yang dilakukan pasangan pemain. Rekor tertinggi permainan olahraga ini mencatat bahwa pemain mampu melemparkan rubah setinggi 7,5 meter.

Namun, olahraga ini dinilai memiliki bahaya yang cukup tinggi. Lantaran, saat melemparkan rubah, rubah bisa saja terbang untuk melarikan diri dan menggapai wajah pemain sehingga tercakar.

Ilustrasi olahraga lempar rubah. (alamy.com)

Akan tetapi, cedera tersebut masih dianggap ringan, bahkan saking ringannya para wanita tak segan-segan berantusias untuk mengikuti olahraga ini.

Meskipun bernama lempar rubah, rubah bukanlah satu-satunya hewan yang digunakan dalam permainan ini. Hewan-hewan seperti kucing liar, kelinci, musang, dan babi juga pernah digunakan dalam olahraga lempar rubah.

Jika permainan sudah selesai, maka nasib buruk sudah siap menanti hewan-hewan tersebut. Mereka akan dibunuh dengan cara dipukuli sampai mati. Tidak mengherankan jika lempar rubah sekarang sudah tidak lagi dimainkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU