Minggu, 10 NOVEMBER 2024 • 15:30 WIB

Tradisi Rampogan Macan: Sajikan Pertarungan hingga Pembunuhan Harimau 

Author

Ilustrasi harimau.

INDOZONE.ID - Tradisi Rampogan Macan atau Rampog Macan adalah ritual yang melibatkan pembunuhan harimau yang biasanya dilaksanakan saat perayaan hari besar agama di Jawa. 

Macan dalam persepsi orang Jawa sendiri, merupakan harimau, macan tutul, singa, dan lain sebagainya. Tradisi ini dilangsungkan di beberapa daerah di Jawa, termasuk Surakarta dan Yogyakarta, lalu menyebar ke daerah lain, seperti Jawa Timur, termasuk Kediri.

Ilustrasi Tradisi Rampogan Macan.

Tradisi Rampog Macan dimulai pada masa pemerintahan Sultan Agung, yang memerintahkan penangkapan 200 harimau untuk dijadikan bagian dari ritual perlawanan antara manusia dan harimau. 

Lalu, tradisi ini dikembangkan saat masa pemerintahan Amangkurat I, pertarungan antara hewan, seperti harimau melawan banteng atau banteng melawan banteng, makin sering diadakan. 

Namun, seiring berjalannya waktu, kerbau mulai menggantikan banteng sebagai musuh harimau dalam tradisi ini. Perubahan tersebut karena berkurangnya jumlah banteng.

Baca Juga: 5 Arti Mimpi Dikejar Macan Menurut Primbon Jawa, Ada Musuh di Belakang Kamu?

Berdasarkan catatan sejarah, tradisi ini berlangsung antara 1605 hingga 1906, yang mencakup pertarungan antara manusia dan harimau serta hewan lainnya sejak masa pemerintahan Sultan Agung Mataram. 

Puncak dari tradisi Rampog Macan terjadi pada abad ke-18 dan awal abad ke-19, terutama saat masa kolonialisasi Belanda. Tujuan utama dari tradisi ini adalah untuk membalas dendam terhadap harimau yang telah mengancam manusia dan ternak mereka. 

Di wilayah Mataram, pertarungan hewan ini sering dipertunjukkan untuk menyambut tamu dari Eropa yang datang ke kerajaan. 

Pertunjukan ini dapat dianggap sebagai bentuk sindiran terhadap bangsa kulit putih oleh masyarakat pribumi.

Tahapan Tradisi Rampog Macan

Tradisi Rampog Macan terdiri dari dua tahap utama. Pertama, harimau akan bertarung dengan hewan lain, seperti kerbau atau banteng, dalam tradisi yang dikenal sebagai “Sima Maesa”. 

Pada tahap ini, sebuah kerangkeng berbentuk lingkaran dengan diameter 3-5 meter, dan tinggi 5 meter disiapkan, tempat kerbau yang sudah dihias berada di dalamnya. 

Sementara itu, harimau ditahan dalam kandang kecil di sekeliling kerangkeng. Jika harimau dan hewan tersebut enggan bertarung, masyarakat akan memprovokasi dengan menuangkan air panas, menyulut api, atau memberi daun jelatang dan bubuk cabai. 

Ilustrasi harimau.

Pada tahap kedua, harimau yang berhasil bertahan akan dibunuh dalam ritual yang disebut “Rampogan Macan”. 

Kandang harimau ditempatkan di tengah lingkaran yang dipenuhi ribuan orang bersenjata tombak. Harimau dilepaskan dan untuk memancing amarahnya, orang-orang akan menakut-nakuti dengan alang-alang yang dibakar atau menusukkan bambu. 

Akibatnya, harimau yang panik, akan melompat atau menerjang ke arah orang-orang yang memegang tombak. Dalam keadaan yang makin panik, harimau mencoba melarikan diri, tetapi terus dikejar oleh warga hingga ditusuk sampai akhirnya mati.

Tradisi Rampog Macan Berakhir

Tradisi Rampog Macan mengalami perkembangan dan penyebaran ke daerah lain dengan didorong oleh ketersediaan harimau di daerah tersebut. 

Baca Juga: Serval Cat, Kucing Imut yang Memiliki Totol seperti Macan

Namun, tradisi ini mulai berakhir karena kepunahan harimau. Pembukaan lahan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk perkebunan dan penggunaan senjata dalam proses pembunuhan harimau, turut berdampak pada jumlah predator bertubuh loreng itu. 

Belanda, yang menguasai Jawa, tidak tertarik untuk melestarikan tradisi ini. Mereka justru menggunakannya untuk tujuan kolonialisme dan mengurangi populasi harimau. Faktor inilah yang menyebabkan harimau Jawa mengalami kepunahan.


Banner Z Creators Undip.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tradisi Rampog Macan Abad Ke-19 Hingga Abad Ke-20 Di Karesid

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU