Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 09:52 WIB

Pesugihan Bulus Jimbung: Berawal dari Mimpi Jadi Janji Harta dari Sendang Mistis di Klaten

Author

Ilustrasi Pesugihan Bulus Jimbung. (Foto: Freepik @rawpixel.com)

INDOZONE.ID - Kisah mistis memang nggak ada habisnya di Tanah Jawa. Dari pesugihan Nyi Blorong sampai Gunung Kawi, semua punya cerita seram sekaligus bikin penasaran.

Salah satunya yang lagi banyak dibicarakan adalah Pesugihan Bulus Jimbung dari Klaten. Konon katanya, Pesugihan Bulus Jimbung adalah pesugihan di sendang dan melibatkan keberadaan kura-kura gaib yang bisa kasih harta berlimpah.

Kisah pesugihan ini makin hidup setelah ada sosok Riyanti, seorang gadis desa yang nekat menuruti panggilan misterius dari mimpinya. Lalu, apa sih yang sebenarnya terjadi?

Yuk, kita kupas kisah pesugihan bulus jimbung dilansir dari YouTube @Pen Invasion selengkapnya!

Baca juga: Pesugihan Bulus Putih: Kaya Tanpa Logika, Mati Tanpa Peringatan

Mimpi Aneh yang Menggoda Riyanti

Semua berawal selepas Maghrib, ketika Riyanti duduk di teras rumah tuanya. Sudah lima kali, dia bermimpi hal yang sama, yaitu dua ekor kura-kura berbicara, meminta dia datang ke Sendang Jimbung di malam Selasa Legi atau Jumat Kliwon. Dalam mimpinya, kedua bulus (kura-kura) itu menjanjikan kekayaan besar.

Riyanti awalnya bingung. Dia hidup sederhana bersama ibunya, seorang buruh tani. Ayahnya sudah lama meninggal sehingga sejak itu hidup mereka makin sulit.

Makanya, tawaran lewat mimpi itu terasa seperti jawaban atas doa-doa panjangnya. Meski sang ibu menolak keras, Riyanti tetap nekad berangkat.

Sendang Jimbung yang Penuh Misteri

Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Riyanti tiba di Sendang Jimbung, sebuah mata air alami di Kalikotes, Klaten.

Airnya bening, ada pohon randu alas tua di pinggirnya, dan sesajen berupa nasi kuning dengan lauk ayam panggang sudah tertata di sana.

Tiba-tiba muncul seorang kakek misterius bernama Wirokromo. Ia mendekati Riyanti dan menanyakan tujuannya.

Dengan jujur, Riyanti menceritakan tentang mimpi yang memanggilnya. Wirokromo pun tersenyum, lalu menjelaskan legenda panjang tentang Bulus Jimbung.

Legenda Bulus Jimbung

Menurut cerita, dua kura-kura gaib itu bernama Kiai Poleng dan Kiai Ireng. Dulunya, mereka adalah manusia, abdi dalem kerajaan Keling.

Karena sebuah kutukan dari Prabu Jimbun, keduanya berubah menjadi bulus dan ditempatkan di Sendang Jimbung.

Namun, kutukan itu dibalut dengan belas kasih. Sang Prabu memberi titah, bahwa Kiai Poleng dan Kiai Ireng boleh membantu siapa pun yang datang ke sendang dengan hati tulus. Sejak saat itu, Sendang Jimbung dikenal sebagai tempat pesugihan.

Tumbal yang Nggak Biasa

Pesugihan biasanya identik dengan tumbal nyawa. Tapi di sini, agak beda. Menurut Wirokromo, tumbal pesugihan Bulus Jimbung hanyalah kulit pelakunya yang perlahan berubah bersisik mirip kura-kura.

Nggak ada nyawa yang diminta. Semakin lama ritual dijalankan, semakin banyak harta yang datang.

Kalau suatu hari ingin berhenti, pelaku cukup mandi di sendang setiap Selasa dan Jumat selama dua tahun, maka kulit mereka akan kembali normal.

Baca juga: Kisah Mistis Pesugihan Kawin Ratu Mustika: Dari Ambisi, Cinta, hingga Petaka

Sendang Bulus Jimbung. (Eko Haryanto/Z Creators)

Ritual Riyanti

Mendengar penjelasan itu, Riyanti makin yakin. Ia mengambil air dari sendang dengan botol dan membawanya pulang. Ritualnya sederhana, yaitu mandi dengan air tersebut di malam-malam tertentu.

Anehnya, setelah mandi beberapa kali, Riyanti benar-benar menemukan uang muncul di kamarnya. Hatinya berbunga-bunga. Hidup yang dulu serba pas-pasan kini mulai berubah.

Cinta yang Datang Bersamaan

Di balik ritual pesugihannya, Riyanti juga bertemu cinta sejati. Di perjalanan pulang dari Klaten, dia berkenalan dengan Sandi, seorang pemuda tampan yang sedang tugas kerja di daerahnya. Mereka cepat akrab, bahkan akhirnya resmi berpacaran.

Sandi berbeda dari lelaki lain. Ia serius, bahkan memberikan cincin tanda janji akan meminang Riyanti.

Kehidupan Riyanti seakan lengkap mulai punya kekayaan, kasih sayang ibu, dan cinta seorang pria baik hati.

Kebahagiaan atau Bahaya Tersembunyi?

Meski uang dan kebahagiaan datang, ibunya tetap cemas. Sang ibu tahu, pesugihan bukanlah jalan yang benar. Ia khawatir kulit anaknya suatu hari benar-benar berubah dan membuat Sandi menjauh.

Tapi, Riyanti selalu menenangkan ibunya dengan alasan sederhana yaitu sampai sekarang, kulitnya tetap normal. Bahkan, berkat uangnya, ia bisa merawat diri di salon.

Waktu berjalan, harta Riyanti makin banyak. Ia membuka toko busana mewah, punya rumah besar, dan dihormati tetangganya. Tapi, rahasia tentang asal kekayaannya tetap ia simpan rapat, hanya ibunya yang tahu.

Pesugihan Bulus Jimbung Jadi Fenomena

Cerita Riyanti ini makin bikin pesugihan Bulus Jimbung terdengar luas. Banyak orang penasaran dengan sendang mistis itu.

Ada yang datang untuk ngalap berkah, ada juga yang sekadar ziarah. Ritual sesajen nasi kuning dan ayam panggang di bibir sendang masih terus dilakukan hingga sekarang.

Nah yang bikin unik, pesugihan ini dianggap “ringan” karena nggak perlu mengorbankan nyawa.

Namun, tetap saja, ada resiko. Kulit bersisik, hidup penuh rasa was-was, dan ancaman jika ritual dihentikan sembarangan.

Baca juga:  Kisah Mistis Pesugihan Dawet Iblis: Ketika Manisnya Rezeki Berbalut Kutukan

Kisah Riyanti dan pesugihan Bulus Jimbung ini jadi bukti betapa manusia bisa tergoda oleh janji kekayaan instan.

Dari mimpi, perjalanan mistis, sampai kekayaan yang nyata, semua seakan datang dengan mudah. Tapi, di balik itu semua, selalu ada harga yang harus dibayar.

Sendang Jimbung tetap jadi tempat penuh misteri. Apakah benar bulus gaib masih menunggu di sana?

Atau, hanya mitos yang diwariskan turun-temurun? Nah yang jelas, cerita ini bikin bulu kuduk berdiri sekaligus bikin penasaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU