INDOZONE.ID - Tahukah kamu bahwa seseorang yang sedang koma, mereka tidak sadar dan tidak bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar mereka.
Orang yang tengah ada di fase koma tidak dapat berbicara dan mata mereka tertutup.
Selain rasa haru yang menyelimuti hati, kita mungkin sering bertanya-tanya saat melihat seseorang dalam kondisi koma.
Apa yang sesungguhnya mereka alami di balik ketidaksadarannya? Apakah mereka merasa seperti sedang terlelap, berkelana dalam mimpi, atau justru berada dalam kekosongan total?
Meski tampak seperti orang tidur, otak pasien koma sebenarnya tetap aktif. Mereka bahkan diyakini mampu menangkap suara-suara di sekitarnya, mulai dari derap langkah kaki hingga percakapan orang-orang di dekat mereka.
Apa yang Terjadi ketika Seseorang dalam Keadaan Koma?
Secara medis, koma adalah keadaan di mana seseorang kehilangan kesadarannya akibat masalah pada otak. Hal ini bisa terjadi karena cedera fisik akibat kecelakaan, stroke, hingga infeksi serius seperti ensefalitis.
Selain itu, kondisi koma juga bisa disebabkan oleh faktor eksternal seperti keracunan alkohol yang memengaruhi kerja otak.
Banyak yang salah mengira bahwa otak pasien koma berhenti berfungsi. Faktanya, kondisi ini lebih mirip dengan orang yang sedang dibius total. Jika diperiksa dengan alat EEG, neuron di dalam otak mereka sebenarnya masih aktif.
Sederhananya, indera pendengaran mereka masih berfungsi untuk menangkap suara, tetapi otak mereka mengalami hambatan untuk merespons informasi yang diterima dari telinga.
Apakahh pasien yang baru sadar dari koma bisa mengingat kejadian yang dialami? Yap, ada pasien koma yang merasakan kehadiran orang di sekitarnya, tetapi ada juga yang tidak ingat sama sekali, tergantung seberapa parah kondisinya.
Hal itu karena jaringan utama pengatur kesadaran terganggu ketika koma dan batang otak yang bertugas mengatur respons dasar tubuh berfungsi sangat kecil.
Pengobatan Koma
Penanganan utama bagi pasien koma difokuskan pada upaya meminimalkan kerusakan otak serta menjaga stabilitas fungsi organ vital.
Jika penyebabnya teridentifikasi, langkah medis selanjutnya adalah pemberian obat-obatan spesifik, misalnya untuk mengatasi infeksi otak atau kasus overdosis.
Setelah kondisi pasien stabil, tim medis akan melakukan perawatan preventif guna menghindari infeksi tambahan, luka baring (decubitus), serta pengerutan otot (kontraktur), sembari tetap menjaga asupan nutrisi yang seimbang.
Pemulihan dari Koma
Kerap kali, seseorang yang mengalami koma akan pulih usai beberapa minggu dan bertahap.
Pasien yang baru sadar dari koma cenderung merasa bingung dan tidak tenang, sehingga memerlukan waktu untuk stabil kembali.
Diperlukan arahan dari tim medis mengenai cara berinteraksi dan berkomunikasi yang benar dengan pasien.
Konsultasi dengan dokter menjadi kunci agar keluarga bisa memberikan pendampingan yang maksimal selama masa pemulihan berlangsung.
Kembalinya fungsi tubuh secara normal sangat ditentukan oleh pemicu koma dan tingkat keparahan cedera otak. Tidak jarang ditemukan pasien yang pulih total tanpa gejala sisa.
Pada kondisi ini, pasien tetap memiliki ingatan yang utuh tentang masa sebelum koma serta mampu mempertahankan kemampuan motorik dan kognitif untuk beraktivitas seperti biasa.
Orang lain bisa saja membutuhkan terapi untuk mempelajari kembali hal dasar seperti mengikat sepatu, makan dengan garpu atau sendok, atau belajar berjalan lagi.
Namun seiring berjalannya waktu dan dengan bantuan terapis, bagaimanapun, banyak orang yang sudah koma bisa membuat banyak kemajuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kidshealth.org