Minggu, 29 MARET 2026 • 19:30 WIB

Tiba-tiba Tak Bisa Bicara di Luar Angkasa, Misteri Medis Astronaut NASA Masih Belum Terpecahkan

Author

Astronot NASA Mike Fincke (Sumber: NASA/Bill Ingalls)

INDOZONE.ID - Astronaut NASA, Mike Fincke yang menjadi alasan pertama badan antariksa Amerika Serikat melakukan evakuasi medis dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mengaku hingga kini dokter belum mengetahui penyebab dirinya tiba-tiba jatuh sakit.

Insiden tersebut terjadi pada 7 Januari lalu. Fincke, yang tengah makan malam setelah mempersiapkan kegiatan jalan luar angkasa (spacewalk) keesokan harinya, tiba-tiba kehilangan kemampuan bicara.

“Itu terjadi begitu tiba-tiba. Sangat cepat,” kata Fincke dalam wawancara dengan Associated Press dari Johnson Space Center, Houston, Jumat (27/3).

20 Menit Tanpa Bicara, Tanpa Nyeri

Fincke (59), pensiunan kolonel Angkatan Udara AS, mengatakan episode tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Ia tidak merasakan nyeri apa pun, namun rekan-rekannya yang melihat kondisinya segera bertindak cepat.

Mereka langsung meminta bantuan dokter penerbangan di darat. Seluruh enam awak ISS berkumpul di sekelilingnya dalam hitungan detik.

“Rekan-rekan saya jelas melihat saya dalam kesusahan. Semua orang bergerak cepat,” ujarnya.

Baca juga: NASA Cari Volunteer untuk Tinggal di Mars Selama Setahun, Kamu Minat?

Pulang Lebih Cepat, Spacewalk Dibatalkan

Akibat insiden ini, spacewalk yang seharusnya menjadi yang ke-10 bagi Fincke dan yang pertama bagi rekannya, Zena Cardman, terpaksa dibatalkan. SpaceX kemudian membawa pulang keempat awak tersebut pada 15 Januari, lebih dari satu bulan lebih awal dari jadwal.

Setibanya di Bumi, mereka langsung dibawa ke rumah sakit. Fincke mengaku masih merasa bersalah karena insiden tersebut membuat misi harus dihentikan lebih cepat.

“Saya sangat beruntung selama ini selalu sehat. Jadi ini sangat mengejutkan bagi semua orang,” katanya.

Dokter Masih Mencari Penyebab

Fincke mengatakan dokter telah menyingkirkan kemungkinan serangan jantung serta memastikan ia tidak tersedak. Namun, berbagai kemungkinan lain masih ditelusuri, termasuk dugaan kaitannya dengan kondisi tanpa bobot (mikrogravitasi) selama 549 hari di luar angkasa.

“Saya tidak bisa memberikan detail lebih lanjut tentang episode medis saya,” ujarnya. NASA juga ingin memastikan bahwa privasi medis para astronaut tetap terjaga.

Ia mengungkapkan bahwa alat ultrasound di ISS sempat membantu saat insiden terjadi. Setelah kembali ke Bumi, Fincke telah menjalani berbagai pemeriksaan lanjutan. NASA pun meneliti rekam medis astronaut lain untuk mencari kemungkinan kejadian serupa.

Baca juga: Kapsul NASA yang Bawa Sampel Asteroid Pertama Mendarat di Bumi

Diminta Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Fincke mengaku sempat terus meminta maaf kepada tim atas insiden tersebut. Namun, administrator NASA yang baru, Jared Isaacman, memintanya untuk tidak lagi menyalahkan diri sendiri.

“Ini bukan salah Anda. Ini luar angkasa,” kata rekan-rekannya memberikan dukungan. “Anda tidak mengecewakan siapa pun.”

Sebagai pribadi yang optimistis, Fincke berharap suatu hari nanti ia masih memiliki kesempatan untuk kembali ke luar angkasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Apnews.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU