Selasa, 27 JANUARI 2026 • 13:17 WIB

Mengenal Profesi Tarot Reader: Dari Sejarah Kartu Hingga Peluang Penghasilan Belasan Juta Rupiah

Author

Ilustrasi kartu tarot (Freepik)

INDOZONE.ID - Di tengah perkembangan media sosial dan meningkatnya minat masyarakat pada self-healing serta pengembangan diri, profesi tarot reader atau pembaca kartu tarot kini semakin sering diperbincangkan.

Kini tarot justru hadir lebih terbuka, mulai dari sesi konsultasi daring, konten edukatif, hingga live reading di berbagai platform digital.

Namun, apa sebenarnya tarot reader itu? Bagaimana cara kerjanya? Dan mengapa profesi ini bisa menghasilkan hingga belasan juta rupiah per bulan? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: Makna dan Filosofi Tarot: Membaca Pola dan Kemungkinan, Bukan Meramal atau Membaca Takdir

Apa Itu Tarot Reader?

Tarot Reader Atau Pembaca Kartu Tarot (Freepik)

Mengutip laman Medium, Tarot reader adalah seseorang yang menggunakan kartu tarot sebagai alat refleksi untuk membantu seseorang memahami situasi hidupnya. Dalam praktik modern, tarot tidak selalu dimaknai sebagai alat peramal masa depan, melainkan sebagai media introspeksi, pengambilan keputusan, dan pemetaan emosi.

Seorang tarot reader membaca simbol, gambar, dan susunan kartu untuk kemudian mengaitkannya dengan kondisi, pertanyaan, atau keresahan klien.

Hasil bacaannya biasanya disampaikan dalam bentuk sudut pandang baru, bukan sebagai kebenaran mutlak, melainkan bahan pertimbangan.

Baca juga: Apakah Kartu Tarot Bergantung dengan Shio atau Zodiak? Simak Penjelasannya!

Asal-Usul Kartu Tarot: Dari Permainan Hingga Media Refleksi

Ilustrasi Kartu Tarot (Freepik)

Berdasarkan informasi laman The Tarotologist, kartu tarot sudah dikenal sejak sekitar abad ke 15, tepatnya di Eropa, khususnya Italia. Pada awal kemunculannya, tarot bukanlah alat spiritual, melainkan permainan kartu hiburan yang populer di kalangan bangsawan. 

Bahkan, ada rumor yang menyebutkan tokoh besar seperti Leonardo da Vinci ikut memperkenalkan tarot di lingkungan elite, meski klaim ini masih diperdebatkan.

Memasuki awal abad ke 20, minat terhadap okultisme dan spiritualitas kembali meningkat. Di masa inilah tarot mulai mengalami transformasi besar. Sebuah dek tarot modern dengan 22 kartu Major Arcana dipopulerkan oleh Arthur Edward Waite, dengan ilustrasi ikonik karya Pamela Coleman Smith. Sejak saat itu, tarot mulai digunakan sebagai media refleksi psikologis dan spiritual.

Baca juga: Di Balik Pembacaan Kartu Tarot: Ada Salah Kaprah yang Perlu Diluruskan

Menariknya, pada era 1970 an, tarot kembali menemukan momentumnya lewat gerakan seni surealis. Pelukis terkenal Salvador Dalí bahkan menciptakan dek tarot versinya sendiri, menandakan bahwa tarot telah melampaui fungsi mistis dan masuk ke ranah seni serta simbolisme modern.

Bagaimana Cara Kerja Tarot?

Dikutip dari laman Medium, ada beberapa teori yang paling umum digunakan untuk menjelaskan mekanisme dari cara kerja kartu tarot.

1. Intuisi dan Alam Bawah Sadar

Banyak tarot reader percaya bahwa kartu tarot membantu mengakses intuisi dan alam bawah sadar. Makna kartu menjadi kerangka awal, sementara interpretasinya diperkaya oleh intuisi pembaca.

2. Sinkronisitas

Konsep ini dipopulerkan oleh psikolog Carl Jung. Sinkronisitas menjelaskan bagaimana peristiwa-peristiwa yang tampak tidak berkaitan ternyata memiliki makna yang saling terhubung. Dalam tarot, kartu yang muncul dianggap “kebetulan yang bermakna” dengan situasi klien.

Baca juga: Kata Ahli Tarot Rumah Tangga Ricis dan Teuku Ryan Diisukan Retak: Hati-hati Cerai Beneran

3. Simbolisme Kolektif

Kartu tarot dipenuhi simbol arketipal yang mewakili pengalaman manusia secara universal tentang kehilangan, harapan, perubahan, dan pertumbuhan. Dengan membaca simbol ini, tarot reader membantu klien memahami posisinya dalam cerita hidup mereka.

4. Proyeksi Energi dan Emosi

Dalam sesi tarot, klien sering kali memproyeksikan perasaan, ketakutan, dan harapannya ke dalam kartu. Kartu lalu berfungsi seperti cermin yang memantulkan kembali kondisi batin tersebut, sehingga memunculkan kesadaran diri.

5. Panduan Spiritual

Sebagian praktisi memandang tarot sebagai sarana untuk menerima panduan spiritual atau energi yang lebih tinggi. Namun, pendekatan ini sangat bergantung pada keyakinan masing-masing reader dan klien.

Dalam praktiknya, banyak tarot reader menggabungkan beberapa teori ini sekaligus, tergantung gaya dan pengalaman mereka.

Baca juga: Ahli Tarot Bongkar Kondisi Tiara Andini Usai Alshad Ahmad Diisukan Menikah sama Nissa

Mengapa Profesi Tarot Reader Bisa Menghasilkan Banyak?

Di era digital, tarot reader tidak lagi terbatas pada ruang fisik. Banyak dari mereka membuka jasa melalui media sosial, aplikasi chat, hingga platform live streaming. Sumber penghasilannya pun beragam, antara lain:

  • Sesi pembacaan privat (online maupun offline)
  • Live tarot reading berbayar
  • Konten edukasi tarot
  • Kelas atau workshop tarot
  • Endorsement dan kolaborasi brand spiritual atau lifestyle
  • Tarif satu sesi tarot bisa berkisar dari Rp100 ribu hingga Rp1 juta, tergantung pengalaman dan reputasi reader.

Jika dalam sehari seorang tarot reader melayani beberapa klien, pendapatan bulanan belasan juta rupiah bukanlah hal yang mustahil. Selain itu, kepercayaan klien dan konsistensi personal branding menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan finansial dalam profesi ini.

Baca juga: 12 Ramalan Zodiak Keuangan dan Karir 2026

Tarot sebagai Alat Refleksi, Bukan Penentu Takdir

Hal terpenting dalam praktik tarot modern adalah rasa berdaya. Tarot bukan alat yang mengendalikan hidup seseorang. Justru sebaliknya, tarot membantu seseorang mengenali dirinya, memahami emosinya, dan mengambil keputusan dengan lebih sadar.

Pada akhirnya, tarot reader hanyalah fasilitator. Kartu-kartu tidak menyelesaikan masalah, tetapi membantu membuka sudut pandang baru. Dari sanalah perubahan dimulai, bukan dari kartu, melainkan dari diri kita sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medium, Thetarotologist

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU