Kamis, 31 OKTOBER 2024 • 12:05 WIB

Amaterasu, sang Dewi Matahari yang Keturunannya Bentuk Kekaisaran Jepang

Author

Ilustrasi Amaterasu.

INDOZONE.ID - Dalam mitologi Jepang, Amaterasu memiliki posisi unik sebagai dewi matahari sekaligus penguasa tertinggi surga (Takamagahara). 

Berbeda dengan kebanyakan mitologi dunia, yang menggambarkan dewa matahari sebagai sosok maskulin, Amaterasu justru tampil sebagai dewi perempuan sebagai pemimpin para dewa.

Menurut legenda, Amaterasu lahir dari mata kiri Izanagi, dewa pencipta, setelah kematian tragis istrinya Izanami. 

Bersama dua saudaranya, yakni Tsukuyomi yang lahir dari mata kanan dan Susanoo yang lahir dari hidung, Amaterasu ditugaskan memimpin Surga karena dianggap paling cemerlang dan bijaksana di antara ketiganya.

Namun, kepemimpinannya tidak berlangsung lama. Tsukuyomi, sang dewa bulan yang juga suami Amaterasu, diusir dari surga setelah membunuh dewi makanan, Uke Mochi, karena merasa jijik dengan cara beliau menyajikan hidangan. 

Baca Juga: Pria Asal Jepang Habiskan Ratusan Juta Demi Wujudkan Impiannya Jadi Seekor Anjing

Sementara itu, Susanoo yang berwatak keras mengamuk di surga. Amaterasu yang ketakutan, bersembunyi di Gua Surgawi, sehingga menenggelamkan dunia dalam kegelapan.

Para dewa akhirnya membujuk Amaterasu keluar dengan menggunakan cermin dan pesta palsu. Peristiwa ini diyakini sebagai asal mula musim dingin pertama. 

Susanoo kemudian menebus dosanya dengan memberikan pedang legendaris yang ditemukannya dalam tubuh naga kepada Amaterasu.

Legenda Keturunan Amaterasu Pimpin Jepang

Yang menarik, pengaruh Amaterasu tidak hanya terbatas pada alam para dewa. Ia mengirim keturunannya untuk memerintah di bumi, dimulai dari cucunya Ninigi. 

Beberapa generasi kemudian, keturunannya yang bernama Jimmu, menjadi Kaisar pertama Jepang pada 660 SM, menurut tradisi.

Keluarga Kekaisaran Jepang mengklaim sebagai keturunan langsung Amaterasu hingga saat ini. Mereka juga mewarisi tiga pusaka suci, yaitu pedang Kusanagi, cermin Yata, dan permata Yasakani, yang diberikan Amaterasu kepada Ninigi sebagai simbol legitimasi kekuasaan.

Meski peran politiknya telah berkurang di era modern, pengaruh Amaterasu dalam sejarah Jepang sangat besar. 

Pada masa ekspansi imperialis abad ke-19 dan awal abad ke-20, kisah tentang perintah ilahi Amaterasu bahkan digunakan sebagai pembenaran untuk menaklukkan Korea dan China.

Amaterasu Salah Satu Dewi Terpenting

Setelah 1.500 tahun, Amaterasu tetap menjadi salah satu dewi terpenting dalam kepercayaan Shinto. 

Posisinya yang unik sebagai dewi matahari, perempuan, dan penguasa tertinggi pantheon dalam budaya patriarkal, seperti Jepang, masih menjadi kajian menarik bagi para sejarawan.

Beberapa teori menyebutkan, bahwa mungkin dulu ada dewa matahari lain yang lebih dominan, tetapi terlupakan, atau masyarakat Jepang kuno sebenarnya lebih matriarkal. 

Ada pula yang berpendapat, bahwa pengaruh para pendeta perempuan kuat telah mendorong pemujaan terhadap dewi perempuan.


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mythologysource

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU