Rabu, 22 APRIL 2026 • 15:20 WIB

Daftar 88 Nama Rasi Bintang yang Diakui Dunia

Author

Ilustrasi bintang di langit. (Unsplash@jeremythomasphoto)

INDOZONE.ID - Konstelasi atau rasi bintang merupakan sekelompok bintang yang secara visual tampak membentuk pola tertentu di langit malam. 

Berdasarkan bentuk uniknya tersebut, para astronom memberikan nama yang sering kali terinspirasi dari mitologi, fauna, maupun benda-benda bersejarah. 

Meskipun setiap kebudayaan memiliki klasifikasi rasi bintang yang beragam, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) kini secara resmi mengakui 88 konstelasi. 

Baca juga: Mengenal Ophiuchus dan Fakta di Balik Rasi Bintang Ke-13 yang Sempat Viral

Untuk memahami lebih lanjut mengenai daftar rasi bintang tersebut beserta perbedaannya dengan konsep zodiak, simak penjabaran lengkapnya di bawah ini.

Apa Saja Nama Rasi Bintang?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rasi bintang merupakan sekelompok bintang yang berdekatan dan tampak saling berhubungan hingga membentuk suatu konfigurasi khusus.

Secara astronomis, bintang-bintang yang menyusun sebuah konstelasi sebenarnya terpisah pada jarak yang sangat jauh satu sama lain, meski beberapa di antaranya mungkin berada di lingkungan yang berdekatan. 

Namun, dari perspektif pengamat di Bumi, bintang-bintang ini tampak mengelompok dan membentuk pola menyerupai objek, fauna, atau sosok mitologi berkat bantuan garis imajiner. 

Hingga kini, para astronom tetap memanfaatkan sistem konstelasi ini untuk mempermudah identifikasi bintang serta menentukan titik pusat hujan meteor. 

Melansir data resmi dari NASA, berikut adalah daftar nama rasi bintang tersebut:

  1. Andromeda (Putri Andromeda)
  2. Antlia (Pompa Air)
  3. Apus (Cendrawasih)
  4. Aquarius (Pembawa Air)
  5. Aquila (Elang)
  6. Ara (Altar)
  7. Aries (Domba Jantan)
  8. Auriga (Sais Kereta Perang)
  9. Bootes (Pengembala)
  10. Caelum (Pahat)
  11. Camelopardalis (Jerapah)
  12. Cancer (Ketam)
  13. Canes Venatici (Anjing-anjing Pemburu)
  14. Canis Major (Anjing Besar)
  15. Canis Minor (Anjing Kecil)
  16. Capricornus (Kambing Laut)
  17. Carina (Lunas Kapal Argo)
  18. Cassiopeia (Ratu Ethiopia)
  19. Centaurus (Centaur)
  20. Cepheus (Raja Ethiopia)
  21. Cetus (Ikan Paus)
  22. Chamaeleon (Bunglon)
  23. Circinus (Kompas)
  24. Columba (Merpati)
  25. Coma Berenices (Rambut Berenice)
  26. Corona Australis (Mahkota Selatan; Yunani Kuno – Ptolemaeus)
  27. Corona Borealis (Mahkota Utara)
  28. Corvus (Burung Gagak)
  29. Crater (Cangkir)
  30. Crux (Salib Selatan)
  31. Cygnus (Angsa)
  32. Delphinus (Lumba-lumba)
  33. Dorado (Ikan Todak)
  34. Draco (Naga)
  35. Equuleus (Kuda kecil)
  36. Eridanus (Sungai)
  37. Fornax (Tungku)
  38. Gemini (Kembar)
  39. Grus (Burung bangau)
  40. Hercules (Hercules, anak Zeus)
  41. Horologium (Jam)
  42. Hydra (Naga laut)
  43. Hydrus (Ular air)
  44. Indus (Indian)
  45. Lacerta (Kadal)
  46. Leo (Singa)
  47. Leo minor (Singa kecil)
  48. Lepus (Kelinci)
  49. Libra (Timbangan)
  50. Lupus (Serigala)
  51. Lynx ( Lynx)
  52. Lyra (Harpa)
  53. Mensa (Meja)
  54. Microscopium (Mikroskop)
  55. Monoceros (Kuda Bertanduk)
  56. Musca (Lalat)
  57. Norma (Timabangan Datar)
  58. Octans (Oktan)
  59. Ophiucus (Tangan Naga)
  60. Orion (Pemburu)
  61. Pavo (Merak)
  62. Pegasus (Kuda bersayap)
  63. Perseus (Perseus)
  64. Phoenix (Phoenix)
  65. Pictor (Kuda-kuda)
  66. Pisces (Ikan)
  67. Piscis Austrinus (Ikan Selatan)
  68. Puppis (Buritan kapal Argo)
  69. Pyxis (Kompas kapal Argo)
  70. Reticulum (Jaring)
  71. Sagitta (Anak Panah)
  72. Sagittarius (Pemanah)
  73. Scorpius (Kalajengking)
  74. Sculptor (Alat Pemahat)
  75. Scutum (Perisai)
  76. Serpens (Ular)
  77. Sextans (Sekstan)
  78. Taurus (Lembu Jantan)
  79. Telescopium (Teleskop)
  80. Triangulum (Segitiga)
  81. Triangulum Australe (Segitiga Selatan)
  82. Tucana (Burung tukan)
  83. Ursa Major (Beruang Besar)
  84. Ursa Minor (Beruang Kecil)
  85. Vela (Layar Kapal Argo)
  86. Virgo (Sang Perawan)
  87. Volans (Ikan Terbang)
  88. Vulpecula (Rubah)

Baca juga: Misi DART Berhasil, NASA Ubah Jalur Asteroid untuk Pertama Kalinya

Fungsi Penamaan Rasi Bintang

Penamaan rasi bintang berakar dari fungsinya di masa lampau sebagai navigasi atau petunjuk arah bagi para penjelajah.

Secara visual, posisi konstelasi di langit malam tampak bergeser ke arah barat sepanjang tahun. 

Fenomena ini terjadi akibat gerak revolusi bumi saat mengelilingi matahari, yang menyebabkan perspektif kita terhadap langit malam terus berubah seiring dengan posisi bumi dalam orbitnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NASA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU