Rabu, 01 APRIL 2026 • 16:00 WIB

Kenapa Langit Australia Berwarna Merah Darah Pekan Lalu? Ini Penjelasannya

Author

Ilustrasi langit merah di Australia. (Pixabay/JodyDellDavis)

INDOZONE.ID - Fenomena cuaca ekstrem kembali terjadi di Australia. Dalam beberapa hari terakhir, sebagian wilayah negara tersebut diselimuti langit berwarna merah pekat yang sempat membuat publik khawatir. Meski terlihat seperti adegan kiamat, kondisi ini ternyata dipicu oleh fenomena alam yang masih tergolong umum, yakni Topan Tropis Narelle.

Perubahan warna langit yang dramatis ini terjadi saat Narelle mendekati wilayah pantai barat Australia. Di sejumlah kota seperti Denham, langit mendadak berubah menjadi merah gelap, menciptakan suasana yang tidak biasa dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Banyak warga sempat mengabadikan momen tersebut sebelum memilih berlindung di dalam rumah demi keamanan.

Baca juga: Kenapa Langit Berwarna Biru dan Senja Menjadi Merah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena ini pun sempat ramai dibahas di media sosial. Tidak sedikit yang mengira kejadian tersebut merupakan hasil manipulasi visual atau kecerdasan buatan. Namun, para ahli memastikan bahwa perubahan warna langit tersebut sepenuhnya merupakan fenomena alami yang disebabkan oleh debu dalam jumlah besar yang terangkat ke atmosfer.

Secara ilmiah, warna merah tersebut berasal dari kandungan oksida besi yang tinggi di tanah wilayah tersebut. Oksida besi merupakan senyawa yang sama yang memberikan warna kemerahan pada permukaan planet Mars. Ketika angin kencang dari topan menyapu daratan yang kering, partikel debu halus yang mengandung oksida besi terangkat ke udara dan menyebar luas.

Kondisi ini kemudian memengaruhi cara cahaya matahari menembus atmosfer. Dalam situasi normal, cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru lebih dominan terlihat. Namun, ketika udara dipenuhi partikel debu berukuran halus, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah dan oranye menjadi lebih mudah menembus dan mendominasi pandangan. Inilah yang membuat langit tampak merah pekat seperti permukaan Mars.

Baca juga: Gak Cuma Hiasan Langit, Inilah Fakta Rasi Bintang yang Bikin Kamu Berasa Jadi Navigator Pro!

Meski terbilang jarang, fenomena langit merah akibat badai debu bukanlah hal yang sepenuhnya baru. Perbedaannya, Topan Narelle melintasi wilayah yang sangat kering sebelum membawa hujan. Hal ini memungkinkan debu dalam jumlah besar terangkat lebih dulu ke atmosfer.

Selain itu, tutupan awan tebal dari sistem badai turut memperkuat efek visual tersebut. Cahaya matahari menjadi lebih redup dan tersebar merata, sehingga rona merah tampak menyelimuti seluruh lanskap sejauh mata memandang.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat memunculkan efek visual yang tidak biasa, namun tetap memiliki penjelasan ilmiah yang rasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Vice.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU