Rabu, 14 JANUARI 2026 • 13:05 WIB

Mengenal Hermes Dewa dalam Mitologi Yunani: Si Influencer Olympus

Author

Patung Hermes di Ephesus, Turki (Z Creators/Alan Munandar)

INDOZONE.ID - Hermes (Ἑρμῆς) bisa dibilang dewa yang paling sibuk di antara penghuni Gunung Olympus lainnya, dalam mitologi Yunani

Kalau kita pakai perumpamaan dunia kerja, bayangkan Zeus sebagai CEO, maka Hermes adalah Direktur Operasional sekaligus Kepala Komunikasi yang memastikan semua urusan berjalan tanpa hambatan. 

Sebagai anak dari Zeus dan Maia, perannya bukan cuma jadi kurir; ia adalah jembatan hidup yang menghubungkan tiga alam sekaligus: langit, bumi, dan dunia bawah yang gelap.

Kisah Hermes dimulai dengan cara yang cukup unik dan berbeda seperti bayi yang lahir secara umumnya. 

Sewaktu lahir, ia tidak betah diam seperti bayi pada umumnya. 

Baca juga: Pegasus dalam Mitologi Yunani: Kisah Kuda Bersayap yang Legendaris

Hermes kecil malah menyelinap keluar untuk mencuri ternak milik kakaknya sendiri, Dewa Matahari Apollo. 

Agar tidak ketahuan, ia punya trik cerdik: ia memasangkan sepatu pada kaki sapi-sapi itu sehingga jejaknya terlihat seperti berjalan mundur. 

Taktik ini sukses bikin Apollo bingung setengah mati.Tentu saja, Apollo akhirnya tahu dan merasa murka. Namun, di sinilah bakat negosiasi Hermes muncul. 

Untuk meredakan amarah kakaknya, ia menciptakan alat musik dari tempurung kura-kura yang sekarang kita kenal sebagai Lira. 

Apollo yang sangat menyukai musik akhirnya luluh dan justru memberikan ternaknya kepada Hermes sebagai gantinya. 

Baca juga: Arti Kedutan Mata Kiri Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Ada Pertanda Sesuatu?

Dari sinilah kita bisa melihat karakter asli Hermes: cerdik, lincah, dan punya kemampuan komunikasi yang luar biasa ciri khas yang membuatnya dikenal sebagai dewa penuh akal.

Di zaman sekarang, memberi label influencer pada Hermes sebenarnya sangat masuk akal. 

Bayangkan saja, ia punya kemampuan untuk berpindah tempat dalam sekejap berkat sandal bersayapnya, Talaria. 

Dengan topi pelancongnya, ia bebas melintasi batas-batas alam yang tidak bisa dilewati dewa lain. Itulah kenapa ia disebut sebagai pelindung para pengembara (travelers). 

Di zaman Yunani kuno, patung-patungnya sering diletakkan di persimpangan jalan sebagai penunjuk arah sekaligus pelindung bagi orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh.

Baca juga: Tradisi Turun-Temurun di Sumba dan Toraja yang Jarang Diketahui Publik

Di era modern, menyebut Hermes sebagai influencer bukan semata-mata asal tempel. 

Ia memiliki kemampuan untuk berada di mana saja dalam sekejap bermodalkan Talaria-nya yang memiliki sayap di tiap sisinya dan dengan memakai topi pelancong. 

Ia melintasi batas-batas yang tidak bisa dilakukan oleh dewa-dewi lainnya. 

Hermes dikenal sebagai pelindung para pengembara (Travelers), dan patungnya sering ditemukan di tiap persimpangan jalan sebagai penunjuk arah dan pelindung saat perjalanan.

Selain itu, Hermes mewakili semangat untuk membangun relasi dan konektivitas karena dulunya ia menguasai retorika dan bahasa yang dimana berguna untuk menyampaikan pesan para dewa dengan cara yang dipahami oleh manusia. 

Baca juga: Mitologi Nordik: Kisah Penciptaan Dunia hingga Ragnarok atau Kiamat Para Dewa yang Bikin Merinding

Keahliannya ini menjadi landasan acuan yang relevan dengan dunia komunikasi saat ini. 

Bahkan warisan Hermes itu sendiri tetap digunakan, yaitu Hermeneutika atau ilmu interpretasi yang dimana sering digunakan saat ingin menganalisis, memahami, berkomunikasi, menafsirkan, dan mengambil keputusan saat melakukan suatu penelitian.

Pada akhirnya, sosok Hermes mengajarkan kita bahwa kecerdasan dan kemampuan beradaptasi adalah kekuatan yang sangat penting. 

Baik di dunia kuno maupun di era digital saat ini, kemampuan untuk membangun jembatan komunikasi antar-sesama tetap menjadi hal yang paling berharga. 

Hermes adalah pengingat bahwa koneksi dan informasi adalah jantung dari peradaban manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU