INDOZONE.ID - Pernahkah Anda membayangkan rasa ditinju Mike Tyson atau dipukul palu godam di ginjal? Itulah gambaran dua sengatan paling menyakitkan di dunia menurut para ahli yang bahkan sengaja menyengat dirinya sendiri.
Dari semut peluru di hutan Amazon hingga ubur-ubur Irukandji yang mungil, hewan-hewan ini menggunakan racun untuk bertahan hidup atau melumpuhkan mangsa. Sejumlah peneliti pun rela “mengorbankan” diri demi mengukur tingkat rasa sakit yang ditimbulkan.
Berikut deretan sengatan paling menyakitkan di dunia versi para ahli, dengan mengesampingkan faktor kematian. Hasilnya dijamin bikin merinding.
Baca juga: Bukan Menggigit Ini Cara Semut Menyengat Manusia
Serangga Penyengat: Semut, Tawon, dan Lebah
Sosok di balik penelitian ini adalah Justin Schmidt, ahli entomologi asal Arizona. Ia mengembangkan indeks nyeri sengatan dengan menyengat dirinya sendiri dari setidaknya 96 spesies serangga. Schmidt meninggal pada 2023 akibat komplikasi Parkinson.
Ia membagi sengatan ke dalam empat tingkatan, lengkap dengan deskripsi yang unik dan puitis. Tingkat 1, seperti sengatan lebah anthophorid, digambarkan “hampir menyenangkan, seperti kekasih yang menggigit daun telinga sedikit terlalu keras”.
Tingkat 2 mencakup sengatan lebah madu: “Pedas, melepuh. Seperti kapas yang dicelup saus habanero didorong ke hidung Anda.” Lalu tawon hitam polybia: “Seperti ritual yang salah, setan. Lampu gas di gereja tua meledak di wajah saat dinyalakan.”
Tingkat 3 sudah masuk kategori siksaan. Untuk Dasymutilla klugii, Schmidt menggambarkannya sebagai “meledak dan tahan lama, membuat Anda berteriak histeris. Seperti minyak panas dari penggorengan tumpah ke seluruh tangan”.
Hanya tiga spesies yang masuk tingkat 4. Pertama adalah semut peluru (bullet ant), yang dikenal sebagai “semut 24 jam” karena rasa sakitnya sangat lama. “Murni, intens, dan brilian. Seperti berjalan di atas bara dengan paku tertanam di tumit,” tulis Schmidt.
Kedua adalah tawon pemburu laba-laba (tarantula hawk), dengan sensasi “membutakan, ganas, dan seperti sengatan listrik”. Meski ekstrem, efeknya hanya berlangsung beberapa menit.
Ketiga adalah tawon prajurit (warrior wasp), yang digambarkan sebagai “siksaan murni, seperti dirantai di aliran gunung berapi aktif”.
Tawon Eksekutor dan Japanese Giant Hornet
Peneliti sekaligus kreator konten Coyote Peterson kemudian melanjutkan eksperimen ini. Ia menambahkan dua spesies lain ke kategori paling menyakitkan.
Pertama adalah Japanese giant hornet. “Rasanya seperti ditinju Mike Tyson di wajah. Penglihatan langsung memutih, instan dan eksplosif,” ujar Peterson.
Sementara itu, “juara” versi Peterson adalah tawon eksekutor (executioner wasp). Rasa sakitnya bisa bertahan hingga 12 jam, dengan efek racun yang meninggalkan luka permanen.
“Ada efek nekrotik yang seperti membusuk di lengan saya. Itu satu-satunya sengatan yang benar-benar ‘memakan’ daging,” ungkapnya.
Baca juga: Menyengat Manusia Adalah Bunuh Diri yang Dilakukan Lebah Madu
Ubur-ubur Irukandji: Rasa Malapetaka dan Keyakinan Akan Mati
Tak hanya serangga, ubur-ubur Irukandji juga dikenal memiliki sengatan paling mengerikan. Meski berukuran sangat kecil, hewan ini memiliki sel penyengat bernama nematocyst yang sangat berbahaya.
Uniknya, sengatannya tidak langsung terasa. Gejala baru muncul sekitar 20 menit kemudian, dimulai dari kelelahan ekstrem hingga sensasi seperti dipukul palu godam di ginjal yang bisa berlangsung hingga 12 jam.
Gejala berlanjut dengan keringat deras, muntah berulang, hingga kram hebat di seluruh tubuh. Namun yang paling menakutkan adalah munculnya perasaan malapetaka, seolah kematian sudah sangat dekat.
“Pasien bahkan memohon kepada dokter untuk mengakhiri hidup mereka karena rasa sakit yang luar biasa,” kata peneliti ubur-ubur, Lisa-ann Gershwin.
Meski sebagian besar pasien pulih dengan bantuan morfin, para ahli memperingatkan bahwa sengatan Irukandji bisa berakibat fatal, termasuk pendarahan otak dan gagal jantung.
Lalu, sengatan mana yang paling menyakitkan? Hingga kini belum ada jawaban pasti. Bahkan Peterson menolak melakukan uji silang antara sengatan serangga dan ubur-ubur karena terlalu berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bbc.com