Ilustrasi Sejarah 1 Mei Jadi Hari Buruh (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Tanggal 1 Mei dikenal luas sebagai Hari Buruh atau May Day. Peringatan ini bukan sekadar hari libur, melainkan memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perjuangan para pekerja untuk mendapatkan hak yang lebih layak.
Berikut sejarah 1 Mei jadi Hari Buruh sebagaimana INDOZONE rangkum dari berbagai laman, Kamis (30/04/2026).
Hari Buruh berawal dari gerakan pekerja di Amerika Serikat pada abad ke-19. Saat itu, para buruh harus bekerja sangat lama, bahkan bisa mencapai 14 hingga 20 jam per hari.
Kondisi tersebut memicu tuntutan untuk mengurangi jam kerja sekaligus meningkatkan upah. Seiring berkembangnya industrialisasi, para pekerja mulai membentuk serikat untuk memperjuangkan hak mereka, termasuk jam kerja yang lebih manusiawi.
Baca juga: Marsinah, Buruh Pejuang Hak Pekerja yang Kini Resmi Jadi Pahlawan Nasional
Tuntutan buruh kemudian berkembang menjadi gerakan global untuk menetapkan 8 jam kerja dalam sehari. Perjuangan ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi meluas ke negara lain seperti Australia dan Eropa.
Pada tahun 1886, ribuan pekerja di Chicago melakukan aksi besar-besaran untuk menuntut hak tersebut. Aksi ini berujung pada kerusuhan yang dikenal sebagai peristiwa Haymarket, yang menyebabkan korban jiwa dan penangkapan aktivis buruh.
Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah gerakan buruh dunia.
Melansir berbagai sumber, pada tahun 1889, organisasi buruh internasional yang dikenal sebagai Internasional Kedua menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.
Penetapan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan para buruh di Chicago sekaligus memperkuat solidaritas pekerja di seluruh dunia dalam menuntut hak-hak mereka.
Sejak saat itu, 1 Mei diperingati di banyak negara sebagai simbol perjuangan kelas pekerja
Peringatan Hari Buruh kemudian berkembang di berbagai negara dengan bentuk yang berbeda-beda. Di beberapa negara, Hari Buruh menjadi hari libur nasional yang dirayakan dengan kegiatan santai seperti piknik.
Akan tetapi, di sisi lain, Hari Buruh sering dijadikan momen untuk demonstrasi atau aksi damai guna menyuarakan aspirasi pekerja.
Baca juga: Dari Laut ke Luar Negeri: Cerita Perempuan Prapag Lor Jadi Buruh Migran dan Mengubah Nasib Desa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica, Marxists