INDOZONE.ID - Kali ini kita bakal ngobrol santai mengenai ramalan kuno yang ternyata masih relevan dan dicari banyak orang sampai sekarang.
Kali ini fokus bahasan kita tertuju pada ramalan dari kanal YouTube @Mbah Sunan yang mengupas tuntas nasib weton Selasa Kliwon di Bulan Suro.
Penasaran gak sih, sebenarnya hari tersebut membawa hoki melimpah atau justru penuh dengan rambu-rambu lampu merah yang harus dihindari?
Biar gak makin penasaran dan salah langkah, yuk kita bedah satu per satu detail ramalannya!
Baca juga: Ramalan Weton Kamis Kliwon di Bulan Suro yang Wajib Kamu Tahu Biar Gak Gampang Boros!
Kabar Baik Buat Pemilik Weton Selasa Kliwon
Mari kita buka pembahasan ini dengan sebuah kabar yang cukup bikin lega dan senyum-senyum sendiri.
Berdasarkan perhitungan primbon Jawa kuno dan ilmu falak, penanggalan yang jatuh pada hari Selasa Kliwon ini memiliki jumlah neptu 11.
Kabar baiknya, buat kalian yang memang lahir di hari Selasa Kliwon, aspek keberuntungan dan kerezekian kalian di bulan Suro atau bulan Muharram diprediksi berada dalam kondisi yang tergolong aman dan cukup hoki.
Hasil perhitungan spiritual tradisional menunjukkan bahwa hari tersebut masuk dalam kategori isi satu yang artinya membawa potensi keberuntungan tersendiri.
Namun ingat, ramalan hoki ini gak bakal instan terwujud kalau kalian cuma rebahan seharian sambil scroll media sosial.
Mbah Sunan mengingatkan agar potensi keberuntungan 100% ini tetap dijaga dengan cara mengimbangi rasa syukur lewat usaha nyata, ikhtiar yang konsisten, dan kerja keras di dunia nyata.
Daftar Weton yang Malah Kena Hari Naas Besar
Di balik hoki yang didapatkan oleh si pemilik weton utama, ternyata hari Selasa Kliwon ini justru menjadi lampu kuning alias hari yang kurang bersahabat bagi beberapa weton lainnya.
Primbon menyebutkan bahwa hari tersebut bertepatan langsung sebagai hari naas gede bagi empat weton tertentu. Siapa saja mereka? Mereka adalah pemilik weton Sabtu Pahing, Sabtu Pon, Minggu Pon, dan juga Minggu Legi.
Bagi kalian yang memiliki salah satu dari keempat weton tersebut, kalian disarankan untuk ekstra waspada, lebih mawas diri, dan super hati-hati.
Jika kalian punya rencana besar seperti mengadakan acara penting, membuat hajatan keluarga, atau ingin melakukan perjalanan luar kota yang jauh, sebaiknya rencana tersebut direm dulu atau ditunda ke hari lain.
Kenapa? Karena energi hari naas ini dipercaya bisa memicu hambatan atau kesialan yang gak diinginkan.
Aturan Penting Soal Bepergian Jauh dan Pindah Rumah
Secara umum, hari Selasa Kliwon di pekan tersebut sebenarnya masuk dalam kategori waktu yang kurang ideal kalau dipakai untuk agenda bepergian jarak jauh atau urusan logistik properti seperti membangun rumah baru, pindah kosan, hingga memasuki rumah baru.
Berdasarkan hitungan primbon, dari 4 jenis rumusan yang ada, hanya 1 yang mendatangkan hasil bagus yaitu tibo kerto.
Sementara 3 hitungan sisanya justru bermakna kurang baik karena jatuh pada aspek tibo rogo.
Tapi tenang dulu, dunia belum kiamat kok kalau kalian mendadak dihadapkan pada situasi yang super mepet atau darurat.
Misalnya, kalian mendadak diusir dari kontrakan lama atau harus pindah kerjaan hari itu juga.
Primbon tetap memberikan kelonggaran asalkan kalian mematuhi 1 aturan mutlak, yaitu jalur perjalanan atau arah pindah rumah kalian dilarang keras menuju ke arah timur dari posisi kalian berada sekarang.
Arah timur menjadi pantangan utama pada hari itu agar kalian terhindar dari energi negatif.
Alasan Larangan Membuka Bisnis Baru Hari Ini
Buat kalian anak muda yang punya jiwa pebisnis atau lagi semangat-semangatnya mau meluncurkan brand fashion, kedai kopi, atau toko online baru, sebaiknya tahan dulu ambisi kalian pada hari Selasa Kliwon ini.
Primbon Jawa memberikan catatan merah yang sangat tegas untuk urusan perdagangan atau memulai usaha baru pada hari tersebut.
Alasan utamanya adalah karena hari itu jatuh pada perhitungan dinane tibo dinosung yang artinya sangat tidak disarankan untuk memulai peruntungan komersial.
Memulai usaha di hari yang salah dipercaya bisa membuat bisnis tersebut rentan sepi, gulung tikar, atau penuh konflik di kemudian hari.
Jadi daripada modal kalian amsyong, lebih baik cari opsi hari lain yang energinya jauh lebih mendukung pertumbuhan bisnis kalian.
Baca juga: Kejutan Epik Weton Kliwon di Bulan Suro yang Bakal Bikin Hidup Berubah Drastis
Menghitung Arah Keberuntungan dan Lokasi Sandang Pangan
Uniknya ilmu titen dan primbon Jawa, setiap hari itu selalu punya kompas gaibnya masing-masing untuk mengarahkan ke mana kita harus melangkah demi mendapatkan hasil yang maksimal.
Kalau kalian punya urusan krusial yang butuh tingkat kesuksesan tinggi, arah barat dan utara adalah jawabannya.
Arah barat dan utara ini sangat cocok dipakai sebagai patokan kalau kalian mau berangkat mengikuti perlombaan, ujian luring, tes wawancara kerja, menagih utang ke teman, atau saat ingin membeli kendaraan baru.
Beda urusan kalau tujuan utama kalian murni untuk mencari nafkah harian atau mengais rezeki sandang pangan.
Petunjuk neptu mengarahkan agar kalian bergerak menuju ke arah selatan atau arah barat.
Dengan mencocokkan arah mata angin ini, diharapkan segala urusan mencari cuan kalian bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti atas izin Yang Maha Kuasa.
Sementara itu, bagi kalian yang butuh bepergian untuk keperluan berdagang umum atau berobat demi kesembuhan, arah terbaik yang disarankan adalah menuju ke arah timur atau selatan melalui konsep sri sadana.
Dilema Menggelar Hajatan Pernikahan di Bulan Suro
Nah, ini dia poin yang sering bikin banyak orang bimbang dan bertanya-tanya. Dari 3 indikator perhitungan, semuanya kompak menunjukkan hasil positif berupa tibo haryo yang artinya membawa keselamatan, keberuntungan, dan berkah melimpah untuk kehidupan rumah tangga.
Bahkan dari segi wuku Prangbakat, hari tersebut juga dinilai sebagai dino ayu alias hari yang cantik untuk akad nikah agar rumah tangga berjalan adem ayem.
Namun, di sinilah plot twist terbesarnya muncul. Meskipun hitungan harian dan mingguannya sangat memukau, hari indah ini terbentur oleh aturan makro yang jauh lebih besar, yaitu keberadaannya di dalam bulan Suro atau bulan Muharram.
Dalam adat masyarakat Jawa, bulan Suro dikenal bukan sebagai sasi rahayu atau bulan yang damai untuk mengadakan pesta pora seperti pernikahan.
Energi besar dari bulan Suro dianggap kurang cocok disandingkan dengan hajatan pernikahan.
Oleh karena itu, Mbah Sunan tetap memberikan rekomendasi terbaiknya agar kalian tidak memaksakan diri menggelar acara sakral seperti akad nikah atau resepsi di hari tersebut demi kebaikan bersama jangka panjang.
Sisi Positif untuk Urusan Formal dan Birokrasi Pemerintahan
Meskipun banyak rambu-rambu larangan untuk urusan bisnis, pernikahan, dan pindah rumah, bukan berarti hari Selasa Kliwon ini sepenuhnya mati suri dari aktivitas produktif.
Ada satu celah besar yang justru dinilai sangat menguntungkan jika kalian manfaatkan dengan baik pada hari ini.
Berdasarkan tanggal dalam kalender hijriah, hari itu jatuh pada posisi dinane tiba bodo sare yang memiliki arti atau makna ketenangan.
Karakter hari yang tenang dan stabil ini menjadikannya waktu yang sangat premium dan pas banget untuk mengeksekusi segala urusan yang bersentuhan langsung dengan dunia birokrasi, kedinasan, atau instansi pemerintahan.
Jadi, kalau kalian punya agenda formal seperti mengurus dokumen resmi di kantor kelurahan, mengurus perizinan usaha ke dinas terkait, mendaftar beasiswa formal, atau melakukan kegiatan resmi kepemerintahan lainnya, hari ini bakal membawa aura yang adem, minim hambatan, dan berpotensi besar untuk disetujui dengan cepat.
Baca juga: Keistimewaan Weton Rabu Kliwon di Bulan Suro yang Penuh Karisma Sang Pemimpin
Membahas ramalan weton Selasa Kliwon di bulan Suro ini tentu mengembalikan ingatan kita pada kekayaan warisan budaya spiritual yang dimiliki oleh masyarakat nusantara.
Semua perhitungan kompas rezeki, hari naas, hingga pantangan arah mata angin ini pada hakikatnya diciptakan oleh para leluhur bukan untuk menakut-nakuti atau membuat langkah hidup kita jadi terkekang dan penuh rasa was-was.
Sebaliknya, jadikan seluruh rangkuman hasil perhitungan primbon ini sebagai media pengeling atau pengingat agar kita sebagai manusia bisa hidup dengan penuh perhitungan, tidak ceroboh, lebih mawas diri, dan selalu melibatkan pertimbangan matang sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup.
Bagaimanapun juga, setelah kita melakukan ikhtiar dan penghitungan yang matang, takdir akhir dan kelancaran hidup 100% tetap berada di tangan Tuhan Yang Maha Esa.
Tetap semangat, tetap melangkah dengan penuh kehati-hatian, dan semoga hari-hari kalian selalu dipenuhi oleh keberkahan yang melimpah. Aamiin!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube