Kamis, 30 APRIL 2026 • 15:20 WIB

Permainan Mistis Indonesia yang Bikin Bulu Kuduk Merinding dan Tetap Eksis hingga Kini

Author

Ilustrasi Permainan Mistis Indonesia. (unsplash.com)

INDOZONE.ID - Siapa sih yang enggak suka seru seruan bareng teman sambil main permainan tradisional. Indonesia memang punya gudangnya hiburan rakyat yang seru dan unik.

Tapi, tahu enggak kamu kalau di balik keseruan itu, ada beberapa permainan yang punya sisi gelap dan kental banget sama nuansa mistis.

Mulai dari yang butuh ritual khusus sampai yang sering dikaitkan dengan legenda urban perkotaan maupun pedesaan.

Permainan permainan ini bukan cuma soal adu ketangkasan, tapi juga melibatkan interaksi dengan dunia yang enggak kasatmata.

Dilansir dari YouTube/NUMEDIA CUY, yuk kita bedah tiga permainan tradisional yang reputasinya cukup bikin merinding, tapi tetap jadi bagian dari kekayaan budaya kita!

Baca juga: Kisah Mistis Rumah Van Dervek: Ketika Jelangkung Bukan Lagi Sekadar Mainan

Atraksi Bambu Gila dari Maluku yang Bergerak Tanpa Mesin

Permainan pertama yang wajib kamu tahu adalah Bambu Gila. Sesuai namanya, permainan ini memang bikin siapa pun yang melihat bakal merasa heran dan ngeri sekaligus.

Berasal dari wilayah Maluku, Bambu Gila ini bukan sekadar pegang pegangan bambu biasa.

Aturannya, permainan ini harus dimainkan oleh minimal tujuh orang laki-laki, dengan jumlah total pemain yang wajib ganjil.

Para pemain ini harus memegang erat sebuah batang bambu yang sebelumnya, sudah diberi mantra khusus oleh seorang ahli spiritual atau pawang.

Setelah ritual dimulai, bambu tersebut bakal mulai bergerak liar, berat, dan seolah-olah punya nyawa sendiri sampai bikin para pemainnya kewalahan buat menahan gerakannya.

Meskipun kedengarannya sangat kental dengan unsur magis, Bambu Gila sudah diakui sebagai warisan budaya tidak benda nasional sejak tahun 2010, lho!

Baca juga: Kisah Mistis Tumbal Nyawa Gunung Batu Geni yang Mencekam

Ilustrasi Permainan Mistis Indonesia.(Wikimedia Commons)

Legenda Boneka Jelangkung dan Risiko Arwah yang Tak Mau Pulang

Siapa yang enggak tahu Jelangkung. Permainan yang satu ini mungkin adalah salah satu ikon permainan mistis paling populer di Indonesia.

Media utamanya adalah sebuah boneka sederhana yang bagian kepalanya terbuat dari tempurung kelapa atau batok kelapa.

Lewat permainan ini, orang-orang biasanya mencoba melakukan komunikasi dengan dunia lain dengan cara memanggil arwah untuk masuk ke dalam boneka tersebut.

Tapi ingat, Jelangkung bukan mainan sembarangan yang bisa dicoba coba cuma buat konten atau gaya gayaan.

Risiko dari permainan ini sangat besar, mulai dari arwah yang menolak untuk pergi atau pulang, hingga mitos tentang arwah yang meminta tumbal atau tebusan jika ritualnya tidak diselesaikan dengan benar.

Inilah alasan kenapa banyak orang tua sangat melarang keras, anak mudanya buat main jelangkung di tempat tempat angker.

Larangan Petak Umpet di Waktu Magrib dan Ancaman Wewe Gombel

Nah, kalau yang terakhir ini pasti hampir semua dari kalian pernah memainkannya pas waktu kecil.

Petak umpet memang aslinya cuma permainan seru buat lari larian dan bersembunyi. Tapi di Indonesia, ada pamali atau larangan kuat yang turun temurun dipercaya masyarakat, yaitu dilarang bermain petak umpet saat magrib atau menjelang malam.

Kepercayaan ini bukan tanpa alasan, konon katanya anak anak yang nekat bersembunyi di waktu pergantian siang ke malam itu bisa disembunyikan oleh sosok makhluk halus yang dikenal sebagai Wewe Gombel.

Mitos ini diperkuat dengan banyaknya cerita, atau kejadian tentang orang hilang secara misterius saat sedang asyik bermain di waktu magrib.

Jadi, kalau sudah dengar suara azan magrib, lebih baik segera masuk ke dalam rumah, dan berhenti main daripada hilang dibawa ke dunia lain.

Baca juga: Kisah Mistis Kutukan Pesugihan Batok Kelapa yang Berujung Maut

Ilustrasi Permainan Mistis Indonesia. (unsplash.com)

Membicarakan permainan tradisional Indonesia memang enggak akan ada habisnya. Apalagi, kalau sudah menyangkut sisi mistisnya.

Meskipun zaman sudah semakin modern dan kita sudah masuk ke era digital, nilai nilai budaya dan kepercayaan seperti ini tetap melekat di tengah masyarakat.

Entah itu Bambu Gila yang menjadi warisan budaya resmi, Jelangkung yang penuh risiko, atau petak umpet yang punya batasan waktu, semuanya mengajarkan kita untuk selalu menghargai kearifan lokal.

Sebagai anak muda yang kekinian, kita boleh saja merasa penasaran, tapi tetap harus punya rasa hormat terhadap aturan aturan yang sudah ada.

Intinya, seru seruan boleh, tapi keselamatan dan ketenangan batin tetap yang paling utama agar kita tidak mengalami kejadian yang tidak diinginkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU