Jumat, 22 MEI 2026 • 13:32 WIB

Katana dan Saber, Apa Perbedaan Utama Dua Pedang Legendaris Ini?

Author

Katana dan Saber, Apa Perbedaan Utama Dua Pedang Legendaris Ini? (Freepik)

INDOZONE.ID - Katana dan saber merupakan pedang bermata tunggal yang kerap dianggap mirip karena sama-sama dikenal sebagai senjata tebas.

Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan mencolok dari sisi bentuk, cara penggunaan, hingga latar sejarah perkembangannya.

Melansir laman The Collector, Jumaat (22/05/2026) katana dan saber lahir dari kebutuhan militer yang berbeda, sehingga desain dan teknik penggunaannya pun berkembang sesuai konteks masing-masing.

Bentuk dan Struktur Bilah yang Berbeda

Katana dikenal sebagai pedang tradisional Jepang yang telah berkembang sejak akhir abad ke-13.

Bilahnya memiliki lengkungan halus dengan ukuran yang relatif panjang, serta gagang yang memungkinkan pengguna memegangnya dengan dua tangan.

Baca juga: Tak Tertandingi! Ini 5 Pedang Legendaris dari Mitologi yang Memiliki Kekuatan Dewa

Desain ini membuat katana cocok untuk tebasan kuat yang mengandalkan rotasi pinggul dan tubuh.

Meski bobotnya rata-rata sekitar satu kilogram, distribusi berat di bagian ujung bilah memberi tenaga lebih besar saat menebas.

Sementara itu, saber adalah pedang bermata tunggal yang lebih banyak digunakan oleh bangsa nomaden Eurasia dan pasukan kavaleri. Bentuknya juga melengkung, tetapi cenderung lebih tipis dan lincah.

Saber dirancang untuk digunakan dengan satu tangan. Gagangnya lebih pendek dan umumnya dilengkapi pelindung tangan atau knuckle guard yang membantu melindungi pengguna saat bertarung jarak dekat.

Cara Penggunaan Katana dan Saber

Perbedaan paling jelas terlihat dari teknik bertarungnya.

Pada katana, pengguna biasanya memegang pedang dengan dua tangan agar memperoleh kontrol dan daya tebas lebih besar.

Gerakan serangan lebih banyak berasal dari koordinasi langkah kaki, pinggul, dan tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: Fosil Spinosaurus 'Mengerikan' Berjambul Pedang Ditemukan di Gurun Sahara Niger

Target serangan umum biasanya berada di area vital seperti kepala, leher, tubuh, hingga pergelangan tangan.

Sebaliknya, saber lebih mengandalkan fleksibilitas gerakan lengan, siku, dan pergelangan tangan. Karena digunakan dengan satu tangan, ayunan saber cenderung cepat dan efektif untuk tebasan diagonal maupun horizontal.

Karakter ini membuat saber cocok dipakai oleh pasukan berkuda yang membutuhkan mobilitas tinggi saat menyerang dari atas kuda.

Latar Belakang Sejarah yang Berbeda

Katana berkembang dalam budaya militer Jepang dan menjadi bagian penting dari identitas samurai selama berabad-abad.

Bahkan, penggunaannya masih bertahan hingga era militer modern Jepang.

Di sisi lain, saber lebih dulu populer di kalangan suku-suku nomaden Eurasia sejak sekitar abad ke-5.

Seiring waktu, senjata ini diadopsi oleh pasukan kavaleri hingga perwira militer di berbagai wilayah Eropa.

Baca juga: Pedang Katana, Senjata Tradisional Populer Samurai Jepang

Apakah Keduanya Saling Memengaruhi?

Tidak banyak bukti bahwa desain katana memberi pengaruh besar terhadap pedang Barat. Namun, pada era modernisasi Jepang, militer setempat sempat menggabungkan unsur saber dengan katana untuk menciptakan pedang militer seperti kyu-gunto.

Secara umum, katana lebih menonjol pada kekuatan, kontrol dua tangan, dan tebasan berat. Sementara saber unggul dalam kelincahan, kecepatan, serta efektivitas penggunaan satu tangan.

Perbedaan inilah yang membuat keduanya dianggap legendaris dalam sejarah senjata dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Collector

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU