Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 11:21 WIB

Kisah Mistis Boneka Misterius di Pinggiran Kota Semarang dan Teror Sari si Kebaya Merah

Author

Ilustrasi Boneka Misterius di Pinggiran Kota Semarang. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Di pinggiran Kota Semarang, ada sebuah kisah mistis yang bikin bulu kuduk merinding. Cerita datang dari Lia, seorang gadis 15 tahun yang awalnya cuma ingin punya boneka cantik, tapi malah dapat pengalaman horor paling membekas dalam ingatan.

Yuk simak kisah mistis boneka misterius di pinggiran Kota Semarang, dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!

Baca juga: Kisah Misteri Boneka Ditutupi Kain Bismillah yang Menghebohkan Singapura

Mimpi Punya Boneka Cantik

Lia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Hidup di rumah sederhana bercat hijau dengan pagar bambu, Lia dikenal sebagai cewek ceria dan suka berkhayal.

Salah satu impiannya sederhana banget, yaitu punya boneka seperti yang sering dia lihat di etalase toko. Sayangnya, kondisi ekonomi keluarga bikin keinginannya itu cuma jadi angan.

Sampai suatu hari, kakaknya Rina pulang dari Pasar Johar dengan kejutan. Dari kantong kain, Rina ngasih Lia boneka kain berkebaya merah, berambut hitam dari benang, dan bermata kaca.

Lia langsung girang bukan main. Dia kasih nama boneka itu “Sari” dan nggak pernah lepas dari sisinya.

Malam-malam Aneh Mulai Datang

Awalnya semua terasa normal. Lia tidur dengan Sari di samping bantalnya. Tapi malam pertama, dia kebangun gara-gara suara bisikan samar dari sudut kamar.

Saat menoleh, matanya tertuju pada Sari yang seolah menatap balik dengan kilau mata kaca. Lia mencoba menenangkan diri, menganggap itu cuma perasaan.

Namun, malam demi malam, gangguan semakin terasa nyata. Dari suara langkah kecil, selimut yang ditarik, sampai mimpi buruk perihal Sari hidup dan memanggil namanya.

Lia mulai takut, tapi dia juga bingung harus cerita ke siapa. Kakaknya cuma menganggap Lia kebanyakan nonton film horor.

Misteri dari Pasar Johar

Rasa penasarannya bikin Lia akhirnya nekat balik ke Pasar Johar, mencari kios tempat kakaknya membeli Sari.

Di sana, dia ketemu seorang penjual tua yang bilang hal aneh hingga bikin darahnya dingin, “Boneka itu memilih sendiri pemiliknya. Hati-hati, Nak. Boneka itu punya cerita sendiri.”

Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepala Lia. Apalagi, kejadian aneh makin sering muncul.

Bayangan mirip Sari terlihat di dinding kamar, suara bisikan berubah jadi tawa kecil, bahkan boneka itu sempat berpindah tempat sendiri meski sudah disimpan di kardus.

Baca juga: 5 Fakta Desa Boneka Nagoro di Jepang yang Sunyi Senyap Seperti Kota Hantu

Ilustrasi Boneka Misterius di Pinggiran Kota Semarang. (Foto: Freepik @Freepik)

Teror Memuncak

Puncaknya, suatu malam Lia mengikat kardus boneka itu dengan tali dan menindihnya pakai kamus tebal.

Tapi saat bangun tengah malam, kardus sudah terbuka dan Sari duduk manis di meja belajar sambil menatapnya. Lia langsung menjerit, membangunkan seluruh rumah.

Meski ibunya masih berusaha menenangkan dengan alasan Lia kurang tidur, Rina mulai sadar ada yang nggak beres. Lia pun mantap mengambil keputusan yaitu Sari harus disingkirkan.

Malam itu, dia bakar boneka tersebut di drum besi belakang rumah. Api berkobar, lalu Lia sempat mendengar suara desisan kecil seolah boneka itu menjerit.

Untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, Lia bisa tidur nyenyak tanpa mimpi buruk.

Rahasia Kelam Sari

Meski sudah lega, perasaan bersalah masih ada karena Sari sebenarnya hadiah dari kakaknya. Hingga suatu sore, Rina bercerita bahwa dia mendengar gosip di pasar tentang boneka aneh berkebaya merah.

Konon, boneka itu dibuat oleh seorang pengrajin tua yang dikenal sebagai dukun. Setelah meninggal tragis, boneka-boneka buatannya tersebar di pasar, dan siapa pun yang memilikinya sering ketiban musibah.

Lia terdiam, wajahnya pucat. Cerita itu persis dengan apa yang dia alami. Dalam hati, dia bersyukur sudah membakar Sari meski nggak pernah berani cerita yang sebenarnya ke Rina.

Baca juga:  Sara Wijayanto dan Demian Aditya Bertemu Boneka Annabelle Asli di Museum Okultisme Warren, Ada Aura Kebanggaan dan Ketakutan

Kini, Lia berusaha kembali hidup normal. Dia menulis di buku harian, bahwa ingin melupakan semua kejadian itu.

Tapi di sudut hatinya, Lia tahu pengalaman mistis itu bakal terus membekas. Meski Sari sudah jadi abu, bisikan “kamu milikku” masih kadang terngiang di kepalanya.

Apakah teror itu benar-benar berakhir, atau Sari hanya menunggu untuk kembali? Hingga kini, tidak ada yang tahu.

Kisah boneka misterius ini jadi pengingat, bahwa nggak semua benda punya energi yang netral. Kadang ada cerita kelam di baliknya.

Jadi, kalau suatu hari kamu nemu boneka tua di pasar, coba deh pikir dua kali sebelum bawa pulang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU