INDOZONE.ID - Di balik tenangnya Desa Waringin Jati, yang terletak di kaki Gunung Lau, tersimpan kisah horor yang selama bertahun-tahun hanya dibisikkan dari mulut ke mulut.
Sebuah kisah mistis tentang suara tangisan bayi di tengah malam, yang konon katanya berasal dari makhluk gaib bernama Bajang.
Kalau kamu pikir ini cuma kisah mistis buat nakut-nakutin anak kecil, mending duduk dulu dan baca sampai habis.
Karena cerita ini bukan hanya menyeramkan, tapi juga penuh pesan yang bikin merinding sampai tulang belakang.
Simak kisah mistis bayi bajang dilansir dari YouTube @Kisah Mistis selengkapnya!
Baca Juga: Kisah Mistis Dukun Beranak dan Sosok Ibu dan Bayi Misterius dari Desa Mekarwangi
Tangisan di Tengah Bulan Purnama
Warga Desa Waringin Jati sudah terbiasa dengan aturan tak tertulis yang diwariskan turun-temuru yaitu, "Jangan pernah mencari asal suara tangisan di tengah malam, terutama saat bulan purnama."
Tapi, namanya juga anak muda, selalu ada aja yang nekat. Salah satunya adalah Wira, pemuda desa yang terkenal pemberani dan rada skeptis sama hal-hal mistis.
“Paling juga suara angin atau hewan liar,” celetuknya santai ke dua sahabatnya, Bayu dan Santi.
Namun, rasa penasaran Wira jadi awal dari terkuaknya misteri yang selama ini disembunyikan desa itu.
Baca Juga: Kisah Horor Anak Pencari Tumbal: Teror di Desa Wonomendar yang Berujung Haru Seorang Ibu
Penampakan Bayi Misterius
Pada malam purnama berikutnya, Wira memutuskan mencari sumber suara tangisan itu. Ia berjalan ke hutan, mengikuti suara pelan namun menusuk hati.
Hingga akhirnya, ia melihat sosok bayi duduk di atas akar pohon beringin. Matanya merah menyala, bibirnya menyunggingkan senyum terlalu lebar, wajahnya nggak manusiawi.
Saat Wira mencoba mendekat, bayi itu tiba-tiba tertawa. Tapi, bukan tawa bayi. Suaranya berat, seperti suara pria dewasa yang menyeramkan.
Nah dalam sekejap, bayi itu lenyap, meninggalkan bau busuk yang menusuk.
Baca Juga: Anak Babi di NTT Lahir dengan Mata Satu dan Telinga Mirip Manusia, Netizen Geger!
Kutukan Bajang Mulai Menyerang
Sejak malam itu, hidup Wira berubah. Tubuhnya lemas, pikirannya kacau, dan setiap malam ia mendengar bisikan yang membuatnya takut setengah mati. Bayu dan Santi jadi curiga.
“Kau sepertinya kena kutukan Bajang,” ujar Santi serius. Ia lalu menceritakan tentang Bajang, roh bayi yang meninggal secara tidak wajar, dan sering dimanfaatkan dukun untuk mengutuk seseorang.
Siapa yang mengirim? Kenapa Wira? Semua masih misteri.
Baca Juga: Tradisi Okali di India: Lempar Bayi dari Atas Kuil, Beneran Bikin Kuat atau Cuma Ngeri-ngeri Sedap?
Petunjuk dari Pohon Beringin
Berbekal cerita masa lalu dan nekat khas anak muda, mereka bertiga kembali ke pohon beringin.
Di sana, sosok bayi kembali muncul, tapi kali ini menangis dan menunjuk ke arah Barat desa, ke rumah seorang dukun tua bernama Buti.
Besoknya mereka mendatangi rumah Buti. Suasananya gelap, penuh bau kemenyan, dan hawa mistis yang bikin bulu kuduk berdiri.
“Apa yang kalian cari?” tanya Buti dengan senyum aneh.
Wira langsung to the point, “Kami tahu soal bayi itu. Tolong, aku ingin melepaskan kutukannya.”
Baca Juga: Kisah Mistis Santet Gondo Mayit: Ketika Arwah Jadi Senjata Balas Dendam!
Rahasia Kelam dan Ritual Penebusan
Buti akhirnya buka suara. Ia mengaku bahwa puluhan tahun lalu, ia pernah mengorbankan seorang bayi dalam ritual untuk melindungi desa dari malapetaka besar.
Namun, bayi itu tidak pernah tenang dan berubah menjadi Bajang.
“Aku memang salah. Tapi kini hanya satu cara untuk mengakhirinya,” ujar Buti.
Syaratnya berat yaitu Wira harus memberikan seluruh energinya ke pohon beringin tempat Bajang muncul. Setelah diskusi panjang, Wira akhirnya setuju.
Baca Juga: Kisah Mistis Pintu Berbisik: Sebuah Rahasia yang Terkunci dari Masa Lalu
Akhir yang Damai dan Harga yang Harus Dibayar
Ritual dimulai saat malam purnama. Angin kencang menerpa, suara tangisan terdengar lebih keras dari sebelumnya. Bayi itu muncul, kali ini dengan ekspresi damai.
“Terima kasih...” bisiknya sebelum menghilang.
Wira jatuh pingsan. Tapi saat terbangun, suara-suara itu lenyap. Tubuhnya ringan.
Pohon beringin tampak biasa saja, seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Namun, pagi harinya, Buti ditemukan meninggal di rumahnya dengan senyum kecil di wajahnya.
Warga percaya, ia telah menebus dosanya dan membawa Bajang itu pergi untuk selamanya.
Baca Juga: Kisah Mistis Sesajen di Meja Kasir: Warung Ramai, tapi yang Jaga Bukan Manusia
Sejak saat itu, tangisan bayi di hutan tidak pernah terdengar lagi. Tapi Wira tahu, jejak misteri bayi Bajang itu akan selalu menjadi bagian dari dirinya.
Nah bagi warga Waringin Jati, cerita horor ini bukan cuma legenda, tapi peringatan bahwa jangan main-main dengan kekuatan gaib.
Karena ketika dunia manusia dan roh bertabrakan, yang tersisa hanyalah rasa bersalah dan kutukan yang tak akan pernah benar-benar hilang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube