Kisah Kasane, Urban Legend Jepang yang Berawal dari Kolam Terlarang (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Jika kamu suka cerita horor Jepang, nama Kasane mungkin terdengar familiar. Kisahnya bukan sekadar cerita seram biasa, tapi legenda kelam yang dipenuhi dendam, penyesalan, dan rasa bersalah satu desa.
Kasane dikenal sebagai salah satu hantu perempuan paling terkenal dari periode Edo. Bahkan, namanya sering disandingkan dengan Oiwa dan Okiku, dua sosok perempuan yang juga dikenal sebagai arwah penuh amarah dalam cerita rakyat Jepang.
Namun, di balik sosok menyeramkannya, Kasane sebenarnya adalah simbol dari luka yang tidak pernah sembuh.
Baca juga: Aka Manto, Urban Legend Jepang yang Dikenal dengan Hantu Toilet
Nama Kasane sendiri memiliki arti seperti “menumpuk”, “bertumpuk”, atau “tumpang tindih”. Nama ini juga disebut sebagai bacaan lain dari kanji yang digunakan untuk nama Rui.
Kasane sering dikaitkan dengan sebuah tempat yang disebut Kasane ga Fuchi, atau yang bisa diartikan sebagai Kolam Kasane, lokasi yang menjadi pusat dari tragedi besar dalam legenda ini.
Konon, kisah ini terinspirasi dari kejadian nyata pada abad ke-17, di wilayah yang kini dikenal sebagai Prefektur Ibaraki, Jepang. Meski begitu, ceritanya berkembang dari generasi ke generasi hingga menjadi urban legend yang kita kenal sekarang.
Baca juga: Jorogumo: Sang Wanita Laba-Laba Penggoda dari Mitologi Jepang
Awal mula kisah Kasane, di awali pada sebuah desa bernama Hanyu di Provinsi Shimosa, hiduplah seorang petani bernama Yoemon bersama istrinya, Osugi.
Osugi memiliki seorang anak dari hubungan sebelumnya bernama Suke. Namun, Suke bukan anak yang disambut hangat. Ia digambarkan memiliki wajah yang cacat dan kaki yang pincang. Sayangnya, kondisi itu justru membuat Yoemon membencinya.
Hingga suatu hari, Yoemon memutuskan melakukan hal kejam yang tidak bisa ditarik kembali.
Baca juga: Mengenal Gokaido: Sistem Jalan Abad ke-17 yang Menyatukan Jepang
Saat mereka menyeberangi jembatan di atas kolam yang dalam, Yoemon mendorong Suke ke air. Karena tidak bisa berenang, Suke pun tenggelam dan meninggal. Dan sejak saat itu, desa tersebut seperti menyimpan kutukan.
Setahun setelah tragedi itu, Yoemon dan Osugi memiliki seorang bayi perempuan. Mereka menamainya Rui.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yokai.com