INDOZONE.ID - Zodiak Cina atau shio merupakan sistem penanggalan tahunan yang sangat lekat dengan budaya Tiongkok. Sistem ini mengikuti kalender lunar Tiongkok dan membagi waktu dalam siklus 12 tahun, di mana setiap tahun diwakili oleh satu hewan yang dipercaya memiliki karakter dan makna tersendiri.
Tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu, shio juga kerap digunakan untuk membaca kepribadian, kecocokan hubungan, hingga peruntungan hidup seseorang.
Berbeda dengan zodiak Barat yang berganti setiap bulan berdasarkan rasi bintang, shio berubah setiap pergantian tahun baru Imlek. Artinya, penentuan shio seseorang didasarkan pada tahun kelahiran, bukan bulan lahir.
Baca juga: Deretan Shio yang Harapannya Terkabul di Tahun 2026, Saat Mimpi Lama Mulai Jadi Nyata
Apa Itu Sheng Xiao?
Melansir dari Britannica, dalam bahasa Mandarin, zodiak Cina atau shio dikenal dengan sebutan Sheng Xiao atau Shu Xiang. Kata Sheng berarti “tahun kelahiran”, sementara Xiao bermakna “kemiripan” atau “lambang”. Sementara itu, Shu merujuk pada 12 cabang bumi, dan Xiang berarti simbol hewan.
Awalnya, 12 cabang bumi merupakan sistem penanggalan kuno untuk mengatur tahun dan jam. Seiring waktu, sistem ini kemudian dikaitkan dengan simbol hewan yang kini dikenal sebagai 12 shio.
Sejarah Awal Zodiak Cina
Sejarah awal zodiak Cina atau asal-usul zodiak Cina tidak dapat dipastikan secara tunggal. Beberapa sejarawan meyakini sistem ini sudah muncul sejak Periode Negara-Negara Berperang (475 - 221 SM), sementara sumber lain menyebutkan era Dinasti Qin atau Dinasti Han sebagai awal kemunculannya.
Meski masih diperdebatkan, para ahli sepakat bahwa zodiak Cina telah mapan dan digunakan secara luas pada masa Dinasti Han. Sejak saat itu, sistem shio terus diwariskan dan tetap hidup hingga sekarang, terutama dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
Baca juga: Shio yang Panen Rezeki di 2026, Siapa Saja yang Berpeluang Tajir?
Legenda Perlombaan Hewan
Selain catatan sejarah, asal-usul zodiak Cina juga dikenal melalui legenda populer tentang perlombaan para hewan. Melansir laman yang sama, dalam cerita yang paling terkenal, Kaisar Langit (atau dalam versi lain, Buddha) mengadakan perlombaan untuk menentukan hewan apa saja yang akan masuk ke dalam kalender zodiak.
Semua hewan diundang untuk mengikuti perlombaan, dengan syarat harus menyeberangi sungai besar. Dua belas hewan yang berhasil mencapai garis akhir lebih dulu akan diabadikan dalam kalender, sesuai urutan kedatangan mereka.
Baca juga: 6 Shio yang Diprediksi Bernasib Baik di Tahun 2026, Siapa Saja yang Kebagian Hoki?
Tikus menjadi pemenang pertama berkat kecerdikannya dengan menumpang di punggung kerbau dan melompat tepat sebelum garis akhir.
Setelah itu, disusul kerbau, harimau, kelinci, dan naga. Meski naga mampu terbang, ia justru tertunda karena menolong manusia, sehingga tidak finis di urutan pertama.
Ular dan kuda tiba berikutnya, dengan berbagai versi cerita tentang bagaimana ular mengejutkan atau bersembunyi di kaki kuda. Kambing, monyet, dan ayam datang setelah saling bekerja sama menyeberangi sungai.
Anjing berada di urutan kedua terakhir karena terlalu asyik bermain air, sementara babi menjadi yang terakhir karena berhenti untuk makan dan beristirahat.
Urutan inilah yang kemudian dikenal sebagai 12 shio, tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.
Kisah Kucing yang Tak Masuk Shio
Dalam versi legenda lain, kucing seharusnya ikut dalam perlombaan. Namun karena tikus lupa membangunkannya, kucing terlambat dan gagal masuk ke dalam daftar shio.
Ada pula cerita bahwa tikus mendorong kucing dari punggung kerbau saat menyeberangi sungai. Legenda inilah yang dipercaya menjadi alasan mengapa kucing dan tikus dianggap bermusuhan hingga kini.
Baca juga: 5 Shio Yang Beruntung Dalam Percintaan di 2026, Apakah Shio Kamu Termasuk?
Makna Shio dan Pengaruhnya
Setiap shio diyakini memiliki karakter khas yang memengaruhi sifat orang yang lahir di tahun tersebut. Shio sering dikaitkan dengan kepribadian, hubungan asmara, kecocokan pasangan, hingga pilihan karier.
Dalam praktik astrologi tradisional, shio bahkan pernah digunakan untuk meramalkan hasil panen dan kondisi politik.
Zodiak Cina juga tidak berdiri sendiri. Sistem ini dipadukan dengan konsep wuxing, yaitu lima unsur dasar, kayu, api, tanah, logam, dan air.
Kombinasi antara shio dan unsur ini menciptakan siklus 60 tahun yang dipercaya memberikan gambaran peruntungan yang lebih spesifik.
Ben Ming Nian dan Tai Sui
Dalam kepercayaan Tiongkok, tahun kelahiran seseorang yang kembali berulang setiap 12 tahun disebut ben ming nian. Tahun ini dipercaya membawa tantangan atau kesialan, sehingga banyak orang memilih untuk lebih berhati-hati.
Selain itu, setiap tahun dijaga oleh energi kosmik yang disebut Tai Sui. Mereka yang berada di tahun shio kelahirannya dianggap “bertabrakan” dengan Tai Sui. Untuk menangkal energi negatif, masyarakat sering melakukan ritual, mengenakan pakaian berwarna merah, atau memakai jimat seperti pixiu.
Baca juga: 6 Shio Mengubah Nasib Mulai 8 Januari 2026, Uang Datang Sendiri
Penyebaran Zodiak Cina di Asia
Zodiak Cina tidak hanya dikenal di Tiongkok, tetapi juga menyebar ke berbagai negara Asia seperti Korea, Jepang, Vietnam, Thailand, dan Singapura. Meski mengadopsi sistem yang sama, beberapa negara melakukan penyesuaian.
Di Vietnam, kelinci digantikan oleh kucing. Di Jepang, babi diganti dengan babi hutan. Sementara di Thailand, naga digantikan oleh makhluk mitologi naga air. Perbedaan ini menunjukkan bagaimana zodiak Cina beradaptasi dengan budaya lokal masing-masing negara.
Baca juga: Ini Pasangan Shio yang Cocok Satu Sama Lain
Demikian zodiak cina bermula. Dengan sejarah panjang, legenda yang kaya makna, serta pengaruh budaya yang luas, zodiak Cina tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga cerminan filosofi hidup yang terus diwariskan hingga kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica