INDOZONE.ID - Di sebuah desa kecil di Jawa Tengah, hidup seorang pria sederhana bernama Ramdan.
Usianya sekitar 45 tahun, rambut hitam agak ikal, kulit sawo matang, dan kesehariannya bekerja serabutan sebagai tukang kayu. Bersama istri dan dua anaknya, ia tinggal di rumah kecil yang apa adanya.
Hidup Ramdan jauh dari kata mewah. Kadang pesanan seret, proyek berhenti di tengah jalan, dan bayaran tidak jelas.
Namun satu hal yang bikin ia dihormati tetangga yaitu ketekunannya. Pak Karta, tetangga sepuhnya, sering memuji kesabaran Ramdan meski hidupnya pas-pasan. Tapi, di balik semua itu, ada kisah mistis yang menimpa Ramdan.
Sebuah pengalaman yang bikin bulu kuduk merinding, sekaligus membuka matanya tentang rezeki dan keikhlasan.
Yuk simak kisah mistis masjid gaib dilansir dari YouTube @Cahaya Sore selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Kampung Jin: Ada Guru Ngaji yang Mengajar Anak-anak Gaib
Malam Motor Mogok dan Cahaya Misterius
Suatu malam, setelah mengantarkan kursi pesanan ke kota kecil sekitar 15 km dari desanya, Ramdan pulang naik motor tuanya.
Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam. Jalanan sepi, gelap, hanya ditemani cahaya bulan separuh.
Tiba-tiba, motornya mati total di dekat jalan kebun tebu. Berkali-kali dicoba, tetap tidak hidup.
Saat bingung, Ramdan melihat cahaya kuning temaram di kejauhan, seolah dari teras sebuah bangunan. Penasaran, ia mendorong motor ke arah cahaya itu.
Nah yang mengejutkan, ia mendapati sebuah masjid kecil bercat putih kusam dengan atap genteng merah.
Lampu bohlam kuning tergantung di serambi, memberi kesan hangat di tengah dinginnya malam.
Ramdan merasa lega. Ia berwudu, lalu salat dua rakaat di dalam masjid itu. Bau harum kayu gaharu menyambutnya, suasana terasa damai.
Pertemuan dengan Abdul Rasid
Saat berzikir, tiba-tiba terdengar suara lembut menyapa, “Assalamualaikum.”
Ramdan terkejut.
Seorang pria berjanggut rapi dengan baju koko putih dan peci hitam berdiri di belakangnya. Namanya Abdul Rasid.
Percakapan mereka mengalir ringan, tapi penuh nasihat. Abdul Rasid menekankan kesabaran, kejujuran, dan doa sebagai kunci rezeki.
Kata-kata itu menancap di hati Ramdan. Anehnya, setelah hujan reda dan ia keluar, motornya langsung hidup normal tanpa masalah.
Namun ketika Ramdan bercerita pada Pak Karta keesokan harinya, ia dikejutkan oleh jawaban tetangganya itu, di jalan kebun tebu itu tidak pernah ada masjid. Bahkan sudah puluhan tahun lamanya hanya berupa sawah dan semak belukar.
Baca juga: Kisah Mistis Sungai Wingit Kaliwulu: Ikan Aneh, Bisikan Gaib, dan Teror Malam
Misteri Masjid yang Hilang
Ramdan sempat ragu dengan pengalamannya. Tapi beberapa hari kemudian, rasa penasarannya mendorong ia kembali melewati jalan itu.
Nah benar, cahaya kuning itu muncul lagi. Masjid kecil bercat putih dengan suasana hangat yang sama.
Kali ini, obrolannya dengan Abdul Rasid lebih mendalam. Hingga akhirnya sosok itu berkata pelan, “Saya bukan manusia seperti Mas Ramdan. Saya dari golongan lain yang juga diperintah untuk beribadah. Saya hanya ditugasi menjaga masjid ini.”
Ramdan tercekat. Ia sadar sedang berbicara dengan sosok dari bangsa jin muslim. Namun anehnya, bukannya takut, ia justru merasa damai.
Perubahan Hidup Ramdan
Sejak pertemuan itu, hidup Ramdan berubah drastis. Pesanan kayu berdatangan tanpa henti, pembayaran lancar, bahkan ada tawaran proyek besar dari desa lain. Istrinya heran, wajah Ramdan kini selalu sumringah dan tenang.
Meski begitu, ia jarang menceritakan kisah masjid gaib itu. Takut dianggap berhalusinasi. Namun dalam hati, ia tahu pertemuannya dengan Abdul Rasid bukan sekadar mimpi.
Pesan Terakhir dari Penjaga Masjid Gaib
Pertemuan ketiga sekaligus terakhir menjadi momen paling menggetarkan hati Ramdan.
Abdul Rasid berkata, “Kalau suatu hari nanti masjid ini tak lagi terlihat bagimu, jangan bersedih. Itu tandanya kamu sudah cukup kuat berjalan sendiri. Ingatlah, jangan bergantung pada sesuatu yang gaib. Bergantunglah hanya pada Allah.”
Ramdan menahan air mata. Ia sadar sosok itu mungkin tidak akan ditemuinya lagi. Malam itu, ketika keluar dari masjid, ia masih mendengar azan merdu bergema dari arah yang tak kasat mata. Azan yang katanya berasal dari golongan jin muslim.
Baca juga: Kisah Mistis Batu Mustika Linsang: Jimat Gaib yang Katanya Bikin Manusia Jadi “Penguasa Air”
Sejak saat itu, Ramdan semakin rajin ibadah di masjid desanya. Ia lebih ikhlas, lebih sabar, dan hidupnya terasa lapang.
Meski masjid gaib itu tak lagi menampakkan diri, pelajaran dari Abdul Rasid selalu membekas di hatinya.
Kisah masjid gaib dan Ramdan jadi bahan bisik-bisik di kalangan tetangga. Ada yang percaya, ada juga yang menganggapnya ilusi.
Namun bagi Ramdan, semua itu nyata. Karena sejak malam ia singgah di masjid gaib itu, jalan hidupnya tak pernah lagi sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube