Minggu, 26 APRIL 2026 • 16:00 WIB

Kenapa Bumi Didominasi Air? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Author

Ilustrasi Bumi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pernahkah terlintas di benakmu mengapa biru menjadi warna dominan Bumi saat dipandang dari kejauhan? Jawabannya terletak pada fakta bahwa perairan menyelimuti hampir 71% luas permukaan planet kita, menyisakan hanya 29% bagi daratan

Komposisi ini bukanlah terjadi secara acak, melainkan sebuah simfoni panjang dari evolusi geologi dan tarikan gravitasi sejak masa awal pembentukan Bumi.

Secara alami, bentang alam ini tercipta karena air akan selalu mengalir dan menetap di cekungan terdalam, sementara kerak bumi yang lebih ringan perlahan terangkat membentuk daratan yang kita pijak. 

Baca juga: Menguak “Sup Purba”, Teori Bumi 'Memasak' Primordial Soup sebagai Awal Kehidupan di Bumi

Fenomena ini menciptakan kontras antara samudra yang dalam dan benua yang menjulang. Mari kita telusuri lebih jauh alasan ilmiah di balik dominasi elemen air atas daratan di planet ini.

1. Air Mendominasi di Permukaan Bumi

Perbandingan luas antara lautan dan daratan di Bumi cukup mencolok, yakni 361 juta berbanding 149 juta kilometer persegi. 

Meski Bumi kaya akan air, sebanyak 97% merupakan air asin, dan dari 3% cadangan air tawar yang ada, sebagian besarnya tidak dapat langsung dikonsumsi karena tersimpan di dalam gletser (68%) serta di bawah tanah (30%). 

Hanya sebagian kecil yang tersedia di permukaan seperti sungai dan danau. Fenomena melimpahnya air di permukaan ini dipengaruhi oleh gravitasi yang mengarahkan air untuk mengisi wilayah-wilayah rendah atau cekungan hasil pergerakan geologi Bumi.

2. Peran Komposisi Kerak Bumi

Perbedaan komposisi batuan menjadi alasan utama mengapa daratan tidak menutupi seluruh permukaan planet. 

Kerak benua yang tersusun dari granit bersifat lebih ringan dan tebal, sehingga posisinya lebih menonjol ke atas. 

Sebaliknya, dasar laut terbentuk dari batuan basalt yang lebih berat dan tipis, yang kemudian amblas lebih dalam membentuk cekungan. 

Dinamika berat dan ketebalan inilah yang menciptakan struktur wadah alami bagi lautan, sehingga air selalu berkumpul di area dasar samudra yang lebih rendah.

3. Perbandingan Volume: Air Lebih Unggul

Secara volumetrik, air di Bumi lebih mendominasi dengan total 1,335 miliar kilometer kubik dibandingkan kerak daratan yang hanya 1,067 miliar kilometer kubik. 

Hal ini didorong oleh fakta bahwa kedalaman rata-rata samudra (3,7 km) jauh lebih besar daripada rata-rata ketinggian daratan yang hanya 0,84 km. 

Perluasan dominasi air ini juga mencakup area landas kontinen yang berada di bawah permukaan laut, sehingga mempertegas posisi Bumi sebagai planet air dengan struktur cekungan yang sangat dalam dan luas.

4. Sejarah Geologi Bumi

Sejak awal terbentuk sekitar 4 miliar tahun lalu, Bumi telah mengalami banyak perubahan. Air diprediksi berasal dari tabrakan komet dan asteroid yang kaya akan es, serta dari aktivitas vulkanik yang melepaskan uap air ke atmosfer.

Sejalan dengan berjalannya waktu, kerak Bumi mendingin dan membentuk lautan. Proses tektonik lempeng terus mendaur ulang kerak, di mana air bisa masuk ke dalam mantel lewat zona subduksi dan kembali keluar melalui letusan gunung berapi. Siklus ini menjaga keseimbangan antara daratan dan lautan.

5. Ketimpangan antara Belahan Bumi

Jika kita membagi Bumi secara horizontal, terlihat jelas bahwa distribusi daratan dan air tidaklah seimbang. 

Wilayah utara cenderung memiliki lebih banyak daratan dengan persentase sekitar 40%, berbanding terbalik dengan wilayah selatan yang hampir sepenuhnya tertutup samudra dan hanya menyisakan 20% bagi daratan. 

Fenomena ini begitu mencolok hingga memunculkan klasifikasi sisi planet yang didominasi daratan versus sisi yang didominasi perairan. Walau demikian, lautan tetap menjadi unsur utama yang menyelimuti planet ini secara keseluruhan. 

Perbedaan sebaran massa ini pada akhirnya memengaruhi cara energi panas berpindah, yang berdampak langsung pada kondisi cuaca dan iklim global.

6. Dampaknya bagi Kehidupan

Dominasi elemen perairan merupakan faktor fundamental bagi stabilitas biosfer Bumi. Selain perannya dalam meregulasi iklim planet melalui penyerapan energi termal, samudra juga menjadi sumber oksigen terbesar di dunia melalui proses fotosintesis fitoplankton. 

Di sisi lain, keberadaan daratan melengkapi struktur pendukung kehidupan dengan menyediakan habitat bagi organisme terestrial. 

Baca juga: Siklus Air di Bumi: Perjalanan Tanpa Henti yang Bikin Air Nggak Pernah Habis

Jika dibandingkan dengan planet lain dalam sistem tata surya, Bumi memiliki proporsi air dan daratan yang sangat seimbang, sebuah kondisi transisi yang memungkinkan kehidupan tetap terjaga tanpa menjadi terlalu kering ataupun terlalu basah.

Pada akhirnya, Bumi memiliki porsi perairan yang lebih besar karena air secara konsisten mengisi lembah-lembah dalam di dasar samudra, berkat pengaruh gravitasi dan perbedaan densitas batuan penyusun kerak. 

Keberadaan daratan yang muncul ke permukaan melengkapi dinamika ini, menciptakan habitat yang seimbang bagi kehidupan. 

Tanpa dominasi air sebagai penyeimbang suhu dan penyedia nutrisi global, Bumi tidak akan memiliki kualitas lingkungan yang mendukung perkembangan peradaban dan ekosistem seperti sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: National Oceanic And Atmospheric Administration

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU