Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 06 MEI 2026 • 14:05 WIB

Sejarah Panjang Mahkota Binokasih, Dari Galuh hingga Pajajaran

Sejarah Panjang Mahkota Binokasih, Dari Galuh hingga PajajaranMahkota Binokasih. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Mahkota Binokasih, peninggalan bersejarah dari Kerajaan Sumedang Larang yang tersimpan di Museum Geusan Ulun, memiliki asal-usul yang berakar dari Kerajaan Galuh di Ciamis. 

Perhiasan kepala yang terbuat dari 8 kilogram emas ini pada mulanya adalah milik para raja Galuh sebelum akhirnya berpindah tangan. 

Setelah rentang waktu 445 tahun, kembalinya Mahkota Binokasih ke Kabupaten Ciamis melalui kegiatan kirab menandai sebuah peristiwa sejarah yang sangat penting bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Deretan Cerita Mistis dari Para Kreator Podcast Horor: Dari Sosok Nenek Misterius hingga 'Penjaga'

Acara ini menjadi bukti otentik bahwa identitas mahkota tersebut berasal dari Ciamis. 

Berikut adalah ulasan lengkap mengenai kronologi kepindahan Mahkota Binokasih dari Galuh ke Sumedang yang perlu kamu ketahui.

Pembuatan Mahkota Binokasih diprakarsai oleh Bunisora Suradipati, penguasa Kerajaan Galuh yang memerintah pada tahun 1357 hingga 1371. 

Kepemimpinan Bunisora muncul sebagai pengganti sementara bagi keponakannya, Niskala Wastu Kancana, yang baru berusia 7 tahun saat ayahnya, Raja Linggabuana, gugur dalam peristiwa Bubat. 

Sebagai bentuk persiapan matang bagi sang putra mahkota saat kelak memimpin Galuh di usia dewasa, Bunisora menempa sebuah mahkota emas seberat 8 kilogram. 

Mahkota tersebut kemudian dinamai Binokasih, yang mencerminkan rasa kasih sayang sekaligus menjadi simbol kebesaran kemaharajaan Galuh.

Momen pelantikan Niskala Wastu Kancana oleh Bunisora menjadi sejarah perdana penggunaan Mahkota Binokasih sebagai simbol resmi Raja Galuh. 

Simbol kebesaran ini terus diwariskan secara turun-temurun kepada para penguasa Galuh berikutnya. 

Transformasi besar terjadi pada masa kepemimpinan Sri Baduga Maharaja yang berhasil menggabungkan Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda menjadi entitas tunggal, yakni Kerajaan Sunda Pajajaran. 

Dampak dari unifikasi ini adalah perpindahan ibu kota dari Kawali ke Bogor, yang juga menandai perpindahan penyimpanan Mahkota Binokasih. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Media Sosial

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sejarah Panjang Mahkota Binokasih, Dari Galuh hingga Pajajaran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!