Ilustrasi Penjual Garam Kasar. (Foto: Freepik @cookie-studio)
INDOZONE.ID - Awal kisah ini bermula dari Desa Sumber Sewu, sebuah desa terpencil di pinggiran Kota Jombang, Jawa Timur.
Desa kecil yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup sebagai petani dengan penghasilan pas-pasan.
Di salah satu sudut desa berdiri rumah bambu reyot milik Pak Warno dan istrinya, Bu Ida.
Hidup mereka jauh dari kata layak. Untuk sekadar memastikan nasi bisa mengepul setiap malam saja, mereka sering harus berhutang pada tetangga.
Pak Warno bekerja sebagai buruh tani dan kuli panggul di pasar tradisional. Tenaganya diperas sejak pagi hingga petang, namun hasilnya nyaris tak pernah cukup.
Sawah kecil yang dulu menjadi tumpuan hidup terpaksa dijual kepada Juragan Ratno, demi biaya pengobatan Bu Ida yang sempat sakit parah.
Sejak saat itu, Pak Warno kerap dihantui rasa bersalah sebagai suami yang merasa gagal memberi kehidupan yang pantas.
Yuk simak kisah mistis penjual garam kasar dilansir dari YouTube @OM BRIZZ OFFICIAL selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Rumah Terkutuk, Tempat Perantauan yang Berujung Petaka
Suatu malam, Pak Warno pulang dengan wajah lelah namun membawa uang dalam jumlah yang tak biasa.
Tangannya menggenggam lembaran rupiah tebal, jauh lebih banyak dari upah harian yang biasa ia terima.
Kepada Bu Ida, ia berdalih pasar sedang ramai dan ia mendapat lembur tambahan. Meski hatinya diliputi curiga, Bu Ida memilih diam dan bersyukur.
Namun malam itu bukan sekadar keberuntungan biasa. Sejak hari tersebut, hidup Pak Warno berubah drastis. Uang seakan tak pernah habis.
Ia membelikan Bu Ida gelang emas, mengganti rumah bambu menjadi bangunan permanen berlantai keramik, bahkan membeli motor matic baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube