Sabtu, 06 SEPTEMBER 2025 • 20:35 WIB

Kisah Mistis Desa Wingit: Pulang Kampung yang Salah Jalan dan Bertemu Orang-orang Tersesat

Author

Ilustrasi Desa Wingit. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Perjalanan pulang kampung biasanya identik dengan rasa haru dan rindu rumah.

Tapi beda cerita dengan kisah Arwan, seorang perantau yang akhirnya memutuskan kembali setelah tujuh tahun merantau. 

Bukannya ketemu keluarga, ia justru tersesat ke desa yang penuh misteri, desa yang katanya bukan desa biasa. Yuk simak kisah mistis Desa Wingit dilansir dari YouTube @Cahaya Sore selengkapnya!

Baca juga: Kisah Mistis Desa Rawa Mayit: Tempat Sosok Misterius Mencari Kepalanya yang Hilang

Bus Ekonomi dan Awal Perjalanan

Tahun 1996, Arwan naik bus ekonomi dari kota besar menuju kampung halamannya di lereng bukit Jawa Tengah. Penampilannya lusuh, wajahnya lebih tua dari usianya karena kerasnya hidup di rantau. 

Di tangannya hanya ada tas kain berisi baju seadanya dan kitab kecil peninggalan guru ngaji. Setelah turun di terminal kecamatan, ia melanjutkan perjalanan naik ojek ke arah desanya, Tegalsari.

Tapi tukang ojek hanya mau mengantar sampai pertigaan dekat hutan, katanya jalanan makin wingit kalau malam. Dari situ, Arwan harus jalan kaki.

Pertigaan dan Jalan yang Salah

Di pertigaan itu, Arwan dihadapkan pada dua pilihan: jalan kanan yang katanya menuju Tegalsari, atau jalan kiri yang tampak lebih sepi tapi terlihat lebih dekat.

Entah kenapa, hatinya tertarik ke kiri. Dan keputusan itu jadi awal mula horor yang nggak pernah ia bayangkan.

Jalan setapak yang ia pilih semakin sunyi, gelap, dan mencekam. Setelah hampir setengah jam berjalan, Arwan tiba-tiba melihat deretan rumah dengan gapura bambu.

Ia mengira itu kampung biasa. Tapi suasananya bikin merinding, orang-orangnya pakai pakaian jadul, duduk diam, tatapannya kosong, dan nggak ada suara kehidupan kampung pada umumnya.

Desa Tegalwangi yang Misterius

Arwan mencoba menyapa seorang ibu tua, tapi jawaban yang ia dapat hanya tatapan kosong dan telunjuk yang mengarah ke pemakaman tua.

Untungnya, ia bertemu seorang lelaki tua ramah yang mengajaknya mampir ke rumahnya. Di rumah itu, suasana semakin aneh. Jam dinding berhenti, perabotan kuno, dan udara serasa berhenti bergerak.

Malamnya, suara langkah kaki, bisikan, hingga gamelan samar terdengar dari luar rumah. Dalam mimpi, Arwan melihat orang tuanya yang berkata, “Kamu pulang ke kampung yang salah.”

Baca juga: Kisah Mistis Desa Hantu di Jantung Hutan Kalimantan: Gerbang Dunia Lain yang Tertinggal

Ilustrasi Desa Wingit. (Foto: Freepik @Freepik)

Semua Petunjuk Mengarah ke Pemakaman

Keesokan harinya, setiap kali Arwan menyapa warga, mereka hanya menunjuk ke arah pemakaman tua.

Lelaki tua yang menampungnya pun akhirnya mengaku bahwa desa ini bukan desa biasa, hanya bisa ditemui orang-orang yang tersesat. Jalan keluar? Konon ditunjukkan lewat mimpi.

Arwan pun semakin yakin. Dalam mimpinya, ibunya bilang: jalan kanan adalah jalan pulang yang benar, bukan kiri.

Sejak itu, ia bertekad keluar dari desa Tegalwangi meski banyak suara dan bayangan mencoba menyesatkannya.

Malam Panjang yang Menegangkan

Malam berikutnya jadi ujian terberat. Suara ketukan di pintu makin keras, terdengar suara perempuan yang menirukan suara ibunya, bahkan memanggil namanya dengan lirih. Lelaki tua itu memperingatkan, “Jangan dibuka. Itu bukan ibumu.”

Arwan bertahan dengan membaca doa dari kitab kecilnya. Semakin ia berdoa, semakin keras gangguan yang datang.

Tapi akhirnya, suara-suara itu hilang, menyisakan malam yang panjang penuh ketegangan.

Pesan untuk Pulang

Keesokan paginya, lelaki tua itu mengantarnya sampai ujung desa. “Ingat, jangan menoleh. Jangan berhenti. Jangan hiraukan siapa pun yang memanggilmu,” pesannya.

Sepanjang jalan, suara-suara terus memanggil ayah, ibu, sahabat, hingga guru ngajinya. Semua berusaha membuatnya menoleh. 

Bayangan hitam pun muncul, melambai seolah ingin menariknya. Tapi Arwan berpegang pada doa dan pesan dalam mimpinya: pilih jalan kanan, jangan menoleh ke kiri.

Baca juga: Kisah Mistis Desa Purbakala: Legenda yang Hidup dan Kutukan yang Tak Pernah Tidur

Ilustrasi Desa Wingit. (Foto: Freepik @Freepik)

Kabut tebal menyelimuti hutan saat Arwan terus melangkah. Suara-suara makin jauh, bayangan-bayangan hilang perlahan. 

Tapi dalam hati, ia sadar satu hal yaitu ia memang pulang, tapi nyaris salah pulang ke dunia yang berbeda.

Kisah Arwan di Desa Wingit ini masih jadi cerita turun-temurun warga sekitar. Konon, ada pertigaan yang dipercaya bisa menyesatkan siapa pun yang salah memilih jalan. 

Entah benar atau hanya mitos, yang jelas kisah ini jadi pengingat bahwa jangan sembarangan ambil jalan kalau pulang kampung, apalagi kalau jalannya sudah dikenal wingit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU