Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 16:40 WIB

Pelet Daging Giling: Kisah Mistis di Balik Ramainya Warung Bakso

Author

Ilustrasi Pelet Daging Giling. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Labuhan Batu dikenal dengan kulinernya yang sederhana, tapi ngangenin. Salah satunya adalah sebuah warung bakso kecil tanpa nama, yang tiap hari enggak pernah sepi pembeli.

Warung itu dikelola oleh seorang wanita berkerudung merah bernama Rani. Senyumnya ramah, gerakannya tenang, dan baksonya disebut-sebut bikin ketagihan.

Tapi di balik semangkuk bakso hangat itu, ada kisah mistis yang bikin bulu kuduk berdiri.

Yuk, simak kisah pelet daging giling dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!

Baca juga: Kisah Mistis Warung Kopi di Bawah Flyover Jakarta: Ada Sosok Hantu Minta Keadilan

Warung Tanpa Nama, Rasa Tak Biasa

Sore itu, hujan baru reda. Aldi, pemuda asal Binjai yang baru dua bulan ngekos di Labuhan Batu, mampir ke warung Rani.

Dari balik etalase kaca, Rani menyajikan bakso dengan senyum tipis. Aldi makan lahap, sampai-sampai minta tambah berkali-kali.

Ia merasa bakso itu punya rasa aneh yang enggak bisa dijelaskan, seperti ada sesuatu yang bikin rindu.

Seorang bapak paruh baya bahkan nyeletuk, “Baksonya lebih enak dari narkoba.”

Aldi merinding, tapi tetap balik lagi keesokan harinya. Hingga tanpa sadar, ia makin ketagihan.

Malam-malam Misterius di Kos Aldi

Kos Aldi kebetulan berada persis di sebelah warung Rani. Hampir tiap malam ia mendengar suara-suara aneh dari belakang rumah sang penjual bakso. Bukan suara hewan malam, melainkan jeritan lirih, “Tolong, tolong…”

Pernah sekali ia lihat asap tipis keluar dari belakang rumah Rani. Awalnya dikira cuma uap masakan, tapi lama-lama baunya amis seperti darah.

Aldi mencoba mengabaikan, tapi suara-suara misterius itu semakin jelas hingga bikin ia enggak bisa tidur.

Tanda-tanda Janggal: Sepatu Berdarah dan Ember Daging

Suatu sore, Aldi melihat sepasang sepatu sekolah penuh lumpur dan bercak darah kering tergantung di dekat sumur belakang warung. Ia makin curiga, tapi ragu untuk bertanya.

Pak Min, penjual cilok tua di seberang jalan, diam-diam memperhatikan. Menurutnya, Aldi hanyalah satu dari sekian banyak pemuda yang hilang setelah sering makan di warung itu. Dalam catatannya, Aldi adalah korban yang kedelapan.

Rasa penasaran mendorong Aldi mengintip dapur. Di sana, ia melihat ember besar penuh daging mentah, tapi bentuknya aneh mirip potongan tangan manusia.

Saat itu juga Rani muncul dengan tatapan mata merah samar, membawa pisau besar. Aldi langsung merasa ada bahaya besar yang mengintainya.

Baca juga: Kisah Mistis Kedai Soto yang Buka di Tanggal Ganjil dan Rahasia Dagingnya Bikin Merinding

Ilustrasi Pelet Daging Giling. (Foto: Freepik @Freepik)

Pak Min dan Rahasia Sumur Tua

Pak Min yang curiga akhirnya memberanikan diri menyelidiki. Suatu malam ia mengintip ke sumur tua di belakang warung.

Bau busuk menyengat langsung menyerangnya. Saat senter diarahkan ke dalam, terlihat gumpalan rambut dan tangan manusia yang mengambang.

Belum sempat kabur, Rani sudah berdiri di belakangnya. Dengan senyum dingin, ia menusukkan pisau panjang ke kepala Pak Min. Tubuh Pak Min akhirnya ikut menjadi “persembahan” di sumur misterius itu.

Ilmu Pelet Daging Giling

Kisah kelam Rani ternyata berawal dari dendam. Setelah suaminya mati mengenaskan, ia belajar ilmu pelet dari seorang dukun bernama Mak Genta.

Syaratnya mengerikan yaitu menggunakan daging cinta pertamanya sebagai bahan dasar bakso. Sejak saat itu, setiap laki-laki yang makan di warungnya akan tergila-gila, bahkan rela menyerahkan harta dan hidupnya.

Beberapa pelanggan perempuan juga mengaku ketagihan, tapi efeknya berbeda, yaitu mereka hanya terus kembali karena rasa baksonya.

Sementara laki-laki kaya, seperti seorang kontraktor asal Medan bernama Tony, bisa sampai jatuh hati dan dikuras hartanya.

Warung Bakso yang Tak Pernah Sepi

Meski banyak kabar miring, warung Rani tetap ramai. Pelanggannya rela antre berjam-jam hanya untuk semangkuk bakso.

Bahkan ada yang bilang setelah makan, mereka mengalami mimpi aneh bertemu orang yang sudah meninggal.

Anehnya, wajah Rani tidak pernah berubah. Dari dulu hingga sekarang, ia terlihat sama muda dan segar.

Beberapa sopir ojek sempat bercanda, “Mbak Rani enggak pernah tua.” Tapi di balik senyumnya yang ramah, ada tatapan dingin penuh misteri.

Baca juga:  Kisah Mistis Gerobak Mang Komar: Misteri Jajanan Keliling yang Jalan Sendiri

Hingga kini, kabar tentang warung bakso di Labuhan Batu itu masih jadi bahan bisik-bisik warga.

Ada yang bilang itu cuma mitos untuk menakut-nakuti. Ada juga yang percaya, bahwa rasa bakso terlalu enak memang menyimpan harga yang harus dibayar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU