Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 11:14 WIB

Mengenal Astrologer dan Rahasia Astrologi Tradisional, Nggak cuma Ramal Zodiak dan Cinta

Author

Ilustrasi astrologer. (Freepik)

INDOZONE.ID - Astrologi tradisional bukan sekadar zodiak harian di media sosial.

Vira M, seorang astrologer dan Certified Horary Practitioner, menjelaskan bagaimana astrologi bekerja sebagai sistem pembacaan siklus kehidupan berbasis data, bukan intuisi.

Perjalanannya menekuni astrologi tradisional membawanya dari kebingungan soal moon sign hingga sertifikasi internasional.

Semua berawal dari sebuah buku, Sun Sign, Moon Sign karya Charles & Suzy Harvey.

“Dari buku itu saya baru menemukan bahwa ada yang namanya moon sign,” kata Vira kepada Indozone.

Tapi, ia melanjutkan, saat membaca kombinasi sun dan moon miliknya, ia merasa deskripsinya tidak tepat.

Rasa penasaran itu membawanya ke astro.com.

Laman Virastrologer yang dikelola Vira M. (Tangkapan layar)

Di sana ia menemukan fakta yang mengubah arah belajarnya. Moon sign miliknya ternyata Capricorn, bukan Aquarius seperti di buku.

Alih-alih puas, ia justru makin bingung.

Baca juga: Asal Usul Zodiak: Kenapa Tanggal Lahir Bisa Dikaitkan dengan Sifat dan Karakter Seseorang?

Baca juga: Ramalan Zodiak Beneran Akurat atau Cuma Kebetulan? Simak Penjelasannya Menurut Pandangan Sains

Beberapa tahun kemudian, Vira menemukan kanal YouTube The Astrology Podcast.

Ia mulai menyelami literatur klasik dan modern. Namun tetap ada yang terasa ganjil, hingga akhirnya ia sadar jam lahirnya keliru.

Kesalahan itu mengubah ascendant-nya atau tanda zodiaknya.

“Hal ini membuat saya mencari sumber bacaan lebih jauh mengenai pembenaran jam lahir (rektifikasi),” ujar perempuan yang berdomisi di Yogyakarta ini.

Setelah mengonfirmasi ke orang tuanya dan menggunakan teknik khusus, ia menemukan jam lahir yang lebih akurat.

Dari situ, pembacaan diagramnya mulai terasa masuk akal.

Di titik itulah ia memutuskan serius menekuni astrologi.

Aku Instagram Virastrologer, milik Vira , yang membahas astrologi. (Instagram @virastrologer)

Apa Itu Astrologi Tradisional?

Vira menyebut dirinya sebagai Traditional Astrologer.

Istilah ini bukan buat gaya-gayam, tapi merujuk pada pendekatan berbasis teks dan praktik astrologi dari era Yunani, Mesir, Persia, Arab, hingga India abad pertengahan.

“Astrologi secara umum adalah keilmuan untuk membaca langit dan benda-benda langit yang nampak oleh mata, mencatat siklusnya dan melihat hal apa yang terjadi di dunia,” ungkap Vira, yang memiliki aku Instagram Virastrologer.

Baca juga: 5 Zodiak Wanita yang Bisa Ilfeel Kalau Disukai Duluan, Kamu Termasuk?

Baca juga: 5 Zodiak Pria yang Paling Tenang dan Sabar, Ada Zodiakmu?

Menurutnya, di Mesopotamia kuno, astrologi digunakan untuk membaca musim, pertanian, hingga pertanda alam.

Ia berkembang dalam epoch Hellenistic sebelum menyebar ke berbagai wilayah.

Astrologi tradisional yang ia praktikkan mengacu pada metode dan kerangka berpikir era tersebut, bukan pendekatan psikologis modern ala New Age.

Certified Horary Practitioner Itu Apa?

Selain astrologi tradisional, Vira juga memegang sertifikasi sebagai Certified Horary Practitioner dari School of Traditional Astrology (STA), London.

Horary adalah cabang astrologi yang fokus menjawab pertanyaan spesifik berdasarkan waktu pertanyaan diajukan.

“Astrologi memiliki empat cabang besar, Nativity, Pilihan dan Insepsi Waktu, Pertanyaan, serta Dunia,” jelasnya.

Horary masuk dalam cabang “Pertanyaan”. Misalnya, apakah saya akan lulus ujian ini? Apakah investasi ini berhasil? Bahkan urusan perpajakan.

Ia mengambil sertifikasi tersebut pada 2021 setelah merasa perlu bimbingan formal.

“Membaca memang meningkatkan pemahaman saya, namun kurangnya pengajar membuat saya banyak meraba-raba,” ungkap Vira

Urutan 12 Zodiak Lengkap Berdasarkan Tanggal Lahir dan Karakter (Freepik)

Baca juga: Ramalan Zodiak Februari 2026: Awal Baru, Keberanian, dan Kejujuran Diri

Baca juga: 5 Zodiak Pria yang Cocok Jadi Pengusaha Sukses, Kamu Termasuk?

Mitos Astrologi yang Sering Disalahpahami

Salah satu mitos terbesar adalah astrologi hanya bicara soal kepribadian.

“Ketika kita berbicara tentang Taurus, astrolog modern mungkin akan berkata keras kepala atau sabar. Tapi astrolog era Renaissance akan mencari dulu konteksnya,” tutur Vira.

Namun, dalam astrologi tradisional, Taurus bisa berbicara tentang kesehatan, pekerjaan, finansial, bahkan musuh, tergantung posisinya dalam diagram kelahiran

Mitos lainnya apakah astrologi hanya berbasis intuisi?

Vira menjelaskan bahwa astrologi adalah cabang ilmu yang susah untuk dipelajari, karena ada banyak variabel yang harus diperhatikan.

Dia menuturkan, zodiak, planet, aspek, rumah, titik arah, semuanya punya fungsi spesifik dan harus dibaca secara sistematis.

Bedanya Astrologi dengan Zodiak Media Sosial

Menurut Vira, horoskop sejatinya berarti diagram astrologi lengkap berbasis jam, tanggal, dan tempat lahir.

Sementara zodiak di media sosial cenderung parsial.

“Pembacaan zodiak di media sosial jarang cover the grounds sampai sejauh itu,” ujarnya.

Dua orang dengan zodiak sama bisa punya respons hidup yang sangat berbeda karena faktor ascendant, rumah, dan konfigurasi planet lain.

Mengotakkan manusia hanya dalam 12 zodiak, menurutnya, adalah penyederhanaan berlebihan.

Astrologi Data atau Intuisi?

Vira melanjutkan bahwa astrologi tidak menggunakan intuisi.Namun, menggunakan data yang sudah ada dengan variabel yang sudah diketahui fungsinya masing-masing,” ungkapnya.

Intuisi mungkin digunakan untuk menyampaikan pesan dengan empati.

"Tapi pembacaan diagram, murni berbasis data dan logika," ungkap Vira.

Ia menjelaskan bahwa konsep penting dalam astrologi tradisional adalah waktu. Dia terbagi tiga. Possible, probable, kapan.

Sesuatu harus mungkin terjadi dulu dalam diagram sebelum dibahas waktunya.

Salah satu pengalaman paling membekas adalah ketika ia membaca diagram seorang klien dengan gangguan kesehatan serius.

Ia tidak memberi saran medis, tetapi menyarankan pengaturan pola makan berdasarkan teori temperamen tubuh Ibnu Sina.

Kasus lain datang dari sesi horary yang dilematis.

“Seperti makan buah simalakama, kalau ia maju ia salah, kalau ia mundur juga tetap kena,” katanya.

Astrologi di Era TikTok dan IG Reels

Tren astrologi di media sosial, menurut Vira, tidak sepenuhnya negatif.

“Banyaknya pengetahuan mengenai astrologi di platform sosial media dapat membantu penyebaran keilmuan astrologi yang benar,” katanya.

Namun ia menekankan, manfaat terdalam tetap datang dari sesi personal, bukan potongan konten singkat.

Untuk yang mau belajar astrologi saran Vira sederhana. Baca banyak buku dan ikut kursus.

“Astrologi memang bukan ilmu yang mudah,” ujarnya.

Ia sendiri mengajar di Court Astrologer Indonesia dan selalu mengingatkan muridnya bahwa astrologi bukan sekadar hafalan zodiak, melainkan sistem kompleks yang butuh ketekunan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU