INDOZONE.ID - Pada 30 September 2024 lalu, Mars mengalami gerhana matahari parsial yang unik. Mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, Mars memang memiliki dua bulan, Phobos dan Deimos, yang dinamai dari anak kembar Dewa Perang Yunani, Ares.
Saat itu, Phobos yang merupakan salah satu bulan yang berbentuk tidak sempurna seperti kentang, melintasi sebagian kecil matahari, menciptakan fenomena gerhana matahari parsial di Mars.
Baca Juga: Ratusan Meteor dari Mars Jadi Ancaman Baru bagi Bumi: Tetap Waspada!
Momen langka ini berhasil diabadikan oleh robot penjelajah milik NASA, Perseverance, yang telah bertugas di Mars sejak tahun 2020.
Meski gerhana ini hanya berlangsung sekitar 30 detik, Phobos memiliki orbit cepat yang membuatnya mengelilingi Mars dalam 7,6 jam saja.
Diprediksi, bulan kecil ini akan terus mendekat ke Mars dan akhirnya jatuh ke permukaannya dalam 50 juta tahun ke depan.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total 2024, Indonesia Kebagian Enggak ya?
Gerhana oleh Phobos bukanlah peristiwa baru bagi para astronom, yang telah lama memantau fenomena ini melalui wahana antariksa.
Perseverance, robot yang saat ini aktif di Mars, tidak hanya mencatat fenomena alam di langit Mars, tetapi juga menjelajah permukaan planet untuk mencari tanda-tanda kehidupan dalam misi yang mendukung ilmu astrobiologi.
Bidang ilmu ini mencoba menemukan bukti adanya kehidupan di luar Bumi, memperluas pemahaman kita tentang kemungkinan adanya kehidupan di planet tetangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA